
Aditya, Edo dan juga Sesil telah menyiapkan sesuatu untuk mengerjai Zakia. mereka sedang berdiskusi di kamar Aditya dengan membuat rencana yang akan mereka lakukan, setelah selesai Aditya mulai memanggil Zakia.
"Zakia,....!!!!" panggil Aditya dengan suara keras sambil berteriak-teriak
Zakia mendengar namanya di panggil ia berlari menuju ke kamar tuannya, Aditya.
"Iya tuan" jawab Zakia dengan suara ngos-ngosan.
"Dari mana saja kamu? aku udah dari tadi nyariin kamu tau gak sih" ucap Aditya dengan marah-marah sambil membentak Zakia
"Maaf tuan, tadi saya lagi ke belakang bantuin bi inem" jawab Zakia
"Gak usah nyari alasan deh, kamu itu di gaji buat aku bukan buat bi inem"
"Maaf tuan"
"Lebih keras minta maafnya" bentak Aditya
"Maafkan saya tuan"
"Bagus, sekarang pergi ambilkan aku buah" perintah Aditya
Zakia pergi keluar kamar dengan langkah di percepat. teman-teman Aditya menahan tawa melihat wajah Zakia yang udah ketakutan karna tuannya marah-marah.
"Wawww, lu hebat Dit" puji Edo
"Iya dong gua" jawab Aditya dengan percaya diri membenarkan pujian dari Edo.
Sesil langsung menatap Yoga. wajah Yoga terlihat tidak suka ketika Aditya membentak Zakia.
"Ada Apa sih dengan lu Yoga? gak biasanya lu baik ke gini" tanya Sesil penuh keheranan dengan sikap Deri
Yoga hanya diam saja tanpa merespon ucapan Sesil. kali ini Yoga bener-bener tidak menyukai tindakan mereka.
Tak lama Zqkia datang dengan membawa semangku buah yang sudah ia kupas dan ia belah menjadi beberapa bagian. namun dengan melangkahkan kaki ke pintu masuk ia tidak sengaja menginjak benang. Zakia yang merasa ada mengganjal di kakinya ia berhenti dan tanpa ia sadar sebuah loyang mendarat dari atas kepalanya dan Pruuukkk sebuah air membasahi tubuhnya dengan loyang menutupi kepalanya dan wajahnya.
Zakia masih terus memegang Napan yang berisikan buah yang di minta oleh Aditya. sedangkan Sesil, Edo dan juga Aditya tertawa terbahak-bahak melihat Zakia telah basah kuyup dengan loyang berada di atas kepalanya.
Zakia terdiam, ia mengangkat kepalanya dengan melepaskan loyang yang menutupi wajah dan kepalanya. setelah itu Zakia berjalan dengan tatapan marah sambil membawah Napan berisikan buah yang sudah tergenang air.
__ADS_1
Sesil, Edo dan juga Aditya terdiam ketika melihat Zakia berjalan ke arah mereka dengan tatapan tak terbacakan.
"Maaf tuan, saya akan menggantikan buah yang sudah tergenang air ini" ucap Zakia dengan pergi
"Buahahahaha,..... lu lihat Dit dia seperti hewan kebasahan" ucap Edo dengan tertawa sambil memukul bahu milik Aditya. namun Aditya hanya diam saja tak merespon ucapan Edo
"Bener Edo dia seperti hewan kebasahan, Buahahahaha" ucap Sesil dengan menaruh tangannya di atas pundak Edo.
Yoga yang tidak tahan dengan sikap mereka, ia pergi keluar dari kamar.
"Lu mau kemana Ga ?" tanya Sesil
Yoga tak merespon ucapan Sesil, ia berjalan keluar dari kamar
"Lu gak asyik Gak, mana Yoga yang gua kenal dulu kalau nyiksa orang gak ada ampunannya" ucap Edo Kepada Yoga.
"Hooh, sekarang Yoga gak asyik" tambah Sesil
"Udahlah kawan-kawan kalau dia gak mau kita aja yang ngerjai dia" ucap Aditya
"Kalau ini mah gua setuju karna Aditya adalah tuan rumah dan juga majikan dari wanita yang kita kerjai."
