
Pagi telah tiba, jam menunjukan stengah 8 pagi, seorang pria terlihat begitu gelisah dan tidak tenang. Pandangannya terus menatap ke arah luar, dirinya mulai kesal ketika orang yang ia tunggu ta kunjung datang.
“Koq jam segini belum datang sih, bikin kesal aja” ucap seorang pria yang sudah dari tadi mondar mandir sambil menatap ke arah luar. Wajahnya mulai terlihat kesal.
“Tuan muda!!” Panggil pelayan, dengan panggilan itu ia terkejut
“Ada apa?” tanya pria itu dengan menajamkan tatapannya kepada pelayan
“Tuan besar sedang menunggu tuan muda untuk sarapan bersama pagi ini”
“Baiklah” dengan kesal ia berjalan menuju ke meja makan untuk sarapan.
Tuan Bram terkejut melihat Aditya yang terlihat rapi pagi ini sehingga membuat tuan Bram tak bisa menahan dirinya agar tidak melemparkan pertanyaan pada putranya.
“Mau kemana Dit? Gak biasanya kamu pagi-pagi serapi ini” tanya tuan Bram heran.
“Gak kemana-mana pa, memangnya gak boleh kalau Aditya berpakaian rapi pagi-pagi ?” jawab Aditya ketus sambil melemparkan pertanyaan untuk ayahnya.
“Ya gak apa-apa sih, papa malah senang kalau kamu mulai memperhatikan dirimu sendiri” jawab tuan Bran sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Sarapan pagi telah berlangsung, sesekali Aditya menatap ayahnya, ia ingin menanyakan Zakia yang pagi ini belum terlihat, namun ia menahan diri karna gengsinya. Namun tatapan Aditya membuat tuan Bram melemparkan pertanyaan untuk Aditya.
“Ada apa Aditya?” tanya tuan Bram sambil memasukan sebuah roti yang sudah di olesi selei coklat
Haaa! Ucap Aditya menatap ayahnya dengan mengalihkan bola matanya sambil mencari alasan yang akan ia katakan pada ayahnya. “ Gak ada pa” jawab Aditya sambil mengunyah roti yang ada di dalam mulutnya.
“Baiklah kalau begitu, papa berangkat kerja dulu” ucap tuan Bram dengan pamit ke kantor.
Setelah tuan Bram pergi. Dev menyandarkan tubuhnya di kursi makan sambil menghela nafas lalu melemparkan roti yang ia pegang ke piring. Aditya terlihat begitu kesal dengan Zakia yang belum datang. Bi inem yang melihat tingkah tuannya aneh, ia tidak berani mendekati Aditya.
*******
Setelah mengantarkan Zio ke sekolah Zakia kembali ke rumah sakit menemani ibunya, menunggu ibunya siuman namun jam sudah menunjukan pukul 9 pagi. Dengan berat hati Zakia harus meninggalkan ibunya sendirian, demi biaya rumah sakit dan juga biaya skolah adiknya. Zakia tetap akan pergi bekerja.
“Ibu..!!” panggil Zakia dengan suara sedikit bergetar sambil mengenggam tangan ibunya.
__ADS_1
“Ibu harus bangun” ucap Zakia dengan menatap wajah ibunya.
“Zakia butuh ibu, Zakia butuh nasehat ibu, Zakia butuh ibu yang selalu membimbing Zakia dan menegur Zakia jika Zakia selalu melakukan kesalahan” ucap Zakia dengan mata berkaca-kaca yang tak kuasa menahan air matanya untuk keluar ketika melihat wajah yang terlihat keriput dan juga terlihat begitu pucat.
“Bu Zakia mohon bangunlah, jangan buat Zakia dan Zio khawatir ke ibu” ucap lagi Zakia dengan menangis sesegukan sambil menunduk tak kuasa menatap wajah sang ibu.
Dengan berat hati Zakia harus meninggalkan ibunya dengan perawat dan dokter yang ada di rumah sakit, dengan keadaan yang begitu menyedihkan Zakia memilih pergi bekerja. Dalam perjalanan menuju ke rumah tuan Bram. Zakia menatap keluar jendela dengan pikiran ke ibunya. Sesampainya di depan rumah tuan Bram Zakia berlari menuju ke dalam.
Zakia masuk kedalam dengan lewat pintu belakang.
