
Baik Tata maupun Naya hanya diam, tak ada yang memulai percakapan. Tata sejujurnya sedikit sakit saat mendengar Hakim sudah menikah, sedangkan Naya dia berharap setelah mendengar penuturan Hakim, Tata bisa menerima keadaan sekarang. Sebab Naya merupakan Fans garis keras untuk hubungan Tata dan juga Jojo.
"Tapi kak yang buat gua penasaran ni ya, siapa Johan hehe"
Naya menunjukkan raut wajah heran dengan bola mata mendelik dan mulut sedikit terbuka.
"Johan itu ya Jojo dek, elu besikeras manggil dia Jojo, padahal temen - temennya di kampus gak ada tu yang manggil Jojo" Sahut Naya sedikit ketus
"Kok elu yang ngegas sih, kita lagi turunan lho ini, bukan tanjakan, santai ngapa kak?" Ujar Tata seraya tertawa.
"Sentei ngepe kek?" Naya mengulang perkataan Tata dengan nada mengejek. "Elu yang buat gua gak Santai ya" Sahut Naya Lagi
"Dih, emak - emak kok marah, cepat tua ntar" ejek Tata lagi
"Biar gua tua, udah laku ini, elu tu yang tua gak laku - laku." Ujar Naya seraya tertawa. Sedangkan Tata langsung memberengut kesal.
******
Sore ini para perempuan yang di dampingi asisten rumah tangga tengah memperasiapkan acara dadakan yang di lakukan di kediaman Aliansyah.
Sedangkan para pria mempersiapkan tempat di dampingi oleh supir dan pekerja laki - laki.
Persiapan rampung saat menjelang maghrib.
Sejenak mereka meninggalkan persiapannya dan berjalan menuju kamar masing - masing, ada yang mandi, sholat bahkan mempersiapkan anak - anak.
Usai maghrib mereka kembali ke halaman belakang, kolam renang telah di sulap menjadi tempat diadakannya BBQ-an Malam ini.
Ayah duduk di tepi kolam, si temani ke 5 cucunya yang sedang merangkai puzzle.
Sedangkan Malik, Erlan, dan juga Fredy tengah menyiapkan pembakaran. Disana sudah dipersiapkan 3 pembakaran.
Bunda, ante dan Sasa menyiapkan apa yang akan di bakar.
Naya menggendong Arini, Tata dan Ratu hanya jadi penonton, yang sesekali menjahili Sasa.
Sedangkan para Asisten rumah tangga baik laki - laki dan perempuan sibuk membantu serta mengangkat apa yang di perlukan para majikannya.
Tak lama datang bik Jum dari depan, dia baru membuka pintu. melihat siapa yang datang malam - malam begini.
__ADS_1
"Nya, den Jojo di depan, baru tiba, bibik lihat bawa koper nya" Lapor bik Jum pada Bunda
"Ajak kesini aja bik, gabung dengan Ayah, bunda suruh bilang" Sahut bunda yang masih sibuk membalurkan Daging ke bumbu.
" Assalamualaikum." Sahut Jojo dari balik pintu belakang
"Waalaikumsalam, " Sahut para penghuni halaman belakang
"Wah udah nyampek lu, tau aja gua butuh bala bantuan, sini gabung, gak ada yang bakar noh" Sahut Malik. menunjuk ke arah pembakaran di sebelahnya.
"Tch, Tamu tu datang suruh duduk, suguhin minum bukan di suruh kerja, Lu sehat bang?" Sanggah Tata.
"Dih pake acara dibelain gak tuh" Ejek Ratu.
"Ih siapa yang bela sih, gua cuma menanamkan Tata krama doang, apa sih lu kak" Sungut Tata tak terima.
Tata melirik ke Jojo, dilihatnya Jojo tersenyum ke arahnya. Tata salah tingkah dibuat Jojo.
"Manis bener senyumnya,mau gua nafkahin gak Jo" Usil Ratu, seraya menyikut lengan Tata.
"Apaan sih kak, kurang noh bang Fredy!" Sungut Tata kesal.
"Kalo Jojo nya mau, kenapa enggak?" Timpal Fredy.
"Kalo elu gak mau sama kak Ratu, gua mau kok nafkahi lu Jo." Timpal Naya kemudian.
