Pendekar Wanita Pembantai

Pendekar Wanita Pembantai
Pria Bertopeng Lucu


__ADS_3

Setelah beristirahat sehari semalam Aying memutuskan melanjutkan perjalanannya, dirinya masih harus menguasai 3 unsur lagi untuk menambah kekuatannya, jika kelima unsur telah dikuasainya dirinya hanya perlu menerobos tingkat dengan ramuan, batu jiwa ataupun inti hati dan dirinya akan siap membalas dendam sepenuhnya pada para pembunuh bayaran.


Aying kembali berjalan ke luar kota, baru beberapa langkah melewati gerbang Aying sadar pria bertopeng semalam mengawasinya dari jauh bahkan sekarang mengikutinya. Sadar dirinya diikuti Aying hanya tersenyum, dari awal memang seperti itu yang diinginkannya dan pria bertopeng itu telah terpancing sudah saatnya menangkap ikannya.


"Dia mengikutimu," ucap Wang.


"Aku tau, memang itu yang aku inginkan," sahut Aying.


"Dan Dari awal memang itu tujuanku," sambung Aying sambil terus berjalan.


"Heeeeh, keluar juga akhirnya," ucap Aying.


"Siapa kamu sebenarnya? Apa hubunganmu dengan sang misterius?" tanya pria bertopeng berdiri di depan Aying pedang di tangannya di arahkan ke Aying.


"Kenapa kamu bertanya padaku? Kenapa tidak langsung saja kamu arahkan pedangmu padaku mari bertarung," sahut Aying.


"Kamu sangat licik, aku harus waspada padamu," ucap pria bertopeng.


"Bagaimana jika aku tanya balik, Kamu berada di pihak mana? pembunuh bayaran atau sang Pangeran Putra mahkota?" sahut Aying membuat pria bertopeng terkejut mendengarnya.


"Kalau dari reaksi mu aku bisa menebak kamu pasti kaki tangan Pangeran Putra mahkota, kamu disuruh olehnya untuk menghentikan berita agar semua tidak curiga padanya," sambung Aying menyunggingkan bibirnya.


"Sepertinya membiarkanmu tetap hidup akan membawa petaka bagi Pangeran Putra mahkota, kalau begitu aku akan membunuhmu sekarang," ucap pria bertopeng yang langsung menarik pedangnya.


"Sebenarnya aku tidak ingin mencari masalah, aku juga tidak berpihak pada siapapun, aku hanya ingin memastikan kamu berada di pihak mana tapi karena kamu memaksa aku akan melayani mu," sahut Aying.


"Keluarkan pedangmu, aku tidak ingin kamu mati dengan mudah," ucap pria bertopeng.


"Menghadapimu dengan tangan kosong mudah bagiku," sahut Aying santai.


"Aku semakin tidak menyukaimu, matilah," teriak pria bertopeng mengayunkan pedangnya ke arah Aying.


Wheeeeeeeeeeessssssss.


Aying berulang kali menghindari serangan pedang pria bertopeng dengan mudah, Melihat Aying hanya menghindar pria bertopeng semakin kesal, dengan kekuatan yang disalurkan ke pedangnya diayunkannya ke arah Aying.


Jleeeeeeeeeb.


Pisau terbang yang dibuat Aying dari unsur logamnya menancap di dada kiri pria bertopeng, darah mengalir deras saat pria bertopeng mencabut pisau terbang Feng dan membuangnya.


"Kurang dalam ya," ucap Aying.

__ADS_1


"Beraninya kamu melukaiku," teriak pria bertopeng.


Uhuk uhuk.


Darah keluar dari mulut pria bertopeng setelah berteriak, Aying yang melihatnya hanya tersenyum, dirinya tidak mungkin meleset, pisau terbang yang dibuatnya dari unsur logamnya sengaja dilemparkannya ke dada sebelah kiri pria bertopeng.


Pria bertopeng berlutut sambil memegangi dadanya, Pria bertopeng menatap Aying yang berjalan mendekatinya dan saat ini berdiri di depannya.


"Sudah aku bilang, aku tidak ingin mencari masalah, aku hanya ingin memastikan kamu berada di pihak siapa," ucap Aying.


"Bunuh aku sekarang, jika kamu tidak membunuhku sekarang suatu hari nanti aku yang akan membunuhmu," sahut pria bertopeng.


"Sayangnya aku tidak punya banyak waktu, sampaikan salam ku pada Pangeran Putra mahkota suatu hari nanti aku akan datang kemari dan menghancurkannya jika dia terus menggunakan jasa pembunuh bayaran," ucap Aying.


"Kalau mau memeperbutkan posisi bersainglah secara adil," sambun Aying.


