Pendekar Wanita Pembantai

Pendekar Wanita Pembantai
Sumpah


__ADS_3

Aying berjalan pergi dengan perasaan yang cukup puas, membunuh beberapa pembunuh bayaran tadi semakin membuat Aying ingin segera bertambah kuat dan membantai semua pembunuh bayaran lainnya tanpa sisa.


"Kamu pasti ingin menguasai unsur Bumi, apa kamu sudah dapat tempat yang cocok untuk itu?" tanya Wang.


"Unsur Bumi unsur yang sangat mudah di dapat tempatnya, bahkan saat ini di sini saja aku bisa mencobanya," ucap Aying sambil terus berjalan pergi.


"Jadi kenapa tidak kamu coba," sahut Wang.


"Tidak, aku akan ke tempat yang bisa digunakan menguasai unsur.bumi dan kayu dengan begitu itu akan mempersingkat waktu," ucap Aying.


"Tunggu, kamu tidak mungkin ingin ke tempat para peri itu bukan," sahut Wang.


"Mereka bukan Peri yang ada di cerita rakyat, ras Elf hampir sama dengan ras kurcaci, mereka punya wilayah sendiri dan punya bentuk yang berbeda dengan manusia pada umumnya," ucap Aying menjelaskan.


"Menurutku sama saja, karena wanita dan pria ras Elf semua sangat cantik seribu manusia tidak bisa disamakan dengan mereka," sahut Wang.


"Terserah kamu saja, aku akan ke sana," ucap Aying mengangkat bahunya.


"Apa kamu tau di mana tempatnya?" tanya Wang.


"Tentu saja," ucap Aying dengan santai.


***


Melewati beberapa kota besar dan kecil bahkan desa terpencil Aying tiba di hutan milik wilayah ras Elf. Aying menatap dua pohon besar yang menjadi gerbang pemisah wilayah manusia dan Elf yang sudah diresmikan tidak diusik satu sama lain.


Tanpa banyak berpikir Aying melangkahkan kakinya memasuki wilayah Elf yang masih sangat hijau, wilayah Elf terkenal dengan hasil alam yang sangat melimpah ruah setelah melihat sendiri Aying akhirnya mempercayainya.


"Ini Wilayah Kami! pergi Dari sini!".


Suara teriakan menarik perhatian Aying dan membuatnya menghentikan langkahnya, dari atas pohon Aying melihat banyak pria Elf menarik anak panah dan mengarahkan padanya.


Treeeeeeeeeeng.


Aying dengan cepat mengeluarkan unsur Logam membentuk perisai, anak panah pria Elf yang terpental saat terkena perisai Aying membuat salah satu pria Elf di atas pohon sangat marah.


Suara teriakan seperti sebelumnya kembali terdengar, suara semakin banyak dan menggema sangat keras, Aying melihat ke arah pohon yang ada di sekitarnya, saat ini dirinya sedang dikepung Elf pria dan wanita bahkan anak kecil juga ada di atas sana.


"Apa kamu tidak tau ras Elf dan manusia sama seperti ras kurcaci dan manusia, kalian sama-sama bermusuhan," ucap Wang.


"Aku tau itu," sahut Aying.


"Jadi kali ini apa kamu datang tanpa persiapan," ucap Wang.

__ADS_1


"Menurutmu," sahut Aying sambil tersenyum penuh arti.


Aying mengambil pil kecantikan dari dalam cincin ruangnya dan mengangkatnya ke atas, Aying bisa melihat para Elf dari atas mengenduskan hidungnya mencium bau pil miliknya yang ada di tangannya saat ini.


"Tunggu, apa hubungannya para Elf dan pil kecantikan?" tanya Wang yang sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Aying


Elf pertama turun dari pohon dan berjalan ke arah Aying, anak panahnya masih berada di dada bersiap memanah Aying kapan saja jika berani bergerak.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya pria Elf matanya terus menatap pil yang ada di tangan Aying.


"Aku ingin bertemu dengan Ratu Elf," ucap Aying.


"Ada urusan apa kamu ingin bertemu dengan Ratu?" tanya pria Elf mengernyitkan dahi, wajahnya yang seperti itu telrihat lebih tampan.


"Apa urusanku itu bukan urusanmu, aku akan pergi jika kamu tidak mengizinkan aku bertemu Ratu," ucap Aying memutar badannya bersiap pergi.


"Tunggu, ikut dengan ku," sahut pria Elf.


Aying tersenyum sambil memutar badannya, tanpa banyak bicara Aying mengikuti pria Elf di depannya dan di belakangnya Elf lain mengikutinya berjaga-jaga jika dirinya menimbulkan masalah.


"Aku peringatkan kamu jangan macam-macam pada Ratu atau kami tidak akan segan untuk membunuhmu," ucap pria Elf yang baru membuka pintu rumah Ratu Elf.


