Pengasuh Tuan Muda Arrogant

Pengasuh Tuan Muda Arrogant
Bab 9


__ADS_3

Mendengar jeritan Sesil kesakitan karna di tampar oleh Zakia. Aditya mendekati Zakia dan Sesil. dengan kasar Aditya mendorong Zakia.


"Beraninya kamu menampar Sesil, memangnya kamu siapa ? punya hak apa kamu di rumah ini" ucap Aditya marah


"Hiks hiks Aditya" panggil Sesil sambil menangis mencari perhatian Aditya


"Aku memang bukan siapa-siapa di sini tapi bukan berarti bisa di hina seperti itu" ucap Zakia marah


"Bukankah bener kata Sesil. kamu datang di rumah ini karna menginginkan uang dari ayahku" ucap Aditya


"Aku memang tak seberuntung kalian tapi bukan berarti seenaknya seperti itu ke orang miskin"


"Ada apa ini? kamu kenapa basah kuyup seperti ini Zakia?" tanya tuan Bram setelah melihat pakaian Zakia basah.


"Saya tidak apa-apa tuan" jawab Zakia


Tuan Bram menatap Aditya. lalu menatap Sesil yang sedang menangis sambil memegang pipi kanannya.


"Ini sudah sore saatnya kalian bubar, dan pulang ke rumah kalian"


"Biarkan mereka di sini pa"


"Sudah waktunya kalian pulang, biarkan Aditya sendiri"


"Papa,.."


Tuan Bram tidak merespon Aditya. tuan Bram menatap Sesil dan Yoga pergi. "Kamu juga harus pulang Zakia, waktu sudah sore"


"Saya pamit pulang dulu tuan" pamit Zakia dengan suara serak karna habis menangis.


"Papa tidak habis pikir dengan sikapmu Aditya"


"Sudah Adit katakan kalau Adit gak mau ada pengasuh"


"Papa hanya tidak ingin kamu kesepian makanya papa cariin pengasuh buat kamu"


"Tapi Aditya tidak suka pa"


Tuan Bram saling beradu mulut.


"Pokoknya itu sudah jadi keputusan papa, dan papa sudah menandatangani kontrak dengan Zakia"


"Kenapa bukan papa saja, kenapa gak jadikan dia pengasuh papa"


"Tutup mulutmu Aditya" ucap tuan Bram marah

__ADS_1


"Kenapa papa marah, bukannya papa lebih suka dengan wanita muda"


Tuan Bram begitu marah ketika mendengar ucapan putranya. tuan Bram mengangkat tangannya yang hampir saja menampar putranya.


"Kenapa berhenti pa, tampar pa, tampar Aditya pa" teriak Aditya dengan marah


"Aditya kecewa sama papa" ucap Aditya dengan pergi meninggalkan tuan Bram.


Aditya pergi keluar dari rumah memutuskan mencari udara di luar dengan mengendarai motornya. sedangkan tuan Bram terduduk di sofa sambil memegang dadanya yang mulai terasa sesak.


Bi Inem mendekati tuannya dengan membawakan segelas air putih.


"Apa saya harus menelfon dokter tuan?"


"Gak usah bi, saya gak apa-apa saya mau pergi istrahat"


"Baik tuan"


Dalam perjalanan pulang Zakia tidak langsung pulang, ia pergi ke taman dengan duduk di ayunan sambil menangis dengan pakaian basah. masih teringat jelas ucapan Aditya kepadanya.


Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, Zakia masih duduk di taman. Aditya melihat Zakia duduk di taman ia mendatangi Zakia.


"Semua ini gara-gara kamu, hidup aku berantakan karna kamu" ucap Aditya dengan marah sambil menunjuk Zakia


"Aku hanya melaksanakan tugasku menjaga, melayani kamu dan menyiapkan semua keperluan yang kamu butuhkan."


"Jaga ucapanmu Aditya" teriak Zakia


"Kamu mau apa?"


"Dasar brengsek"


"Dasar wanita murahan" ucap Aditya dengan pergi meninggalkan Zakia


Setelah Aditya berlalu pergi tiba-tiba Yoga lewat dan melihat Zakia, ia pun menghentikan mobilnya dan menghampiri Zakia


"Kamu sedang apa di sini?" tanya Yoga


"Maaf tuan, saya ingin sendiri"


"Lihatlah dirimu dan pakaianmu basah Zakia, aku antar kamu pulang"


"Makasih, tapi aku belum mau pulang tuan. maaf"


"Aku antar kamu pulang sekarang, kasian ibu kamu pasti mengkhawatirkanmu"

__ADS_1


Mendengar ucapan Yoga. Zakia pun mengiyakan tawaran Yoga pulang dengan di antarkan Yoga.


