
Aying menatap Sain yang berdiri di depan perbatasan antara hutan Elf dan tempat manusia, Aying tahu Sain pasti sedang menunggunya karena tidak terima dikalahkan olehnya yang seorang wanita dan dari ras manusia.
"Jangan bangga, aku akan menang lain waktu ingat itu," ucap Sain berdiri di depan Aying
"Hanya harpan palsu," sahut Aying menghentikan langkahnya dan menyunggingkan bibirnya.
"Haaaaaaah."
Sain menghela nafas dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dari pil kecantikan milik Aying Sain tahu kalau Aying seorang alchemist, Sain memberikan puluhan macam tanaman herbal yang ada di wilayah Elf untuk Aying karena menganggap Aying adalah saudaranya.
"Ambil ini, pasti akan berguna untuk mu," ucap Sain.
Aying yang mencium bau-bau tanaman herbal dari kantung pemberian Sain langsung menatapnya, Aying tidak mengerti kenapa Sain memberikan semua itu padanya bukankah Saim tidak suka padanya dan menganggapnya sebagai musuh.
"Kenapa kamu memberikannya?" tanya Aying mencoba memastikan.
"Karena kita keluarga, bukankah itu jelas," ucap Sain yang langsung masuk ke dalam.
Setelah Elf kecil memberitahu Sain bahwa benar Aying yang membunuh manusia-manusia itu Sain mencoba mencari kebenarannya, di tempat kejadian Sai n melihat mayat yang mati dengan ukiran tengkorak di tubuh mereka.
Ukiran yang dibuat menggunakan darah adalah petunjuk terbesar, saat menatap Aying dari atas Sain melihat di sela jari Aying masih ada noda darah yang tersisa, itu juga yang membuatnya yakin kalau Aying memang benar pembunuh mereka semua.
"Keluarga, apa aku tidak salah dengar," ucap Aying.
"Memangnya kenapa? Bukannya kamu memang sudah menjadi bagian dari keluarga mereka," sahut Wang.
"Kamu seharusnya tau keluarga saat ini tidak penting bagiku, dengan adanya mereka musuh akan mengira mereka adalah kelemahan ku," ucap Aying.
"Bukannya tidak ada yang tau, sudahlah tidak buruk juga menjadi keluarga rad Elf," sahut Wang.
Aying hanya diam sambil terus berjalan pergi, Aying meyakinkan dirinya sendiri kalau dia hidup kembali untuk membalas dendam bukan untuk mencari keluarga baru.
"Lupakan tentang mereka, kenapa tidak kamu buka apa yang diberikan Elf itu padamu," ucap Wang.
"Hanya tanaman herbal," sahut Aying.
"Kamu sudah cukup lama tidak membuat pil, kenapa tidak kamu istirahatkan dirimu dengan membuat pil dan ramuan," ucap Wang.
"Sepertinya perkataan mu ada benarnya," sahut Aying.
__ADS_1
Aying berjalan pergi menjauh meninggalkan wilayah ras Elf, sepertinya memang dirinya saat ini membutuhkan istirahat, menguasai 4 elemen dan berjalan ribuan kilometer sudah seharusnya dirinya memberikan istirahat paling nyaman untuk tubuhnya.
Di pinggiran hutan Aying menatap danau yang memiliki air berwarna hijau jika dilihat di kejauhan, suasana hutan dan air yang ada di dekatnya sangat cocok untuk beristirahat, anpa berpikir panjang Aying langsung mengeluarkan tungkunya dan bersiap membuat pil.
Semua tanaman herbal di susun Aying di depannya, Sain memberikan banyak cukup banyak tanaman herbal, jika dibuat banyak pil dirinya akan mendapatkan kepingan emas tambahan untuk bekal perjalanannya yang tanpa batas.
Sambil menunggu pil siap Aying juga membuat 6 ramuan dari bahan yang tersisa, Setelah selesai Aying sengaja membiarkan tutup keenam ramuan terbuka agar angin segar ikut masuk ke dalam botol sebelum ditutupnya.
"Insting Harimau ku mengatakan ada yang sedang mendekat," ucap Wang.
"Lebih tepatnya dia sudah sejak awal berada di sekitar sini, bau dari ramuan ku sepertinya menarik perhatiannya," sahut Aying.
"Memangnya ramuan apa yang kamu buat?" tanya Wang.
"Hanya ramuan biasa, 2 botol ramuan teratai darah, 2 botol ramuan lotus merah dan 2 botol ramuan rahasia," sahut Aying.
