Pendekar Wanita Pembantai

Pendekar Wanita Pembantai
Harapan Palsu


__ADS_3

Aying menangkap Elf kecil yang dilempar ke arahnya, melihat semuanya yang berlari pergi dengan sangat ketakutan Aying hanya tersenyum, Aying juga sengaja membiarkan mereka pergi agar mengira mereka sudah selamat.


"Kamu kembalilah, katakan pada semuanya tidak ada yang perlu mengejar mereka," ucap Aying.


"Terima kasih," sahut Elf kecil sambil berlari kembali memasuki wilayah ras Elf.


Aying langsung berlari mengejar Jing Ketua pelayan keluarga Ju dan anak buahnya, setelah melihat semuanya dari kejauhan Aying mengeluarkan angin untuk membawa mereka kembali padanya.


Jing dan anak buahnya berlutut paksa di bawah kaki Aying, terlihat jelas dari wajah mereka semua kalau mereka sangat ketakutan saat ini.


"Aku hanya pelayan ampuni aku, biarkan aku hidup," Jing bersujud berulang kali tanpa melihat ke arah Aying.


"Aku lupa kalau kamu hanya pelayan, sepertinya memang sudah seharusnya aku melepaskanmu," sahut Aying.


Wheeeeeeessssssss.


"Tapi tidak untuk mereka," sambung Aying yang baru saja menebas tubuh buah Jing menjadi dua.


Jing menelan ludah hanya satu kali tebasan semua tubuh anak buahnya terpotong menjadi dua, bulu kuduknya semakin berdiri tegak tidak bisa menebak apa yang akan terjadi padanya setelah itu.


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang, aku berjanji tidak akan datang kemari lagi," ucap Jing sambil bangkit berdiri.


"Tunggu, apa aku mengizinkanmu untuk pergi," sahut Aying tersenyum penuh arti.


"Bukannya kamu bilang ingin melepaskan ku," ucap Jing dengan tangan gemetar, melihat ekspresi Aying dia tau wanita gila ada di depannya tidak akan melepaskannya.


Wheeeeeeeeeeesssssss.


Tidak ingin tinggal diam mati begitu saja Jing mengarahkan pisaunya yang beracun ke arah Aying yang hanya diam, gerakan Jing yang terbaca oleh Aying membuatnya bergegas menghindar.


"Tadinya aku ingin melepaskanmu, tapi karena kamu sudah menyerangku tidak ada kata maaf untukmu," ucap Aying.


Wheeeeeeeeesssssss.


Aying melemparkan pisau elemen Logamnya dari jarak jauh, dengan cepat pisau Aying mengarah ke salah satu tangan Jing dan memutuskannya.


"Arrrrrrkkkkh."


Jeritan Jing disambut senyuman puas oleh Aying. Ayinh berjalan mendekati Jing yang memegangi tangannya, Aying berjongkok di depan Jing dan mengangkat kepalanya.


"Siapa kamu? Kamu sudah jelas bukan dia?" tanya Jing menatap Aying.

__ADS_1


"Sepertinya kamu mengenalnya dengan baik, kalau begitu coba ceritakan padaku apa saja yang kamu tau," sahut Aying.


"Menceritakan apa, dia sudah mati di tangan para kelompok pembunuh bayaran," ucap Jing yang langsung menutup mulutnya.


"Kamu mengetahuinya dengan benar, keluarga Ju pasti terlibat dengan pembunuh bayaran itu bukan," sahut Aying.


Jing memalingkan wajahnya, dirinya walau hanya pelayan cukup tau banyak tapi tidak mungkin baginya mengkhianati keluarga Ju yang sudah seperti keluarganya sendiri.


"Aku tau kamu tidak mau cerita, jadi bagaimana jika kita buat kesepakatan saja," ucap Aying.


"Kesepakatan apa?" tanya Jing.


"Jika kamu menjawab satu pertanyaanku kamu bisa mundur 5 langkah dariku, tapi jika kamu tidak menjawab aku akan maju 2 langkah untuk memotong salah satu anggota tubuhmu," ucap Aying sambil menyeringai.


Gleeeg.


Jing menelan ludah kesempatan seperti itu sangat langka. Jika dirinya terus menjawab dirinya akan semakin menjauh dari wanita di depannya dan kesempatan untuknya hidup masih ada.


"Aku setuju," ucap Jing.


"Baiklah, kalau begitu mulai dengan pertanyaan pertama. Berapa kelompok pembunuh bayaran yang terlibat pembantaian Klan Saga?" tanya Aying.


