
Seperti biasa Zakia harus berhadapan dengan majikannya lagi pada pagi ini, ia harus mengumpulkan tenaganya agar tidak di kerjain seperti sebelumnya.
“Pagi tuan” ucap Zakia dengan menbangunkan Aditya seperti tugas sebelumnya di pagi hari.
Zakia menghela nafasnya dengan meniupkan poni rambutnya, rasanya Zakia ingin memukul Aditya agar segera bangun namun Zakia menahan dirinya agar tidak terpancing emosinya karna sikap tuan mudanya itu.
“Tuan,..! sudah pagi waktunya anda bangun untuk sarapan pagi” ucap Zakia dengan menusuk-nusuk lengan Aditya dengan jarinya. Bahkan Zakia sampai menggigit bibirnya dengan mendorong keras jarinya menusuk lengan tuannya. Namun Aditya tak bangun juga, bahkan bergerak pun tidak.
Zakia mulai kesal, ia mencari ide agar tuannya secepatnya bangun, ia bener-bener gak habis pikir bisa-bisanya ada orang yang gak bangun-bangun juga ketika di bangunkan. Zakia memegang kepalanya dengan menarik rambutnya. Ia menatap wajah Aditya yang tertidur pulas itu dengan kesal.
Zakia berjalan mendekati Aditya yang sedang tidur, dengan pelan ia menusuk lengan Aditya namun tak bangun juga karna merasa kesal Zakia mencubit lengan Aditya. namun Aditya hanya menggaruknya saja tanpa membuka matanya.
“Apa....?! dia gak bangun juga, astaga” ucap Zakia dengan heran sambil menutup wajahnya
Dengan kesal Zakia mencubit lengan Aditya dengan keras sampai akhirnya Aditya pun bangun sambil berteriak.
“Aaauuuuuu” teriak Aditya dengan langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur sambil mengelus lengannya yang habis di cubit
Zakia menahan tawa di bawah tempat tidur Aditya. “Emang enak” ucap Zakia dengan suara berbisik tanpa di dengar oleh Aditya
Aditya yang hendak akan turun dari tempat tidur tidak sengaja melihat sesuatu yang mengganjal di lantai, ketika ia ingin menyentuhnya wajahnya langsung tersenyum begitu saja dan merencanakan sesuatu. Ketika ia melihat di bawah ranjang tak ada siapa-siapa.
“Koq gak ada siapa-siapa sih” ucap Aditya keheranan dan tiba-tiba pikirannya mulai ngaur bulu kuduknya mulai merinding. Dirinya mulai merasa kalau pagi ini terasa begitu horor.
Zakia yang sedang berdiri di belakangnya menahan tawa melihat tuannya kelihatan ketakutan, dengan rasa ingin mengerjai Aditya kembali Zakia membisikan sesuatu di telinga Aditya.
“Ada apa tuan?” tanya Zakia dengan suara terdengar horror
Aditya berteriak dan langsung terduduk ketakutan, tubuhnya terlihat gemetar.
“Buahahahaha....” Zakia tertawa lepas ketika melihat Aditya yang ketakutan dan tubuhnya gemetar.
“Puas Lu?!” ucap Aditya dengan kesal dan pergi begitu saja menuju ke kamar mandi, sedangkan Zakia tertawa keras keluar dari kamar Aditya dengan tawa yang tak tertahankan. Dan Aditya pun bisa mendengar tawaan Zakia untuk dirinya.
__ADS_1
“Saya tunggu di meja makan tuan untuk sarapan pagi” teriak Zakia dengan suara ,menahan tawa.
“Sialan, dasar gadis gila” ucap Aditya dengan menendang bak mandi, namun kakinya terasa sakit ketika menendang bak mandinya.
“Bahkan Lu pun sama seperti gadis gila itu, Lu pikir gak sakit kaki gua apa” ucap kesal Aditya memarahi bak mandi yang tak bersalah setelah kakinya terasa sakit.
“Pagi tuan Bram” sapa Zakia kepada tuan Bram yang baru saja tiba, sedangkan Aditya dan Zakia sudah duduk di meja makan.
Zakia menggigit bibirnya menahan tawa, dan ia pun merasa kasian ketika melihat lengan Aditya yang terlihat kemerahan hasil cubitannya.
