
45 menit kemudian ayah telah sampai dan menyerahkan ponsel Tata ke Sasa, Sasa yang menerima ponsel tata langsung mengisi daya pada ponselnya, menunggu hingga 30 menit ponsel itu bisa dinyalakan.
Ada sedikit retakan di ponselnya Tata, namun masih bisa di pergunakan dengan baik.
"Buat apa Sa ponsel Tata?" Tanya ayah yang masih belum mengerti.
"Sa lupa ngabarin Jojo ayah, mana tau setelah mendengar Jojo Tata mau bangun yah" Harap Tata saat ini.
Tuut.. Tuuut... tuuut...
"Assalamualaikum, yank, kamu dimana, mas ngubungi kamu nomor kamu gak pernah aktif. Mas kefikiran. Eh Kak Sa, maaf Jo kirain Tata. Tatanya mana kak?"
Sasa hanya tersenyum menanggapi keterkejutan Jojo saat melihat bukan Tata di dalam ViCall tersebut.
"Elu masih banyak kerjaan gak Jo?, kira - kira gua ganggu elu gak saat ini?" Tanya Sasa Hati - hati
"Kalo mikirin kerjaan ya gak abis - abis kak, cuma gak apa - apa, kakak ada perlu apa kak, mungkin Jo bisa bantu kakak, Eh tapi kakak lagi dimana ini? bukan dirumah ya, beda wallpapernya soalnya." Tanya Jojo lagi.
"Tau aja lu kakak lagi gak di rumah" jawat Sasa
" Hammm, tapi gua ngasih kabar ini bukan untuk nambah fikiran elu ya, dan bukan juga mau nutupin ke lu Jo, cuma di sini lagi ada sedikit musibah,gua minta lu jangan bawa emosi dan jangan bawa perasaan ya."
Sasa mengarahkan Kamera ponselnya ke Tata.
"Tata" Ucap Jojo Lesu.
"Kenapa Tata kak? Kenapa gak ada yang kabarin Jo kak?"
Tanya Jojo beruntun.
__ADS_1
"Kan gua udah bilang elu tenang dulu, disini ada ayah ada bunda juga lho hehehe" Sasa mencoba mencairkan suasana.
"Sini kak Bunda bicara ke Jojo" Pinta bunda
Sasa menyerahkan ponselnya ke Bunda.
"Jo, ini bunda nak, Jo sehat?" Bunda bertanya pelan ke Jojo.
"Tadinya sehat bunda,namun lihat Tata begitu Jo gak tenang bunda, Tata kenapa Bun?" Nampak Mata Jojo menahan air mata.
"Maafkan Bunda Jo, bunda lupa kabarin kamu, saat ini gak ada yg di fikiran ayah dan bunda selain Tata, maafkan kami ya Nak lama mengabari.
Tata koma Jo, dia kecelakaan, ini udah seminggu Tata di rawat dalam keadaan koma, bunda harap doa dari Jojo ya nak buat kesembuhan Tata, biar bisa kembali ke tengah - tengah kita." Pinta bunda lembut
"Maaf bunda, maafkan Jo, yang gak tau kabar bunda, maafkan Jo yang gak ada di samping Tata bunda, maafkan Jo bunda" Luruh sudah air mata yang di tahan Jojo melihat mata bunda yang berkaca - kaca menahan tangis.
"Enggak sayang, bukan salah kamu nak, udah takdirnya Tata begini, bunda minta doanya buat Tata ya Jo, dokter juga belum bisa pastikan sampai kapan Tata akan Tidur seperti ini, tapi mudah - mudahan Tata lekas bangun, bunda mohon doa nya ya Jo." Pinta bunda
"Di Rumah Sakit NN nak, kamu fokus kerja ya Jo, jangan sampai membuat kamu gak konsen, bunda cuma minta doanya buat Tata, doakan Tata dari jauh. Dan maaf bunda telepon kamu sore ini, dan kasih kabar gak mengenakkan."
"Enggak bunda,bunda gak ganggu Jo, Jo bersyukur malah bunda mau ngabarin Jo kondisi Tata, nanti Jo sempatkan kesana ya bun jenguk Tata." Jawab Jo.
"Terima Kasih Jo, mau bicara dengan Tata nak? Kata dokter Tata tetap dengar kita Jo"
Tanya bunda
"Boleh bunda, boleh dekatin Ponselnya ke Tata bunda?" Pinta Jo memelas.
"Sudah nak, silakan sampaikan, bunda tinggal sebentar ya." Bunda bangun dari kursi dan hanya bergeser, bunda juga penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Jojo kepada Tata.