"Bukannya 4 botol itu ramuan racun semua? kenapa selalu ada ramuan rahasia setiap kamu membuatnya?" tanya Wang.
"4 botol itu akan menjadi racun mematikan jika digunakan atau diminum begitu saja, aku sudah menyimpan tanaman yang membuat ramuan itu bukan menjadi racun tapi menjadi ramuan yang sangat berkhasiat untukku," ucap Aying.
"Lalu bagaimana dengan 2 botol rahasia itu?" tanya Wang lagi.
"Aku beri nama rahasia karena fungsi dan khasiatnya tidak hanya satu, tapi hanya aku yang mengetahuinya, itu juga yang membuatku menamainya ramuan rahasia," sahut Rahasia.
Auuuuuuuuuuuuuuuu.
Lolongan serigala sama sekali tidak.mengejutkan Aying, dari balik semak Aying melihat serigala serigala salju erekor 6 berjalan ke arahnya penuh luka.
"Auuuuuuuuu."
Serigala kembali melolong walau sedikit pelan, mata Aying tertuju pada perut serigala yang hamil besar bersiap melahirkan.
"Sepertinya serigala itu habis dikejar, dia terluka parah," ucap Wang.
"Tidak ada waktu lagi, anaknya harus segera diselamatkan," sahut Aying yang langsung mengambil 1 botol ramuan rahasianya.
Aying berdiri di samping serigala berekor 6 yang sudah bersiap melahirkan, luka ditubuhnya menguras tenaganya membuat sang serigala susah untuk melahirkan anaknya.
"Tenang, aku akan membantumu," ucap Aying.
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku mempercayainya," sahut serigala Salju.
"Kamu hewan spiritual suci sama seperti Wang," ucap Aying.
"Walau kami sama-sama hewan spiritual suci kami tidak sama sepenuhnya," sahut Wang.
"Kamu pasti sama seperti manusia yang lainnya, kamu hanya ingin inti spiritual ku," ucap serigala bersiap bangkit.
"Diam di tempat, jika kamu berdiri anakmu yang akan berada dalam bahaya," sahut Aying.
Sang serigala kembali berbaring, mendengar anaknya yang akan dalam bahaya sebagai calon ibu dirinya tidak tega, sang serigala sudah tidak bisa menahannya lebih lama, dirinya merasa hidupnya hanya tersisa sebentar lagi.
"Aku tidak yakin apa kamu manusia baik atau tidak, tapi aku mohon tolong selamatkan anakku," ucap serigala salju.
"Sudah kubilang diam saja, kamu terlalu banyak bicara," sahut Aying.
Aying meminumkan sedikit ramuan rahasianya ke serigala putih di depannya, ramuan sisanya dioleskan Aying ke perut sang serigala.
Melihat ekspresi serigala salju Aying tau serigala sudah siap melahirkan anaknya, tak berselang lama serigala kecil berhasil dilahirkan dengan selamat.
"Tolong jaga dia," ucap sang serigala yang sudah mencapai batasnya.
"Tunggu, bagaimana dengan anakmu," sahut Aying.
"Sebagai rasa terima kasihku kamu ambillah inti hati spiritualku tapi berikan hatiku pada anakku, biarkan dia memakannya agar cepat tumbuh besar. Aku serahkan dia padamu," ucap serigala Salju.
"Tidak, aku tidak bisa membawanya, aku membantumu bukan berarti aku mau merawat anakmu," teriak Aying.
Tidak ada jawaban dari sang serigala membuat Aying kesal, ibu serigala itu sudah mati dan.serigala kecil berekor 3 saat ini diserahkannya padanya.
"Sial, apa aku bunuh saja sekalian," ucap Aying.
"Dia sama sepertiku, kamu ingin membunuhnya," sahut Wang.
"Lalu aku harus apa? Aku punya dendam yang harus dibalas, aku tidak memiliki waktu untuk merawat serigala kecil ini," ucap Aying.
"Cheeeek, mereka datang," ucap Aying yang semakin kesal.
"Cepat ambil inti hati spiritual serigala putih itu dan hatinya," sahut Wang.
__ADS_1
Tidak memiliki pilihan lain Aying dengan cepat mengambil inti hati spiritual dan hati sang serigala, Aying bergegas menyimpan semua pilnya yang baru jadi beserta tungku nya kembali.
Aying langsung pergi membawa anak serigala salju itu padanya, saat ini Aying tidak tau siapa yang mengincar serigala itu sampai membuatnya terluka parah, tapi karena anak serigala itu sudah diserahkan padanya Aying akan berusaha menyelamatkannya bagaimanapun caranya.