
Dengan beberapa pekerjaan paruh Zakia masih ingin menambah pekerjaan paruhnya namun dirinya sudah merasa capek bahkan untuk istrahat pun kurang. Tapi bagaimanapun Zakia harus tetap semangat demi bertahan hidup, di tambah saat ini Zio adiknya sudah kelas 6 SD, Zio harus menyiapkan semua kebutuhannya dalam menghadapi ujian sekolah dan semua itu membutuhkan uang. Zakia tidak bisa tidur, otaknya terus berpikir demi masa depan adiknya dan demi kesehatan ibunya.
Zakia berencana akan mencari pekerjaan paruh lainnya agar semuanya berkecukupan dari keperluan sekolah Zio dan juga kehidupan mereka sehari-hari.
*******
Keesokan paginya seperti biasa Zakia membantu ibunya, menyiapkan semua jualan ibunya, dan juga menyiapkan sarapan pagi untuk adiknya dan juga untuknya. Setelah semua selesai Zakia dan Zio pamit untuk berangkat mengantarkan Zio ke sekolah dan Zakia pergi mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan perguruan tinggi. Namun semua itu hanyalah impian, saat ini Zakia harus berjuang untuk ibunya dan juga adiknya.
Setelah mengantarkan Zio ke sekolah, dalam perjalanan Zakia menemukan sebuah brosur lowongan kerja. Zakia membacanya dan langsung menghubungi nomor handpone yang tertera di brosur. Tanpa berpikir panjang Zakia langsung menghubunginya.
“ Selamat siang tuan” sapa Zakia dengan sopan
“Ada yang bisa saya bantu nona?” tanya pak Didi selaku supir kepercayaan tuan Bram.
“Begini tuan, saya ingin mengomfirmasi benarkah tuan sedang mencari pengasuh untuk putra anda?” tanya Zakia ke pak Didi
“Benar nona, jika nona berkenan silahkan datang saja ke alamat yang tertera di situ”
Dengan bahagia Zaskia pergi ke alamat yang ada di brosur, namun sesampainya di sana Zaskia hanya menemukan sebuah rumah mewah yang seperti istana.
“Ini benar alamat rumahnya tapi koq rumahnya gede bener” ucap Zaskia dengan berjalan mencari rumah yang lain di sekitar sana.
“Gak ada rumah yang lain, hanya ini aja” ucap Zakia bingung.
Dengan kebingungan Zaskia menelfon pak Didi kembali.
“Maaf tuan, ini alamatnya gak salah tuan? Soalnya saya udah nyampe tapi koq bukan rumah malah lebih kayak istana gitu” ucap Zakia
Pak Didi yang mendengar ucapan Zaskia tersenyum kecil, ia merasa kalau Zakia lucu.
“Itu bener alamat rumah yang tertera di brosur nona, anda silahkan menekan bel yang ada di sana” ucap Pak Didi dengan memberikan petunjuk kepada Zakia.
Zakia memberanikan dirinya menekan bel, setelah itu tiba-tiba pagar terbuka sendirinya dan itu membuat Zakia kaget
“Eee ini kenapa koq kebuka sendiri sih, kayak dunia dongeng aja.”ucap Zakia berjalan masuk dan tiba-tiba pagarnya pun tertutup sendiri.
“Orang kaya mah bebas menurutku, tapi kenapa gak sekalian aja pakai lift kan lebih canggih” ucap Zakia sambil terkekeh. “ udah aahh nanti aku gak di terima.”
Pak didik berjalan mendekati ke arah Zakia. Zakia terdiam ketika melihat seseorang berjalan mendekatinya.
“Nona Zakia ?” tanya pak Didi
__ADS_1
“Iya tuan” jawab Zakia
“Saya Didi yang menelfon dengan nona tadi”
Zakia mendengar ucapan Pak Didi langsung menundukan tubuhnya setengah.
“Mari nona saya antar masuk kedalam, tuan Bram sedang menunggu anda” ucap pak Didi dengan mengajak Zakiaa masuk
“Baik Tuan”
“Jangan panggil saya tuan nona, panggil saja saya Pak Didi”
“Baik tuan, Eh maksud saya pak Didi” ucap Zakia sambil menutup mulutnya dan tersenyum
Zakia mengikuti langkah pak Didi namun ia melihat ke kiri, ke kanan dengan penuh ke kaguman
“Wawww,...!!” ucap Zakia sambil melihat-lihat.
Sampailah di ruangan kerja tuan Bram. Tuan Bram sedang duduk menunggu Zakia.
“Mari nona” ucap pak didi dengan mengajak Zakia masuk ke dalam
Zaskia yang sedang asyik melihat rumah milik majikannya yang akan menjadi tempat kerjanya yang baru. Sebagai tanda hormatnya terhadap orang tua Zakia membungkukkan tubuhnya dan menundukan kepalanya.
