
Di tengah hujan deras Aying pergi meninggalkan kota, pembantaian 2 tempat berbeda dalam semalam menghebohkan seisi kota dan menyebar ke kota lainnya dalam waktu singkat.
Saat itu juga Aying meminta Hi membawanya ke kota Teng yang tidak jauh dari kota Bagan, sampai di gerbang kota Aying berjalan dengan santai memasuki kota setelah melemparkan beberapa keping emas ke penjaga.
Aying langsung membawa Hi ke sebuah penginapan yang tidak jauh dari gerbang kota, semua orang menatap ke Feng yang berdiri di depan pintu masuk bersama seekor serigala di sampingnya.
"Ada apa?" tanya Aying yang melihat semua orang menatap ke arahnya.
"Nona tidak perlu menghiraukan mereka, Tuan datang kemari apa mau memesan kamar?" tanya pelayan penginapan.
"Beri aku kamar termahal, aku juga membutuhkan pelayan pria tampan," ucap Aying.
Semua yang melihat ke arah Aying membuang muka dengan cepat, mereka mengira sehebat apa orang yang memelihara seekor serigala putih, mendengar Aying yang memesan pria di siang bolong semua berpikiran sama ternyata orang itu hanya nona muda yang suka bersenang-senang tidak peduli dengan waktu.
"Cih, apa kalian sudah mendengarnya?" tanya seseorang yang baru saja memalingkan wajahnya.
"Apa yang kamu maksud kabar pembantaian di kota Bagan?" tanya lainnya.
"Aku sudah mendengarnya, kira-kira siapa yang membantai keluarga Ju dan pembunuh bayaran tangan iblis itu," sahut pria berbadan gemuk.
"Sudah pasti orang itu sangat hebat, tidak seperti yang hanya berlagak hebat," ucap pria lainnya sambil melirik ke arah Aying.
Aying hanya tersenyum mendengar perkataan pria yang tidak dikenalnya itu sambil mengikuti sang pelayan, andai mereka tau kalau yang membantai adalah dirinya orang-orang itu pasti akan terkejut setengah mati.
"Silahkan Nona," ucap pelayan yang baru membuka pintu kamar.
"Maaf Nona, pelayan pria nya mau dipanggil sekarang atau nanti malam?" tanya pelayan.
"Aku mau sekarang, aku hanya mau satu pelayan yang mau melayaniku sampai aku keluar dari sini," sahut Aying.
Aying bisa melihat sang pelayan menyunggingkan bibir sedikit sambil berjalan pergi, Aying tau apa yang dipikirkan pelayan itu, yang dipikirkan pelayan itu tentu saja tidak sama dengan yang dipikirkan olehnya saat ini.
Tok tok tok.
Tok tok tok.
Di dalam kamar Aying yang menyimpan energinya masuk ke dalam lautan spiritualnya mendengar suara pintu di ketuk, Aying langsung membuka matanya dan berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
"Masuklah," ucap Aying.
Seorang pria yang sangat tampan masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur Aying, tanpa disuruh pria itu membuka baju luarnya dan tersenyum manja menggoda Aying, pria itu bahkan bersiap membuka celananya.
"Apa yang kamu lakukan, cepat pakai bajumu kembali," ucap Aying.
"Tapi bukannya Nona minta ditemani, Ang pelayan yang disuruh menemani Nona," sahut Ang yang kembali memakai bajunya.
"Aku tau itu, aku memang meminta seseorang menemaniku tapi aku tidak bilang menemaniku untuk tidur, ambillah ini dan telan lah sekarang," ucap Aying melempar daun yang baru diremasnya.
Ang terlihat ragu untuk menelan daun pemberian Aying, Ang berpikir bisa saja daun itu beracun dan wanita yang memesannya sengaja ingin membunuhnya.
Aying yang tau Ang ragu langsung mengeluarkan 2 keping emas dari dalam cincin ruangnya, melihat keping emas di tangan Aying Ang bergegas menelan daun di tangannya sekalipun itu racun Ang sama sekali tidak peduli.
Aying melemparkan emas di tangannya setelah melihat Ang menelan daun yang diberikannya, dirinya akan selalu menepati janjinya termasuk memberikan keping emas.
"Terima kasih," ucap Ang.