"Shook!!! Silakan mau nafkahi juga, paling dia gak mau" sewot Tata. Entah kenapa dia kesal mendengar Naya dan Ratu memperebutkan Jojo. Ada rasa cemburu yang di perlihatkan Tata saat ini.
"Nay! Lu gak boleh gitu, Jojo tu hak gua, ya gak Jo" Sasa ikut memperkeru keadaan.
"Kenapa gak ada yang memperebutkan gua sih!" Sungut malik yang berpura - pura kesal.
"Udah tua ini, gak ada faedahnya" Sungut Sasa
"Beda dengan Jojo, masih seger dia, kalo di ibaratkan ni kita lagi di padang pasir, Jojo datang sebagai oase, seger gak tuh" Lanjut Sasa.
"Apaan sih lu kak, kurang tuh Bang Erlan ha!" Tata semakin kesal mendengar penuturan Sasa.
Tata berdiri dan memutar badannya, Jojo menghampiri dia
__ADS_1
"Mas maunya kamu kok yank, gak usah di ambil hati ya, Kak Sa, Kak Naya sama Kak Ratu becanda kok."
Tata tak membalikkan badannya,namun dua tersenyum samar mendengar penuturan Jojo.
"Udah duduk lagi ya, mas mau ke bang Malik dulu." jojo mengarahkan Tata untuk duduk kembali.
"Yaaaah!! Di Tolak mentah - mentah kita kak." ujar Sasa
"Dibakar aja Noh, biar mateng" Ujar Ratu seraya tertawa
"Haissh!" Kesal Tata kemudian.
Yang membuat Ratu, Naya dan Sasa tertawa terbahak -bahak.
" Udah ih, bunda udah selesai nih, bawa ke Sana Sa" Bunda menunjukkan dengan dagunya ke arah Malik.
"Oke bunda" Jawab Sasa membawa 3 wadah tempat sayur, Daging dan Ayam yang akan di bakar
Malam ini halaman belakang kediaman Aliansyah di penuhi dengan gelak tawa dari para orang tua dan juga bocah - bocah yang sedang berkumpul dengan suka ria.
Bahkan para pekerja di rumah Niah dan Bunda juga ikut berbaur, karena baik bunda maupun Niah tak pernah membeda - bedakan status maupun kedudukan.
🌫️🌫️🌫️🌫️🌫️
Mentari telah menampakkan sinarnya, jauh didalam kediaman Aliansyah juga sudah mulai ada aktivitas yang berlangsung. Malam tadi Jojo nginap di rumah Tata, karena ayah dan bunda tak mengizinkan Jojo untuk menginap di hotel, sebab mereka sebetulnya sudah mempersiapkan Jojo sebuah apartemen yang tak jauh dari Yayasan yang akan di kelolanya.
Rencana mereka pagi ini usai sarapan Erlan dan Sasa akan mengantar Jojo ke apartemen yang akan di tinggali Jojo selama bekerja disini.
Jojo tampak segan, karena dia sudah mencari kos - kosan di dekat kampusnya dulu.
Jojo merasa pasti akan lebih banyak dia menghabiskan waktunya di sekolah daripada di rumah, oleh sebab itu Jojo tak ingin mengontrak sebuah rumah.
Usai sarapan Erlan dan Sasa mengantar Jojo ke apartemennya. Apartemen yang terbilang mewah. Jojo juga di fasilitasi dengan mobil dari kantor ayah, namun Jojo menolak, dia mengatakan sudah duluan mengirimkan sepeda motornya kesini via pengiriman barang, dan akan sampai siang ini, karenanya Jojo menolak pemberian Ayah.
"Ini kuncinya. Lu lihat - lihat aja dulu, kalo masih ada yang kurang lu kasih tau gua" Ucap Erlan.
"Ini udah lebih bahkan sangat cukup bang, segan gua ma keluarga Tata" Jawab Jojo.
"Dih, lagu lu Jo, gak apa - apa kali, lu juga udah dianggap anak ini sama ayah sama bunda, ngapain pake gak enak hati segala sih" Jawab Erlan seraya menepuk pundak Jojo dua kali.
__ADS_1
Jojo melihat keadaan sekitar, dia mulai kearah dapur dengan fasilitas yang lengkap, kemudian ke kamar tamu, dan Terakhir ke Kamar utamanya.
Saat dia masuk...