Pendekar Wanita Pembantai

Pendekar Wanita Pembantai
Orang Sombong


__ADS_3

Sejak pertama kali bertemu Wang sangat misterius, Wang tidak pernah memberitahu apa tujuannya yang tiba-tiba memintanya menjadi murid, setelah mendengar Wang akan memberitahu rahasianya Aying menjadi tidak sabar ingin mendengarnya.


"Hi bawa aku ke kota terdekat," ucap Aying.


Auuuuuuuuuuuuuuuuu.


Serigala salju membawa Aying ke arah kota yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini, serigala Salju memiliki indera yang sangat tajam menggunakan penglihatannya Hi membawa Aying menuju kota Zwua.


Di depan gerbang kota Zwua Aying meminta hi berhenti, melewati gerbang kota dengan gaya misterius Aying menggunakan jubah hitamnya.


Sampai di tengah kota Aying mencari balai pengobatan terdekat, Aying ingin menjual pil yang baru dibuatnya untuk tambahan bekal perjalanannya.


"Apa aku bisa bertemu pemilik balai pengobatan?" tanya Aying.


"Tuan Bei tidak ada, apa yang ingin kamu beli," ucap sang pelayan terlihat tidak suka dengan Aying.


"Aku tidak ingin membeli, aku ingin menjual pil buatan ku," sahut Aying.


"Apa kamu bercanda, balai pengobatan Cai adalah balai pengobatan terkenal, selain tabib kami memiliki beberapa alchemist yang membuat pil kami sendiri," ucap sang pelayan.


"Kalau begitu di mana aku bisa menjual pil di kota ini?" tanya Aying.


"Lagi-lagi kamu bercanda, pemasok pil di kota ini balai Cai kami adalah satu-satunya, pil tingkat rendah buatanmu kamu berikan percuma saja tidak akan ada yang mau," ucap sang pelayan.


Aying yang awalnya hanya menundukkan kepala langsung mengangkatnya, Aying menatap sang pelayan dengan tajam bersiap membunuhnya.


"Ada apa ini?"


Suara dari luar menghentikan rencana Aying, Aying menolehkan kepalanya melihat ke arah pria muda seumurannya berjalan ke arah sang pelayan.


"Tuan Bei," ucap sang pelayan pelan.


"Maaf membuat keributan Tuan, orang ini ingin menjual pil, aku sudah mengatakannya kalau kita memiliki alchemist sendiri dia malah bersikeras ingin menjual pil nya," sambung sang pelayan.


"Semua yang dikatakannya memang benar nona kami memiliki alchemist sendiri, kami tidak membutuhkan pil lain," ucap Bei pemilik balai pengobatan.


"Apa kamu yakin semua yang dikatakannya benar?" sahut Aying.


"Tentu saja," ucap Bei.


"Kalau begitu tidak masalah," sahut Aying sambil berjalan keluar.


Di depan balai pengobatan Aying berdiri, harga dirinya diinjak-injak tentu saja dirinya harus membalasnya.


"Aku membutuhkan satu orang untuk mencoba pil ku, aku akan memberikan 2 keping emas untuknya," teriak Aying.

__ADS_1


Warga yang lewat terhenti mendengar teriakan Aying, mereka tidak mengenal Aying mereka ragu dengan perkataan Aying yang ingin memberikan 2 keping emas, apalagi mereka tidak tau pil apa yang akan mereka coba.


"Kamu yang di sana," panggil Aying menunjuk ke arah wanita jelek yang hanya menundukkan kepalanya.


Semua warga menatap ke arah In, wanita jelek yang ada di kota itu. In sudah cukup umur untuk menikah, tapi karena wajahnya yang sangat jelek pemuda di kota tidak ada yang ingin menikahinya.


"Aku," ucap Iin menunjuk dirinya sendiri.


"Orang bodoh, apa yang ingin dilakukannya memanggil wanita jelek itu," bisik para warga yang masih bisa di dengar oleh Aying.


In berjalan ke arah Aying dan berdiri tepat di depannya, In tidak berani mengangkat kepalanya melihat ke arah Aying, wajah jeleknya sudah pasti membuat Aying ketakutan dan menyesal telah memanggilnya.


"Angkat kepalamu," ucap Aying.


In mengangkat kepalanya, berbeda dari pemikiran In Aying sama sekali tidak jijik setelah melhatnya, Aying mengeluarkan satu pil


buatannya dan memberikannya ke In dan memintanya untuk langsung menelannya.