"40 lebih kelompok pembunuh bayaran, tapi aku tidak tahu jumlah pastinya," ucap Jing.


"Pertanyaan kedua selain keluarga Ju keluarga mana lagi yang terlibat?" tanya Aying.


"Keluarga Jin, keluarga Yang, keluarga Wi dan keluarga Sen" ucap Jing.


"Silahkan mundur," sahut Aying.


"Pertanyaan selanjutnya, selain 5 keluarga besar itu apa ada lagi yang terlibat?" tanya Aying.


"Ada, kelima keluarga di dukung kerajaan, itu kenapa saat pembantaian Klan Saga tidak ada yang membantu," ucap Jing.


"Karena perintah dan larangan untuk membantu Klan Saga siapa yang bergerak menyelamatkan akan dianggap musuh dan akan dieksekusi mati seluruh keluarganya," sambung Jing.


"Mengerikan juga, silahkan mundur. Kalau begitu pertanyaan terakhir, kerajaan mana yang terlibat?" tanya Aying.


"Aku tidak tau, yang mengetahui itu hanya pena tua keluarga saja," ucap Jing.


"Sayang sekali kamu tidak bisa menjawab pertanyaan terakhir, sesuai perjanjian aku akan memotong satu anggota tubuhmu bersiaplah," sahut Aying.

__ADS_1


Wheeeeeeeeeeeeeesssss.


Kepala Jing terputus dari lehernya dengan satu kali tebasan jarak jauh, Aying menegaskan dirinya memang berkata akan menebas satu anggota tubuh Jing tapi dirinya tidak bilang kalau bagian mana yang akan dipotongnya.


"Aku mendapatkan informasi yang sangat berharga, kalian semua tunggu aku," ucap Aying sambil mengepalkan tangannya.


"Caramu cukup sadis, disaat dia mendapat harapan untuk hidup di situ kamu merenggutnya," sahut Wang.


"Dia pantas mendapatkan, dan mereka juga," ucap Aying.


"Tunggu, aku tidak boleh melupakan sesuatu yang sangat penting," sambung Aying.


"Apa?" tanya Wang.


"Tentu saja menggambar tengkorak di tubuh mereka," ucap Aying.


Selesai menggambar tengkorak Aying bergegas kembali, dirinya masih harus menguasai unsur jayu sebelum meninggalkan wilayah ras Elf.


Aying yang baru masuk disambut Ratu Elf dan lainnya, mereka penasaran apa yang sudah terjadi pada manusia-manusia yang berani menculik anggota mereka.


"Mereka semua sudah mati," ucap Aying tanpa menunggu ditanya.


"Apa kamu yang membunuh mereka?" tanya Sain.


"Kenapa aku harus membunuh mereka, aku hanya keluar untuk memastikan sayang sekali aku hanya melihat mayat mereka yang sudah tidak utuh," sahut Aying santai walau sedang berbohong.


Elf kecil menatap Aying dengan teliti, Elf kecil itu sangat yakin manusia yang menggunakan jubah hitam itu adalah manusia di depannya, tapi apa alasan manusia itu tidak ingin mengakuinya.


Aying yang sadar Elf kecil melihatnya hanya tersenyum, Aying mengedipkan matanya meminta Elf kecil untuk menjaga rahasianya. Elf kecil membalas senyuman Aying dan menutup mulutnya dengan tangan, Elf kecil itu memberi isyarat kalau dia akan diam dan tidak mengatakan apa-apa.


"Aku kira ada apa, menggangguku saja," ucap Feng sambil berjalan melewati Sain.


Aying kembali masuk ke tempat sebelumnya dan langsung duduk, karena tidak ingin membuang waktu semua harus diselesaikannya secara cepat.


"Apa kamu yakin bukan kamu yang melakukannya?" tanya Sain.


"Aku atau bukan apa urusannya denganmu," ucap Aying.


"Aku bertanya bagus-bagus padamu, begitu jawaban mu dasar manusia tidak sopan," sahut Sain.


"Kamu sudah tau aku tidak sopan, aku juga tau kamu tidak menyukaiku jadi lebih baik pergilah, aku tidak memiliki waktu berbicara padamu," ucap Aying bersiap menutup matanya.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan pergi mencari tau apa yang terjadi pada mereka, saat aku mendapat bukti kamu tidak akan bisa bicara lagi," sahut Sain yang langsung berjalan pergi.


"Lakukan saja," ucap Aying tidak takut.


__ADS_2