"Aku pergi sekarang, terima kasih karena memberiku hadiah," ucap Aying yang langsung berlari pergi.


"Hadiah apa?" tanya pria bertopeng.


Tak lama setelah melihat Aying berlari pergi pria bertopeng melihat beberapa pembunuh bayaran mengejarnya.


"Pembunuh bayaran itu pasti disuruh Pangeran mengikuti ku. Sial sepertinya memang tidak bisa terlepas darinya, dia pasti akan ada di pihak saingan Pangeran Putra mahkota," ucap pria bertopeng.


"Cih, hanya 2," gumam Aying.


"Keluarlah, kalian pasti rekan pembunuh bayaran yang mati itu," ucap Aying.


"Apa mau aku bantu lagi," sahut Wang.


"Sepertinya tidak perlu ini hanya semut," sahut Aying santai.


"Kamu, jangan katakan kamu adalah orang yang sama dengan sang misterius," ucap salah satu pembunuh bayaran.


"Iya atau tidaknya kenapa tidak kalian pastikan sendiri," sahut Aying.


"Bedebah, dia menantang kita," ucap pembunuh bayaran lainnya.


Aying hanya tersenyum tanpa mengeluarkan pedang miliknya, Aying ingin bermain-main dengan kedua pembunuh bayaran itu sebentar sebelum memutuskan membunuh keduanya.


Wheeeeeeesssss.

__ADS_1


Panah diarahkan ke Aying yang masih terdiam, walau hanya diam refleks menghindarnya sangat bagus Aying berulang kali menghindari anak panah yang terus diarahkan padanya.


"Dasar lemah, hanya seperti ini saja ingin menjadi pembunuh bayaran, lebih baik kalian menjadi biksu saja," ucap Aying.


Wheeeeeeeeeeessss.


Sambil menunggu anak panah ditembakkan lagi Aying tersenyum, tanpa mereka sadari Aying berlari ke arah salah satu dari mereka dan menendangnya sampai terlempar.


"Jil," teriak pembunuh bayaran yang melihat temannya terlempar.


"Tidak baik menghawatirkan orang lain saat bertarung," ucap Aying yang berdiri di belakang sang pembunuh bayaran.


Satu tusukan pisau terbang mengarah langsung ke jantung sang pembunuh bayaran, tidak berhenti sampai di situ Aying langsung menusukkan ujung tombak dari unsur air yang sudah dibekukannya ke tempat yang sama, hingga membuat darah pembunuh bayaran membeku.


"Bisa bertahan atau tidak itu tergantung padamu," ucap Aying.


"Dan untuk kamu, mari kita bersenang-senang," sambung Aying.


Wheeeeeeeeessss.


Wheeeeeeeeeeeeessssssss.


Aying mengeluarkan cakar apimya untuk mencabik-cabik pembunuh bayaran yang di tendangnya, cakaran harimau api yang digunakan Aying membuat tubuh pembunuh bayaran terkoyak sampai memperlihatkan isinya.


"Sayang sekali aku tidak bisa mengukir lambang tengkorak," ucap Aying sambil berjalan kembali menghampiri pembunuh bayaran yang mencoba bertahan.


"Ahhhhhhh, kamu cukup kuat ya," ucap Aying yang melihat sang pembunuh bayaran masih bernafas dan mencoba mencairkan es Aying.


"Kalau begitu bagaimana jika aku percepat saja, aku kasihan meliatmu yang seperti ini," sambung Aying.


"Sebenarnya siapa kamu?" tanya pembunuh bayaran dengan nafas tersengal.


"Aku adalah malaikat maut kalian semua para kelompok pembunuh bayaran," ucap Aying.


"Aku sudah bersumpah akan menghabisi kalian tanpa sisa, saat ini adalah langkah-langkah ku secara perlahan," sambung Aying yang langsung mengeluarkan pedang dunia bawah miliknya.


"Pedang itu bukannya," ucap pembunuh bayaran tidak percaya apa yang dilihatnya.


"Kamu bukan orang pertama yang terkejut, benar aku adalah orang itu aku juga yang membantai kelompok pembunuh bayaran yang ada di desa itu, akulah sang misterius yang dibanggakan banyak orang, dan yang terpenting aku adalah sang malaikat kematian," sahut Aying sambil membentangkan tangannya.


Wheeeeeeeeeeeesssss.

__ADS_1


Aying mengayunkan pedangnya menebas leher pembunuh bayaran di depannya. Cukup puas dirinya bermain-main, melihat pembunuh bayaran yang mati ketakutan semakin membuatnya merasa sangat puas lagi.


__ADS_2