"Tidak perlu bertanya, kamu akan tau setelah menelannya," ucap Aying.


In hanya menganggukkan kepalanya, tanpa bertanya in menelan pil dari Ayng. Setelah menelan pil yang diberikan Aying wajah In berubah sekeyika, wajah In yang dipenuhi bercak hitam menjadi bersih mulus, tidak hanya bersih wajah in bahkan bersinar mengalahkan kecantikan Putri kerajaan.


"Ini pasti tidak nyata, wanita jelek itu bagaimana bisa menjadi cantik hanya dengan minum pil darinya," bisik para warga.


"Cantik, siapa yang cantik," ucap In yang mendengar pembicaraan para warga.


"Ambillah ini yang aku janjikan tadi," ucap Aying memberikan 2 keping emas ke In.


"Tidak, tidak perlu. Seharusnya aku yang membayar pil itu," sahut In.


"Aku tidak pernah mengingkari janji, ambil saja," ucap Aying.


"Terima kasih Nona," sahut In langsung menundukkan kepalanya berulang kali.


Aying bergegas menghampiri Hi yang berada tidak jauh darinya, niat Aying yang ingin memamerkan pil kecantikannya sudah berhasil, mereka yang meremehkannya pasti menyesal dan akan melakukan sesuatu.


"Wanita jelek itu beruntung sekali nasibnya, sudah berubah menjadi cantik dapat kepingan emas juga," bisik para warga yang iri dan menyesal.


"Nona," panggil Bei.


Aying yang baru menaiki Hi melihat ke arah Be, Feng tersenyum melihat Bei yang berjalan ke arahnya.


"Aku rasa ada kesalahpahaman diantara kita, bisa kita masuk dulu dan berbicara di dalam," ucap Bei.


"Aku tidak ada waktu," sahut Aying.

__ADS_1


"Hi mari kita pergi," sambung Aying.


Tap, tap, tap.


Tap, tap, tap.


Hi membawa Aying keluar kota Zwua, setelah cukup jauh Aying meminta Hi untuk berhenti karena ada yang harus diselesaikannya.


"Tunggu sebentar di sini," ucap Aying.


Auuuuuuuuuu.


"Keluar untuk apa bersembunyi," ucap Aying.


"Tuan Bei benar dia bukan orang sembarangan kita harus berhati-hati," ucap salah satu suruhan Bei.


Aying hanya diam menatap 2 orang suruhan Bei, mengirim 2 orang yang bahkan tidak tau seberapa kuat orang yang akan mereka lawan membuat Aying hanya tersenyum.


"Kalian di suruh merampokku," ucap Aying.


"Benar, kami di suruh merampokmu karena kamu tidak menghargainya," sahut satunya lagi.


"Seharusnya dia sadar diri siapa yang tidak menghargai siapa," ucap Feng sambil menyiramkan beberapa tetes ramuan ke arah keduanya.


"Panas."


Keduanya serentak berteriak, kulit mereka terasa seperti terbakar setelah terkena air ramuan Aying.


"Kembalilah, minta dia datang kemari menemui ku jika kalian ingin tetap hidup," ucap Aying.


Suruhan Bei bergegas pergi, keduanya langsung menghadap Bei yang bersiap duduk menunggu hasil dari mereka.


"Tuan, tolong kami," ucap keduanya yang langsung berlari ke arah Bei dan memeluk kakinya.


"Kalian kenapa sudah kembali, di mana pil yang aku suruh ambil darinya," sahut Bei sambil berdiri.


"Kami tidak berhasil, tubuh kami seperti terbakar, dia menyiramkan sesuatu pada kami. Jika kami ingin sembuh dia meminta Tuan untuk menemuinya sendiri ke sana," ucap salah satu suruhan Bei.


"Kalau begitu kalian mati saja, dasar tidak berguna," sahut Bei.


"Arrrrrrrrrrrkkkkkh, Tuaaaaaan." Teriak keduanya yang menjadi abu seketika.


"Sial, sepertinya aku memang salah meremehkan orang," ucap Bei.


"Apa ini, kenapa kakiku terasa sangat panas."

__ADS_1


Bei memegangi kakinya yang melepuh, panas, sakit dirasakannya menjadi satu sama seperti yang dirasakan kedua suruhannya, seketika Bei tahu kalau Aying melakukan sesuatu agar dirinya juga terkena seperti bawahannya.


__ADS_2