********


Keesokan paginya seperti biasa Zakia mengantarkan Zio berangkat sekolah. dan dirinya pergi ke rumah tuan Bram bekerja.


Seperti biasa Zakia bekerja melayani tuannya namun Zakia hanya diam saja dan tak banyak bicara di depan Aditya. begitupun Aditya ia sangat membenci Zakia.


Apapun yang di siapkan Zakia seperti pakaian, Aditya tak memakainya ia mengambil sendiri pakaian di lemarinya. Zakia yang melihat sikap Aditya. hanya diam saja tanpa mengeluarkan satu katapun.


*******


Suara teriak seorang bocah kecil yang berada di toilet begitu terdengar keras, namun semua orang berpura-pura tidak mendengarnya.


Betapa malangnya nasib bocah kecil yang sedang menangis dan berteriak-teriak di toilet, salah satu seorang siswa masuk ke toilet ingin membuang air kecil namun langkahnya terhenti ketika melihat Zio di siksa oleh teman-teman sekelasnya di kamar mandi.


Gadis itu langsung pergi begitu saja ketika melihat semua yang terjadi ke Zio. bocah kecil yang sedang berteriak-teriak itu adalah Zio adik satu-satunya Zakia.


Zio saat ini sedang menahan siksaan dari beberapa teman sekelasnya, ia harus menanggung semua penderitaan itu hanya karna dirinya orang miskin.


"Aku sudah sering memperingatkan kalau kamu harus membelikan aku sarapan atau gak cemilan yang akan ku makan, tapi semakin aku baik kamu semakin melawan dengan tidak mendengarkan apa yang aku katakan" teriak salah temannya dengan menarik rambut milik Zio.


"Hiks hiks..." isakan tangisan Zio yang memenuhi sudut ruangan kamar mandi.


"Dasar cengeng, laki-laki koq nangis" ucap mereka sambil tertawa melihat Zio menangis


"Diam kamu, aku bilang diam ya diam" ucap temannya dengan menampar mulut Zio


"Aku minta maaf hiks hiks, aku minta maaf" ucap Zio sambil mengatupkan kedua tangannya memohon ampun.


"Aku sudah bosan mendengar kata maaf dari kamu" ucap temannya dengan menendang pundak Zio yang saat itu duduk di lantai sambil di kelilingi oleh teman-temannya.


Zio terus menangis bahkan rambut dan pakaiannya terlihat begitu acak-acakan.


"Jika kamu mengulangnya akan ku buat kamu tidak bisa sekolah di sini lagi" ancam temnnya.


Zio menangis sesegukan sambil menarik rambutnya dan mendorong kepalanya sendiri ke tembok, setelah teman-teman sekelasnya pergi, mereka pergi sambil tertawa terbahak-bahak. mereka terlihat begitu bahagia sedangkan Zio merasa hidupnya tak begitu beruntung


"Aku mau mati, aku mau mati hiks hiks" ucap Zio sambil mendorong kepalanya sehingga dahinya keluar darah segar, lalu ia dengan terduduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya.


Bel telah berbunyi tandanya semua siswa masuk ke kelas namun Zio terus berdiam diri di kamar mandi, ia tidak berani masuk ke kelas dengan keadaannya seperti itu, sehingga ia berdiam diri di salah satu kamar mandi, dirinya begitu terlihat lemas dan matanya sembab dan terlihat membengkak karna menangis seharian.


Malam telah tiba Zio pun belum kembali, ibunya begitu khawatir dengan keadaan Zio. dan Zakia pun belum kembali dari tempat majikannya.


Dengan penuh kekhawatiran ibu Zakia menelfon Zakia dan mengatakan kalau adiknya Zio belum kembali sampai saat ini.

__ADS_1


Zakia yang mendengar ucapan ibunya, ia bergegas pamit dan segera pulang ia mendatangi ibunya lebih dulu setelah mengetahui sampai saat ini Zio belum pulang, Zakia memutuskan untuk mencari Zio.


__ADS_2