“Senang berkenalan dengan anda nona”ucap tuan Bram mengulurkan tangannya.
Zakia tertekun melihat sikap ramah tuan Bram, baru pertama kalinya ia bertemu dengan orang kaya dan sehebat tuan Bram. yang sikapnya begitu baik dan ramah.
“Nona Zakia” panggil pak didi dengan menyadarkan Zakia dari lamunannya.
“Eehh,..?!” ucap Zakia menatap pak didi. Lalu mengalihkan tatapannya ke arah tuan Bram setelah menatap pak Didi.... “ Zakia. Maafkan saya tuan” ucap Zakia dengan mengulurkan tangannya sambil meminta maaf dengan sikapnya.
“Tidak apa-apa Zakia ” ucap tuan Bram sambil tersenyum
Zaskia menyodorkan brosur yang ia bawah. “ Benarkah tuan sedang mencari pengasuh ?” tanya Zakia kembali langsung ke tuan Bram.
“Benar, saya sedang mencari pengasuh untuk putra saya”
“Bisa saya tau umurnya berapa tuan?”
“Umurnya...” ketika tuan Bram hendak menyebutkan umur putranya tiba-tiba terdengar sesuatu dengan suara yang begitu keras dari bagian dapur. Semua orang terkejut mendengarnya, setelah itu terdengar suara seorang pelayan yang sedang berteriak.
__ADS_1
Tuan Bram bergegas pergi ke dapur dengan melihat apa yang terjadi di sana dan di ikuti oleh pak didi dan Zakia
“Ada apa bi?” tanya tuan Bram dengan melihat pelayan menangis.
“Aku sudah bilang jangan pernah ikut campur dengan urusanku apalagi sampai masuk kekamarku dan menyentuh barang-barangku “ teriak Aditya dengan marah
“ Saya hanya ingin membersihkan kamar tuan Aditya yang berantakan tuan” jelas pelayan paru baya
“Tapi kamu itu...” ucap Aditya tidak berlanjut
“Diam Aditya, kamu keterlaluan” teriak tuan Bram marah
“Aditya sudah bilang kan, kalau Aditya itu tidak suka ada yang lancang masuk ke dalam kamar Aditya pa”
“Papa yang memerintah mereka masuk kedalam kamar kamu, jadi kamu gak boleh menyalahkan mereka” jelas tuan Bram ke Aditya dengan marah.
Zakia yang melihat perdebatan itu dan apa yang telah terjadi yang tadi bersemangat sekarang semangatnya mulai menghilang.
“Tapi pa”
“Masuk kamar kamu, mulai saat ini kamu gak boleh keluar dari rumah.” Ucap tegas tuan Bram
“Aditya gak mau” ucap Aditya dengan membangkang perintah tuan Bram.
“Pak didi, kurung Aditya di kamarnya jika dia keluar dan macam-macam katakan kepada saya”
“Baik tuan"
“Papaaaaa” teriak Aditya dengan keras sambil tangannya di pegangi oleh pak Didi
“Lepaskan !! Aku ini putra tuanmu beraninya kamu menyentuhku” ucap Aditya dengan melemparkan tangan Pak Didi
“Aditya jaga ucapanmu” teriak tuan Bram dengan marah melihat sikap kasar putranya
Aditya pergi ke kamarnya dengan perasaan yang begitu kesal dan marah, di dalam kamar Aditya terdengar sesuatu, namun tuan Bram membiarkannya dan melarang siapapun pergi ke kamar putranya.
“Jangan ada satupun yang membiarkan Aditya keluar dari rumah ini siapapun itu.” Jelas tuan Bram dengan memberikan peringatan kepada pelayan di rumah itu.
“Baik tuan”
Tuan Bram mengajak Zakia masuk ke dalam ruang kerjanya untuk membahas pekerjaan yang akan menjadi tugas Zakia. Pak didi pun menyiapkan semua berkas kontrak antara tuan Bram dan juga Zakia.
__ADS_1
“Kamu sudah lihat seperti apa putra saya, dan seperti apa sikapnya” jelas Tuan Bram sambil menghela nafasnya
Zakia yang mulai ragu dengan dirinya sebagai pengasuh putra majikannya, ia berencana ingin membatalkan namun setelah membaca surat kontrak matanya hampir saja keluar ketika melihat gaji pekerjaannya setiap bulannya yaitu dengan jumlah Rp 10 juta. Dan bukan hanya itu saja tuan Bram menjanjikan kalau biaya hidup adiknya dan ibunya akan tuan Bram tanggung di luar gaji yang Zakia dapatkan selama ia bekerja sebagai pengasuh putranya. Bahkan tuan Bram memastikan kalau adik Zakia akan di tanggung sampai kuliah nanti.