Aying mengangkat bahunya sambil berjalan masuk ke dalam, sampai di dalam Aying di sambut Elf muda yang mengantar Aying menemui Ratu Elf.


"Ratu ada di dalam," ucap Elf muda yang langsung meninggalkan Aying.


Mendengar suara dari dalam Aying bergegas masuk, Aying menatap Ratu Elf tanpa berkedip yang duduk di singgasananya.


Satu kata yang sangat cocok untuknya Sempurna, tapi Aying tidak bisa mengatakannya secara langsung seperti itu.


"Siapa kamu? Dan apa maumu manusia," tanya Ratu Elf


"Namaku Aying aku hanya ingin tinggal di sini untuk beberapa hari," ucap Aying.


"Beri aku alasan dan balasan," sahut Ratu Elf lagi yang masih curiga.


"Alasannya tidak bisa aku kasih tau, tapi aku akan memberikan ini sebagai imbalan," ucap Aying.


Aying bisa melihat Ratu Elf mengenduskan hidungnya mencium bau pil di tangannya, Ratu Elf langsung turun dari singgasananya dan berjalan ke arah Aying dan menatap tangannya.


"Pil kecantikan buatan manusia, sangat menarik," ucap Ratu Elf.


"Lebih tepatnya itu buatanku sendiri," sahut Aying.

__ADS_1


"Kamu membuatnya sendiri? Aku tidak percaya," ucap Ratu Elf memandang Aying sinis.


"Tidak masalah kamu percaya atau tidak, pil itu akan menjadi milikmu aku hanya ingin berada di sini beberapa hari, aku berjanji aku tidak akan merusak apa yang ada di sini dan tidak akan memberitahu manusia lainnya," sahut Aying.


"Apa perkataan manusia bisa dipercaya?" tanya Ratu Elf.


"Tentu saja tidak bisa, tapi kamu bisa percaya padaku jika aku merusak tempat kalian aku siap menerima hukuman dari alam," ucap Aying.


"Lagipula apa kamu tidak mau pil ini, di sini bahan untuk membuatnya sangat banyak tapi tanpa formula atau pil ini kalian tidak akan bisa membuatnya," sambung Aying.


"Baiklah, hanya kamu satu-satunya manusia yang akan aku percaya tapi dengan satu syarat," sahut Ratu Elf.


"Katakan saja," ucap Aying.


Malam harinya semua Elf dikumpulkan, pria Elf yang menangkap Aying berada di sisi Ratu, Aying masih tidak mengerti apa yang akan dilakukan sang Ratu kenapa sampai mengumpulkan semua Elf.


Suara seperti itu lagi-lagi terdengar, bedanya suara itu pelan dan dipimpin oleh sang Ratu.


"Hari ini aku mengumpulkan kalian semua karena ingin memberitahu sesuatu, aku tau ras Elf dan manusia menjadi musuh sudah sejak lama tapi kali ini aku sebagai Ratu membuat pengecualian." ucap sang Ratu.


"Manusia yang ada di sampingku bernama Aying, mulai dari sekarang dia akan bersumpah menjadi keluarga Elf dia akan bersumpah tidak akan membunuh kita mulai saat ini dan seterusnya," sambung sang Ratu.


"Tapi Ratu apa manusia bisa dipercaya?" tanya Elf wanita ragu.


"Kita bisa percaya setelah bersumpah, bagaimana apa kamu keberatan," ucap sang Ratu.


"Sebenarnya keberatan, karena dari awal Ratu tidak mengatakannya padaku tapi aku akan tetap bersumpah seperti yang kalian inginkan," sahut Aying.


"Kalau begitu mari lakukan sumpah," ucap sang Ratu.


Aying di minta meneteskan darahnya di atas api yang sudah disediakan, tak berselang lama Ratu Elf juga meneteskan darahnya disusul pria Elf yang sebelumnya menangkap Aying dan mengantarkannya bertemu dengan Ratu Elf


"Ikuti kata-kataku," ucap sang Ratu.


"Aku manusia dengan ini bersumpah aku akan menjadi keluarga dengan ras Elf, aku bersumpah tidak akan menyakiti ras Elf di masa kini dan nanti," ucap sang Ratu yang langsung diikuti oleh Aying.


Plok plok plok.


Suara kembali diserukan bersamaan dengan suara tepukan tangan. Semua Elf yang ada di depan Aying langsung berbaris mengelilingi api di depan mereka yang baru saja dijadikan saksi sumpah.


"Itu tradisi kami, kamu sudah resmi menjadi saudara kami," ucap sang Ratu.


"Satu lagi, ini Putraku Sain aku harap kedepannya kalian bisa lebih akrab," sambung Ratu Elf.

__ADS_1


"Luar biasa, aku tidak menyangka kamu sampai melakukan sumpah keluarga," ucap Wang.


"Aku juga tidak mengetahuinya, tapi karena hanya itu satu-satunya cara aku tidak keberatan itu juga tidak merugikan ku," sahut Aying.


__ADS_2