Aditya menatap Zakia dengan tatapan kesal dan ingin membunuh Zakia. Dengan kesal Aditya mengambil lauk ikan dengan menancapkan garbu ke atas lauknya. Ia melihat tatapan membunuh dari Aditya dengan menancapkan garbu di atas lauk membuat Zakia terkejut.
Tuan Bram pun menatap Aditya putranya dan juga Zakia bergantian namun ia tak mendapatkan jawaban dari mereka berdua. Hanya tatapan putranya terlihat begitu kesal sedangkan Zakia menahan tawanya. Namun tuan Bram memutuskan tak bertanya kepada mereka apa yang terjadi antara mereka berdua. Ia hanya mengingatkan agar segera makan sebelum makanannya dingin.
*******
Pagi ini Aditya datang ke kampus dengan wajahnya yang kesal.
“Iya Dit, Lu kenapa koq wajah Lu seperti itu”
“ Hmmmm,.. gua gak apa-apa” jawab Aditya dengan menghela nafas
“Wajah Lu gak bisa bohong Dit. Sikap lu udah bisa di tebak kalau saat ini suasana hati lu gak baik-baik saja” ucap Sesil
“Bener, aku setuju dengan Sesil”
“Sok tau lu berdua.”
“Ya udah kalau kalau lu gak mau ngomong tapi jangan salahkan kita-kita kalau sampai terjadi sesuatu kepada lu Dit” ucap Edo dengan terdengar sedikit mengacam
“Baiklah aku akan cerita sekarang” ucap Aditya dengan akan mengatakan apa yang terjadi padanya dirinya sampai akhirnya ia terlihat begitu kesal.
Aditya menceritaka apa yang terjadi pada dirinya dari A sampai Z kepada teman-temannya, walaupun Edo mulai menahan tawanya ketika mendengar semua yang Aditya ceritakan.
__ADS_1
“Nah Lu mulai ikut-ikutan ngeledek gua dengan menertawakan gua sama seperti gadis gila itu” ucap Aditya dengan kesal
“Gua gak ngeledek Dit, tapi gua ngerasa cerita lu, lucu Dit. Buahahahaha.” Ucap Edo dengan tertawa keras
“Lu beneran rese ya do, masa teman sendiri di gituin lu malah ketawa” ucap sesil yang gak terima kalau Aditya menjadi bahan lucuan.
“Koq lu jadi marah ke gua sih Sil, gua kan hanya tertawa karna cerita Aditya lucu”
“itu sama sekali gak lucu do” ucap Sesil dengan marah
“Hey Sesil,...! Lu gak perlu marah seperti itu ke gua, kalau lu merasa sikap pengasuh itu udah keterlaluan, saatnya kita harus membalasnya dengan mengerjainya gimana menurut kalian?” tanya Edo kepada teman-temannya.
Sesil bener-bener marah dengan apa yang Edo katakan. Ia tidak terima kalau gadis bernama Zakia membuat temannya seperti itu. Sesil berjanji akan membalas apa yang dia lakukan kepada Aditya temannya.
“Baiklah gua setuju, gua setuju bukan berarti lu aman dari apa yang lu lakukan tadi dengan menertawakan Aditya” jawab Sesil atas apa yang Edo katakan.
“Kalian kenapa sih masih seperti anak-anak, kita ini udah dewasa balas dendam hanyalah yang kita lakukan masih kecil dulu” ucap Yoga yang tidak setuju dengan yang di rencanakan Edo dan Sesil
“Ayolah Yoga, gadis itu sudah keterlaluan kepada Aditya. Kita harus memberikan peringatan padanya agar tidak melunjak” ucap Sesil
“Tapi bukan berarti dengan membalas dendam kan?”
“Kita hanya ingin memberikan peringatan aja ke dia Yoga. gua dan Sesil gak mungkin menyakitinya.”
“Tapi cara kalian ngomong balas dendam itu udah kebaca kalau kalian bakalan nyakitin pengasuhnya Aditya"
“Koq Lu jadi ngebelain dia Ga?” tanya Sesil dengan kesal
“Gua gak belain dia, gua hanya gak mau kalian menjadi orang jahat itu aja”
“Aahh Lu gak asyik Yoga. Padahal rencana gua sama Sesil udah ada”
Edo dan Sesil kesal karna Yoga gak ikut-ikutan dengan rencana mereka, bahkan Yoga mengingatkan Edo dan Sesil bahwa balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah hanya akan menambah masalah saja.
__ADS_1