Yoga berjalan keluar dari kamar, ia pergi ke taman sambil memasang sebatang rokok lalu menghisapnya sambil melantunkan sesuatu.
Zakia kembali dengan membawa Napan yang berisi buah, ia mengganti buah yang Aditya minta.
"Ini tuan, maafkan saya kalau tidak bekerja dengan bener" ucap Zakia meminta maaf
"Baiklah, tapi jangan senang dulu kamu, aku belum memaafkan kamu, ingat itu"
Zakia mendengar ucapan Aditya ia hanya diam saja. ia tidak membentak apa yang Aditya katakan.
"Tolong dong ambilkan sesuatu di kamar mandi" perintah Sesil
"Baik"
Hari ini mereka keheranan melihat sikap Zakia jadi penurut padahal, yang mereka tau Zakia tidak suka di perintah selain Aditya yang memerintahkan dirinya.
"Ada apa dengan dia hari ini, kenapa jadi penurut banget sih" ucap Edo dengan bertanya-tanya
__ADS_1
"Udahlah, gak usah di pikirin malah bagus dong buat ngerjain dia" ucap Sesil penuh bahagia.
Ketika Zakia keluar dari kamar mandi Sesil menghalangi jalan Zakia. dengan meletakan kakinya tepat di depan pintu untuk menyandung kaki Zakia. dan benar saja Zakia terjatuh kelantai.
"Kalau jalan lihat-lihat dong, kamu gak punya mata yaa koq jalannya nyandung kaki orang kayak gitu" ucap Sesil dengan marah-marah sambil menunjuk-nunjuk dan mendorong kepala Zakia.
Edo dan Aditya tertawa terbahak-bahak melihat posisi Zakia yang terjatuh, ia terlihat begitu lucu sehingga membuat Aditya dan Edo tertawa lepas.
Zakia mengepalkan kedua tangannya sambil menahan tangis, ketika mereka meledek dan menghinanya.
"Cepat minta maaf" perintah Sesil agar Zakia minta maaf padanya karna sudah menyenggol kakinya.
Zakia mencoba berdiri dengan akan meminta maaf namun Sesil memegang pundak Zakia dan mendorongnya dengan keras agar Zakia duduk kembali.
"Kamu mau kemana haaa, kamu harus minta maaf di situ" ucap Sesil menendang pundak Zakia dengan kakinya.
"Dasar wanita miskin, kenapa kamu diam? mana sikap ngelawan kamu kemarin? kamu pikir kamu bisa bekerja dengan tenang di tempat ini?" ucap Sesil sambil membentak
"Sabar Sesil, kasian loh dianya. saat ini dia lagi butuh duit kita harus membiarkannya bekerja di sini" ucap Edo dengan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Zakia dan Sesil.
"Gak segampang itu Edo, wanita seperti dia banyak di luar sana dengan bermodalkan tubuhnya dan parasnya."
Zakia yang sudah gak tahan ia mengangkat kepalanya dan menatap Sesil dengan tatapan tajam.
"Kamu cari mati yaa, dengan menatapku seperti itu" ucap Sesil yang hampir saja menampar Zakia. namun dengan cepat Adityq menahan tangan Sesil
"Ingat Sesil kita gak bisa menggunakan kekerasan seperti kesepakatan yang kita buat."
"Tapi gua kesel melihat wajah dia, yang sok cantik dengan merayu tuan Bram agar bisa masuk kerumah ini dan menguasai semua kekayaan milik tuan Bram."
"Jaga ucapanmu Sesil, aku bukan seperti itu"
"Halah mana ada maling mau ngaku, jujur aja deh kamu kesini karna tuan Bram kaya raya kan, dengan berpura-pura bekerja sebagai pengasuh Aditya kan ?"
"Tutup mulutmu Sesil" ucap Zakia dengan membentak Sesil sambil bangun dari lantai.
"Dasar wanita murahan berani menjual diri hanya karna uang dan juga harta" ucap Sesil
Zakia yang sudah tak tahan lagi mendengar penghinaan dari Sesil, Zakia melayangkan tangannya dengan menampar Sesil. Plaaaakkkk....
__ADS_1
"Aauuuu.." Sesil terkejut ketika Zakia menamparnya, bahkan tamparan itu terasa di pipinya dengan keras.