Pengasuh Tuan Muda Arrogant

Pengasuh Tuan Muda Arrogant
Bab 10


__ADS_3

Zakia terlihat begitu khawatir, ia mengendarai motor yang di hadiahi ayahnya sambil memikirkan ibunya, Zakia melajukan motornya.


Sesampainya di rumah Zakia berlari menghampiri ibunya.


"Bu,..! " panggil Zakia dengan mencari ibunya


"Bu,..!" panggil Zakia dengan berjalan pelan menghampiri ibunya yang sedang menunggu sambil kepalanya menunduk di atas meja.


Ibu Zakia mengangkat kepalanya, menatap Zakia.


"Ada apa Bu? Zio mana ?" tanya Zakia dengan suara pelan sambil menatap wajah ibunya.


"Zio ada di kamarnya, dia gak mau keluar" jawab ibunya dengan wajah sedih


"Ibu istrahat saja dulu, biar Kia yang bicara dengan Zio"


Ibu Zakia pun mendengarkan apa yang Zakia katakan, ia pergi beristirahat dan membiarkan Zakia yang menangani Zio.


Zakia memangil-manggil adiknya, namun tak mendapatkan respon darinya.


"Zio,...! ada apa dengan kamu ?" tanya Zakia penuh khawatir


Beberapa kali Zakia memanggil Zio dan menanyakan keadaannya, ada apa sebenarnya. apa yang terjadi. Zio baru merespon semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Zakia.


"Aku gak apa-apa kak Kia. aku hanya butuh istirahat" jawab Zio


"Baiklah kalau gitu, cepatlah beristirahat Zio. tapi bener kalau gak apa-apa ?"


"Iya, Zio gak apa-apa"


Setelah menjawab kakaknya, Zakia. Zio pergi tidur sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


*****


Keesokan pagi Zakia menyiapkan semua kebutuhan Aditya. walaupun kemarin mereka menghina Zakia namun demi mendapatkan uang tambahan meringankan beban ibunya, Zakia menyimpan dan membuang egonya.


"Silahkan tuan" ucap Zakia dengan menyajikan sebuah jus ke Aditya


Dengan marahnya Aditya menatap Zakia dengan tatapan tak terbacakan.


"Aditya,.! kamu harus menghormatinya, dia itu adalah pengasuh kamu" ucap tuan Bram


"menghormatinya? papa gak salah ngomong ? atau mata papa lagi rabun, udah jelas-jelas dia adalah gadis tidak tau menghormati majikannya"


"Aditya,..." panggil tuan Bram dengan marah


"Maafkan saya tuan Aditya dengan sikap saya yang kemarin, saya benar-benar hilang kendali dengan emosi saya"

__ADS_1


"Apa kamu bilang hilang kendali? dasar gadis aneh" ucap Aditya.


Demi ibunya dan adiknya Zakia bertahan walaupun di hina dan di caci oleh para anak-anak orang kaya.


Zakia melakukan semua tugasnya sebagai pengasuh tiap hari.


2 bulan kemudian Zakia bekerja sebagai pengasuh, ia melihat Aditya sedang tertidur di sofa, dan sudah waktunya ia harus pulang.


Namun sebelum pulang Zakia memakaikan selimut kepada Aditya. lalu tiba-tiba tangannya di pegang, Aditya mengigau dengan mengatakan sesuatu yang membuat Zakia terdiam.


"Jangan pergi, aku mohon jangan pergi" ucap Aditya dengan memegang tangan Zakia.


Zakia yang ingin melemparkan tangan, tiba-tiba berubah menjadi khawatir. ia memegang tangan Aditya begitu deman, lalu menempelkan telapak tangannya di dahi Aditya.


"Astaga, anda deman tuan" ucap Zakia dengan memakaikan selimut,


Zakia bergegas mengambil kain, wadah dan juga es batu. ia mulai mengompres kepala majikannya.


Malam itu Zakia tidak kembali, ia memilih menjaga tuannya. Zakia begadang untung merawat tuannya.


Keesokan paginya, Aditya keheranan melihat tangan Zakia memegang tangannya, dan juga sebuah kain terletak di dahinya. Aditya terdiam melihat Zakia yang sedang tidur dengan duduk di lantai sambil kepalanya ia letakan di atas tempat tidur Aditya. Aditya terus menatap Zakia yang sedang tidur bahkan ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Zakia.


Beberapa menit kemudian Zakia bergerak, dan Aditya pun bergegas berpura-pura tidur. agar tidak ketahuan bahwa dirinya menatap Zakia terus.