"Tidak perlu berterima kasih, daun yang kamu telan adalah daun sanca, daun itu sangat beracun dalam satu hari satu malam daun itu akan membunuhmu, mulai saat ini kamu harus menuruti ku dan tidak memberikan informasi yang kita bicarakan pada orang luar, jika tidak jangan salahkan aku tidak memberimu penawarnya," sahut Aying.
"Aku tidak akan melakukannya, aku berjanji," ucap Ang ketakutan mendengar dirinya akan mati hanya dalam waktu semalam.
"Beritahu aku semua yang kamu tau tentang keluarga Liu," ucap Aying.
"Keluarga Jiu keluarga terkenal di kota ini, nona ingin aku memberitahu dari mana?" tanya Ang.
"Terserah kamu, aku ingin tau semua tentang keluarga Liu tanpa terkecuali," sahut Aying.
Ang menceritakan semua tentang keluarga Liu yang diketahuinya, keluarga Liu terkenal sangat sombong dan sok berkuasa di kota, hampir semua orang tidak menyukainya tapi karena keluarga Jiu dilindungi tidak ada yang berani berbuat apa-apa pada mereka.
"Siapa yang melindungi mereka?" tanya Aying.
"Tidak ada yang tau, siapa saja yang mencari masalah dengan keluarga Liu semua keluarganya akan mati tanpa sisa," ucap Ang.
Aying berpikir yang melindungi keluarga Jiu pasti anggota kerajaan, walau dirinya tidak tau kenapa sampai anggota kerajaan melindungi keluarga Liu.
"Apa lagi yang kamu tau tentang keluarga Jiu?" tanya Aying.
__ADS_1
"Aku mendengar kabar kalau malam ini kepala keluarga Jiu mengadakan jamuan untuk orang penting," ucap Ang.
"Siapa?" tanya Aying.
"Tidak tau, perjamuan itu tertutup mungkin kepala keluarga Liu ingin membahas sebuah rahasia," ucap Ang lagi.
Aying menganggukkan kepala, Aying berpikir orang yang disambut keluarga Liu mungkin saja anggota kerajaan, malam ini sepertinya kesempatan lagi-lagi datang padanya.
Arrrrrrrrrrrrrrrrkkkkkkh.
Auuuuuuuuuuuuuuuuuuu.
Suara teriakan mengejutkan Ang yang langsung menatap Aying, suara teriakan yang diikuti lolongan serigala itu pasti ada hubungannya dengan serigala Aying yang ada di luar.
Mendengar suara Hi Aying bergegas keluar diikuti Ang di belakangnya, sampai di bawah Aying berjalan ke arah Hui yang sudah dikelilingi banyak orang.
"Itu dia pemilik serigala putih," ucap pria yang sedari awal tidak menyukai Aying.
Aying tidak menghiraukan semua orang yang ada di sekelilingnya, Aying yang berdiri di samping Hi mengusap kepalanya meminta Hi tetap tenang.
"Serigalamu membunuh orang, kamu harus bertanggung jawab," ucap pria itu lagi sambil menunjuk Aying.
"Apa kamu berbicara padaku," sahut Aying.
Aying memutar badannya menatap pria yang berdiri di depannya, Aying berjalan mendekatinya dan memberikan 2 kepingan emas padanya. Sang pria yang mendapat kepingan emas dari Aying terkejut, dirinya yang
berusaha memfitnah Aying kenapa malah diberi hadiah.
"Ambillah itu dan tutup mulut bau mu, serigala ku bilang kamu dan orang yang sudah mati itu yang mencari masalah dengannya. Jika kamu tidak mau mengaku akan aku ambil kembali emas itu," ucap Aying.
"Aku mengaku, memang benar aku dan Eg yang berusaha mengambil serigala itu, Eg mati karena pantas menerimanya," sahut pria itu sambil tersenyum.
"Kalian sudah mendengarnya sendiri, sekarang bubar. Kalian membuat serigala ku kesal saja," ucap Aying.
"Cih, ternyata mereka yang salah," sahut beberapa orang yang langsung bubar.
Melihat semua orang bubar Aying tersenyum, Aying menatap pria yang berjalan sambil memegangi kepingan emas pemberiannya.
__ADS_1
"Tanganku, kenapa dengan tanganku. Arrrrrrrrrrrrrkkkh."