__ADS_1
"Tata, kesayangan mas, kamu betah bobo nya?, kalo udah puas segera bangun yank, mas kesepian gak ada kamu, seminggu ini kerjaan mas berantakan, mikirin kamu, ponsel kamu gak pernah aktif, sampai tadi mas beraniin ngubungi kak Sasa, kamu gak rindu sama mas sayang? mas rindu kamu, kalau kamu gak mau bangun mas godain tetangga sebelah ni" Jojo coba tertawa di isak tangisnya
"Bangun yank, mas gak bisa tanpa kamu, mas suka kamu teleponin disaat mas lagi rapat yank, mas nunggu kamu bilang mas Tata benci sama mas, tapi Tata rindu. bilang yank, bilang kamu benci tapi rindu. jangan diem yank. Mas gak papa kamu teleponin waktu mas rapat, kamu ganggu waktu mas baru tidur satu jam, mas gapapa yank, mas seneng.
Mas mohon kamu bangun yank, kamu gak kasihan ayah gak ada temen berantamnya, bunda juga kehilangan anak bandelnya. Tolongin mas yank, tolong bangun, biarpun bukan buat mas setidaknya buat ayah bunda kak Sasa dan bang Erlangga. Oia, tentang bang Erlangga Bukannya kamu pernah cerita sama mas kamu senang punya abang baru, yang biasanya cuma sama bang Malik, kamu kalo gak bangun nanti yang ngerjain bang Erlangga lagi siapa, nanti siapa yang sengaja kempes in ban motor, yang sengaja gak bawa dompet biar kamu bisa ganggu bang Erlangga? Kamu udah nemu abang baru kan, ayo kita kerjain lagi yank, nanti aku yang kasih ilmu baru buat ngerjain bang Erlangga, mas butuh kamu yank, bunda butuh kamu, ayah juga, kaka Sasa dan Bang Erlangga juga yank, jangan lupain dua kurcaci nya Kak Sa yang mau kamu ajak se geng motor sama kamu, mas udah bolehin mereka ikut kamu dan gak bilang kak Sa dan Bang Erlangga, tapi kamu harus bangun yank, harus. Mas mohon." Terdengar isak tangis Jojo di sebrang telepon dan Tak lama telepon di matikan sepihak oleh Jojo.
Bunda ayah Kak Sasa dan bang Erlan hanya mampu menahan tangis mereka mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jojo, mereka semua dapat merasakan betapa Jojo sangat menyayangi Tata.
"Ayah Tata nangis" Seru bunda yang tanpa sengaja melihat karena bunda mengambil ponsel Tata di sebelah bantal
"Cepat hubungi dokternya yah" Seru bunda lagi.
bunda langsung menghubungi Jojo kembali.
"Jo makasih sayang, kamu buat Tata menangis barusan, setelah seminggu ini ternyata yang di respon Tata cuma suaramu nak, terima kasih Jo, bunda bersyukur Jo, terima kasih anak bunda" Bunda meluapkan kegembiraannya langsung dengan berbicara pada Jojo
"Serius bunda? Alhamdulillah, setidaknya Tata ada kemajuan bunda, doakan Jo ringan langkah bunda, biar dapat melihat Tata secara langsung" Jawab Jojo kegirangan, karena mendapatkan kabar kemajuan Tata
Tak lama kemudian dokter masuk keruangan Tata, memeriksa kembali keadaan Tata.
"Ini kemajuan yang Bagus pak bu, usahakan selalu memberi rangsangan yang sama agar beliau tetap semangat berjuang"
Dokter yang memeriksa Tata ikut tersenyum, karena selama seminggu ini dokter juga hampir menyarankan agar alat penunjang kehidupan Tata di Cabut, karena melihat tiga hari belakangan ini bukannya maju malah membuat Tata semakin lemah, tapi karena ada kejadian ini dokter mengurungkan niatnya untuk melepas penunjang hidup Tata saat ini.
"Baik dokter, terima kasih dok" Ayah tersenyum hangat ke dokter
"Sudah tugas kami pak, saya permisi" Pamit dokter ke pada ayah.
"Sa bener kan yang bunda bilang, Tata memang nunggu Jojo, syukurlah kamu ingatin Jojo pada bunda, bunda bahkan tidak bisa berfikir jernih selama Tata ada di Rumah Sakit." Bunda tersenyum hangat ke arah Tata saat ini sembari mengelus tangan Tata.
__ADS_1
" Sa juga lupa bun sama Jojo, Jojo duluan yang menanyakan keadaan Tata, selama ini Jojo kan kurang dekat dengan Sa bun, bahkan lebih dekat ke Naya dibandingkan Sa yang kakak kandung Tata" Sasa mendekat ke bunda untuk memeluk bunda, berusaha menyalurkan kehangatan untuk bunda.
Ayah yang melihat pemandangan keluarga kecilnya berapa kali terlihat merapalkan rasa syukur kepada Sang Pencipta, akhirnya ada kemajuan yang berarti.