
Aditya seketika terdiam ketika mendengar saran temannya, dengan cara membalas Zakia. Ia berfikir panjang apa yang akan teman-temannya lakukan,
“Ada apa denganku, kenapa aku memikirkan gadis keras kepala itu” batin Aditya yang terus memikirkan Zakia namun ia mencoba menyingkirkan pikirannya itu
Sesil dan Edo saling menatap lalu mengangkat kedua pundak mereka ketika melihat Aditya diam saja tanpa menanggapi apa yang sesil katakan.
“Hey, Lu kenapa sih Dit?” tanya Sesil dengan menepuk-nepuk pundak milik Aditya. Aditya yang terlihat melamun terkejut dengan sesil yang menepuk pundaknya
“Ada apa Sil?” tanya Aditya balik.
Sesil dan Edo menghela nafas ketika melihat sikap Aditya yang aneh.
“Lu kenapa sih Dit, akhir-akhir ini lu banyak melamun” ucap Edo dengan memegang pundak milik Aditya. Aditya yang mendengar ucapan Edo ia mengerutkan dahinya.
“Gua gak kenapa-napa koq, dan satu lagi apa? Kalian bilang gua melamun” tanya Aditya dengan menunjuk dirinya
Edo dengan Sesil bersamaan menganggukan kepala mereka.
“Kalian aneh orang gua gak melamun, lagian ngapain juga gua melamun gak ada pentingnya” ucap Aditya yang belum menyadari dengan dirinya sendiri kalau dirinya banyak berubah akhir-akhir ini.
“Oh iya Yoga mana? Tumben dia gak ikut dengan kalian” tanya Aditya mengalihkan pembicaraan mereka
“Gak taulah, tadi sih gua hubungi dan katanya kita di suruh pergi aja dulu dia nanti akan menyusul, katanya sih gitu” jelas Edo
“Oh iya kalian kalau mau makan ambil aja di belakang atau panggil aja Bi inem” ucap Aditya dengan mulai mengambil handponenya dan bermain game
Edo pun sama halnya dengan Aditya. ia pun mulai mengambil handponenya dan bermain game bersama dengan Aditya. Sedangkan Sesil ia pergi ke belakang mengambil makanan namun dari jauh ia melihat Zakia sedang memasak sesuatu sambil melamun.
Dengan tak tertahankan Zakia meninggalkan sesuatu yang ia masak karna kebelet, Zakia berlari dengan cepat ke kamar mandi.
Sesil yang melihat Zakia pergi ke kamar mandi, dengan cepat ia mendekati panci. Sesil mengintipnya ternyata saat ini Zakia sedang memasak mie. Sesil mendapatkan ide dengan menaruh cabe bubuk ke dalam mie agar Zakia sakit perut. Setelah menaruhnya Sesil cepat-cepat pergi meninggalkan mie itu. Dari balik tembok Sesil mengintipnya lalu tertawa sambil menutup mulut dengan tangannya agar tidak ketahuan oleh Zakia.
__ADS_1
Sesil kembali ke ruang tamu dengan hati yang senang karna dirinya baru saja membalaskan dendamnya ke Zakia melalui mie yang ia campurkan dengan banyaknya bubuk cabe.
Beberapa menit kemudian Zakia datang dengan membawakan mie untuk di berikan ke Aditya. Sesil menatap Zakia dengan tatapan benci.
“Lu ngapain kemari?” tanya sesil dengan kesal
“Anda sedang berbicara dengan saya nona?” tanya Zakia sambil menunjuk dirinya
“Siapa lagi kalau bukan lu” ucap Sesil kesal
“Oh, saya pikir anda sedang berbicara dengan tembok yang ada di sana” ucap Zakia dengan meletakan mie yang ia bawah ke atas meja “ silahkan tuan Aditya” ucap Zakia dengan mempersilahkan Aditya untuk makan.
Edo yang sedang bermain tiba-tiba hidungnya mencium sesuatu yang begitu harum yang mengundang laparnya tiba. Dengan beranjak dari duduknya Edo mencari bau itu dengan cara mengendus. Ketika menemukannya wajah Edo terlihat bahagia.
“Lu tau aja Za. kalau kita-kita sedang lapar” ucap Edo menatap Zakia lalu mengalihkan tatapannya ke mie. Edo mengambil piring dan sendok lalu mulai menyendok mie ke piringnya.