“Bi..!!” sapa Zakia
“Non Zakia”
“Bi panggil Zakia aja, Zakia hanya pengasuh di sini bi bukan tuan rumah” ucap Zakia sambil tersenyum dengan meminta Bi Inem agar memanggilnya dengan namanya saja, Zakia merasa tidak enak jika harus di perlakukan seperti layaknya seorang putri.
“Baiklah, tapi dengan syarat non Zakia gak perlu sungkan-sungkan sama bibi”
“Itu aja bi? “ tanya Zakia sambil tertawa
“iya itu aja, karna bibi sudah menganggap Kia seperti putri Bibi” jawab bi inem sambil memijit hidung Zakia yang terlihat begitu mancung
Aditya yang sudah dari tadi duduk di ruang tamu dengan mengganti siaran tv terus menerus dengan wajah yang begitu kesal, bahkan pelayan beberapa kali di omelin tanpa sebab.
Aditya mengecilkan suara tv dengan menajamkan pendengarannya kalau dirinya mendengar suara wanita tertawa yang begitu ia kenal.
Seketika wajah Aditya yang tadinya terlihat kesal berubah, ia tersenyum ketika pendengarannya benar kalau suara itu adalah suara gadis yang ia tunggu dari pagi tadi.
Sebagai pengasuh tuan Aditya. Zakia berjalan menuju ke arah Aditya dengan membawakan buah.
Melihat Zakia berjalan ke arahnya wajah Aditya berubah menjadi dingin.
“Kenapa kamu baru datang?” tanya Aditya dengan nada suara meninggi
“Maaf tuan, ada keperluan yang harus saya selesaikan” jawab Zakia dengan suara lembut
__ADS_1
“Kamu itu di bayar oleh ayahku sebagai pengasuh, tapi kamu mengabaikan tugas dari ayahku” lagi-lagi suara Aditya meninggi yang ia lontarkan kepada Zakia
“Sekali lagi saya minta maaf tuan, saya tidak akan mengulanginya” ucap Zakia dengan minta maaf kepada Aditya dengan suara merendah
“berikan aku buahnya” Ucap Aditya dengan suara terdengar marah
“Baik tuan” Zakia mengupas jeruk lalu memberikannya kepada Aditya.
“Buah jeruknya tuan” ucap Zakia dengan menyodorkan jeruk di tangannya ke Aditya tepat di wajahnya.
“Tidak perlu, aku bisa makan sendiri” ucap Aditya percaya diri kalau Zakia akan menyuapinya
Zakia menatap Aditya dengan mengeryitkan keningnya. “ Aneh” ucap Zakia menggelengkan kepalanya
“Kamu mengatakan aku aneh?” tanya Aditya dengan marah
“Tidak tuan, anda salah dengar”
“Jujur aja kamu bilang aku Aneh kan ? kamu pikir telingaku gak berfungsi sampai-sampai kamu mengatakan aku aneh tidak ku dengar haaa” bentak Aditya di depan wajah Zakia
“Apaan sih tuan, Anda terlalu lebay” ucap Zakia dengan berdiri dari duduknya
“Apa ?! kamu bilang aku lebay” ucap Aditya tidak terima kalau dirinya di bilang lebay.
Aditya berdiri dan saat ini dirinya berhadapan dengan Zakia walaupun tinggi Aditya dan Zakia berbeda jauh.
“iyah kamu aneh, kamu manusia lebay” ucap Zakia membantah dengan memberikan tatapan kesal
Aditya yang tak terkejut dengan sikap kasar Zakia lagi, karna ia tau Zakia adalah wanita tangguh bukan wanita seperti halnya wanita lembut di luar sana. Tapi yang membuat Aditya terkejut Zakia berani mengatakan kalau dirinya lebay tanpa takut sedikitpun dirinya sendiri di pecat atau di potong gajinya oleh Aditya.
Zakia yang malas mengaduh mulut itu pergi meninggalkan Aditya yang terdiam ketika mendengar ucapan Clarissa yang baru saja di lontarkan.
“Ck, dia pikir dia siapa mengatakan aku seperti itu” ucap Aditya kesal
“Lu kenapa Aditya ?” tanya seseorang yang baru saja tiba, dengan mendekati Aditya
__ADS_1
“Siapa lagi di rumah ini yang berani dengan gua” jawab Aditya kesal
“Tinggal di balas aja Dit. Beri dia peringatan agar tidak melawan ke lu” ucap Sesil yang baru saja sampai bersama Edo.