Zakia yang sudah terbangun dari tidurnya mengambil kain yang menempel di dahi tuannya, lalu ia menempelkan tangannya untuk merasakan apakah tubuh Aditya baik-baik saja.


Demamnya sudah menurun namun Zakia khawatir sehingga ia membuatkan bubur untuk di makan oleh tuannya.


"Kenapa aku melakukannya, seharusnya aku mengunci kamarku agar dia tidak mengetahui apa yang terjadi padaku, astaga apa yang harus aku lakukan" ucap Aditya dengan memegang kepalanya dan menarik rambutnya.ia terlihat begitu frustasi dengan sikapnya sendiri.


Tiba-tiba Zakia datang dengan membawahkan sebuah bubur sedangkan Aditya. ia pura-pura tidur kembali. namun Zakia harus membangunkan tuannya menyuruhnya sarapan pagi dengan bubur yang ia buat sendiri.


"Tuan, bangun tuan. Anda harus sarapan pagi"


"Hmmmm" jawab Aditya dengan pura-pura bahwa dia baru saja bangun walaupun ia sudah bangun dari tadi.


"Sarapan dulu tuan sebelum buburnya dingin" ucap Zakia dengan memberikan bubur ke Aditya.


Aditya bangun dan berusaha duduk namun matanya terasa pusing, sehingga saat ini Zakia lah yang menyuapi Aditya. Aditya terus menatap Zakia yang merawatnya. dan tatapan itu membuat Zakia tidak nyaman, ia merasa ada sesuatu yang aneh kepada tuannya.


"Ada apa tuan? mata saya ada kotorannya ya?" tanya Zakia tanpa berpikir panjang mengatakannya sedangkan Aditya sedang makan.


"Bisa gak kamu gak ngomongin itu, kamu gak lihat kalau saya sedang makan ?" ucap Aditya yang hampir saja memuntahkan makanannya.


"Maafkan saya tuan" ucap Zakia dengan meminta maaf


"Hmmmm"

__ADS_1


Beberapa sendok Aditya menolak suapan Zakia.


"Ada apa tuan?"


"Saya sudah kenyang"


"Sekali lagi tuan tinggal dikit" ucap Zakia dengan mencoba memaksa agar Aditya menghabiskan buburnya


"Huufffttt, ini terakhir"


"Iya tuan" jawab Zakia tersenyum


Setelah Aditya memakan suapan terakhir yang di janjikan Zakia. tiba-tiba Zakia melebarkan senyumannya sambil menatap Aditya.


"Perasaanku mulai aneh ini" ucap Aditya dengan suara kecil


"Tuan,..!" panggil Zakia dengan lembut dan tersenyum sambil menatap Aditya lalu menatap ke arah bubur


"Gak, saya tidak mau " ucap Aditya menolak dengan menggelengkan kepalanya sambil mengangkat tangannya.


"Ayolah tuan sedikit lagi" ucap Zakia dengan berusaha membujuk Aditya


"Gak" tolak Aditya dengan memalingkan tubuhnya


"Ayolah tuan sekali ini saja" bujuk Zakia dengan menusuk-nusuk lengan Aditya


"Baiklah tapi ini yang terakhir kalinya."


"Iya" jawab Zakia


Dan akhirnya buburpun habis Zakia tertawa bahagia sambil berteriak


"Yes habis"


Aditya terkejut melihat sisi lain Zakia yang tertawa bahagia. ia baru kali ini melihat Zakia sebahagia itu.


*****


Seminggu telah berlalu Aditya pun sudah sehat, ia mulai nongkrong dengan teman-temannya. dan kembali seperti semula teman-temannya menyiksa Zakia.


"Hey Lu ambilkan gua minum" perintah Sesil


"Ambil sendiri kan punya tangan, lagian aku juga bukan pesuruh kalian" ucap Zakia dengan membantah


Sesil terlihat begitu marah dengan ucapan Zakia. Sesil marah-marah dengan melemparkan tasnya di sofa di depan Edo, Aditya dan juga Yoga . dengan wajah cemberut


" kenapa Lu ? jelek banget wajah lu Sil" ucap Edo dengan tertawa

__ADS_1


"Diam lu" bentak Sesil marah


Yoga menatap wajah Sesil, tapi ia tidak bertanya apa yang terjadi pada temannya karna Yoga udah tau pasti karna Zakia. siapa lagi kalau bukan Zakia. hanya Zakia yang bisa melawan Sesil sejauh ini yang Yoga tau.


__ADS_2