Sedangkan Sesil menatap mie yang baru saja Zakia bawah. ia terdiam ketika Edo dan juga Aditya mulai menyendo mie nya ke piring mereka. Edo mulai meniup mie dan sudah akan memasukan ke mulutnya tiba-tiba sesil berteriak.
“Ada apa nona? Anda juga merasa lapar ?” tanya Zakia
Sesil tetap diam dengan terus menatap mie yang ada di hadapannya.
“Lu kenapa Sil? Bikin gua kaget aja, kalau lu mau makan, sana makan gua gak bakal habisin itu semua” ucap Edo kesal lalu ia mencoba memasukan mie ke dalam mulutnya.
“Gua bilang stop ya stop” teriak Sesil lagi-lagi membuat Edo dan Aditya kesal
“Lu kenapa sih?” tanya Edo kesal
“Gua bilang stop ya stop”
“Iya alasan lu apa ngelarang gua sama Aditya makan, lu bisa ngasih alasannya gak ?” tanya Edo kesal dengan menatap Sesil lalu mengalihkan tatapan ke Zakia. Zakia pun menatap Aditya dan Edo bergantian sambil mengakat kedua pundaknya.
__ADS_1
“Mi- mie itu” ucap Sesil dengan terbatah
“Lu kelamaan Sesil, gua udah lapar terserah lu deh” ucap Edo lalu mulai memasukan ke mulutnya. Sesil melarang mereka pun melempar sendok yang di pegang Edo. Sampai akhirnya sendoknya jatuh ke lantai sebelum masuk ke dalam mulut Edo.
“Mie itu ada racunnya, aku curiga Zakia menaruhnya” ucap Sesil marah sambil menatap Aditya dan juga Edo bergantian.
“Apa ? ada racunnya” tanya Edo dengan kaget mendengar ucapan sahabatnya itu. Edo menatap Zakia. “ Lu mau ngeracunin gua sama Aditya? Gak nyangka gua ke lu”
“Lu jangan ngadi-ngadi Sesil, mana ada racunnya. Di rumah gua gak ada yang namanya racun” ucap Aditya kesal
Edo menatap Aditya.
“Lu pikir gua bohong dan belain gadis ini, itu gak mungkin” jelas Aditya seolah tau apa yang di pikirkan Edo.
“Gua percaya sama lu Dit.” Ucap Edo menatap Aditya. Lalu Edo menatap Sesil “ Lu kebanyakan nonton Drama Sil. Jadi hasilnya kayak gini”
“Gua gak bohong Do, tadi gua liat dia menaruh sesuatu” ucap Sesil ngotot
“Kenapa bukan dia aja yang makan, kenapa harus Aditya dan Edo” batin Sesil lalu menatap Edo. “ Kalau Edo gua gak perduli kalau perutnya sakit tapi Aditya?! Gak mungkinlah gua nyelakain dia mana bubuk cabenya banyak lagi yang gua taruh” batin Sesil terus berbicara.
“Ya udah sini kalau kalian gak mau biar aku aja yang makan, ribet banget sih kalian” ucap Zakia dengan mengambil mie lalu di masukan ke dalam mulutnya.
Sesil terlihat begitu senang ketika melihat Zakia mengambil mie nya dan mulai memasukan ke mulut.
Dengan santainya Zakia mengunyah mie itu dan pergi meninggalkan mereka. Edo dan Aditya terdiam ketika melihat Zakia baik-baik saja tidak terjadi apa-apa padanya.
“Lu lihat sendiri kan, dia gak apa-apa bahkan dia tenang-tenang aja makannya gak ada gejala apapun, Lu aneh sil” ucap Edo kesal dengan sikap Sesil hari ini
Sesil terdiam mendengar ucapan Edo dan juga melihat Zakia yang tenang ketika memakan mie itu. “ Kenapa dia gak kepedesan? Padahal gua naruh bubuk cabenya banyak. Masa iya gak pedes sih” batin Sesil yang terus berfikir.
“Gua ke toilet dulu” pamit Sesil ke Aditya dan Edo.
__ADS_1
Sesil mengikuti Zakia dan Zakia pun seperti biasa tak ada yang terjadi pada dirinya. Zakia meletakan mie di meja makan dan ia pergi ke belakang. Dengan rasa penasaran Sesil mendekati mie di atas meja sambil melebarkan pandangannya agar tidak ada yang melihatnya. Dengan rasa penasaran Sesil pun mencoba menyicipi mie yang ada di atas meja.