
Tuan Bram mendengar teriakan Zakia, ia menyuruh agar pelayan di rumahnya melihatnya di kamar Aditya.
Aditya datang dengan mendekati meja makan sambil menahan tawa.
“Apa yang kamu lakukan kepadanya Aditya?” tanya tuan Bram
“Aditya gak melakukan apa-apa sama dia” Jawab Aditya sambil tertawa
“Jika sampai terjadi apa-apa dengan Zakia papa gak segan-segan ngirim kamu ke Amerika” ancam tuan Bram
Aditya melemparkan sendok dengan keras ke atas meja setelah mendengar ucapan ayahnya.
“Please pa, papa sendiri yang ngirim dia buat jadi pengasuh aku dan papa mau ngancam aku dengan mengirimku ke Amerika gara-gara dia”
Pelayan itu berlari ketika melihat Zakia sudah basah kuyup
“Apa yang terjadi nona?” tanya pelayan yang bernama Bi inem
“Gak apa-apa bi, ini semua kerjaan Aditya Bi”
“Sabar ya non, tuan Aditya emang seperti itu orangnya bahkan bukan hanya nona Zakia saja seperti ini tapi beberapa pengasuh lainnya sampai mereka berhenti bekerja karna gak tahan dengan sikap tuan Aditya”
“Iya bi”
B inem membawa Zakia ke belakang dengan melewati meja makan. Aditya pun menahan tawa melihat Zakia yang berantakan.
“Kamu sudah keterlaluan Aditya”
“Papa yang keterlaluan ke Aditya dengan memisahkan Aditya dengan mama” ucap Aditya marah
“Tutup mulutmu Aditya. Kamu tidak tau apa yang terjadi sebenarnya”
Dengan marah Aditya meninggalkan meja makan.
“Kamu mau kemana Aditya ?” teriak tuan Bram
Aditya mengabaikan ucapan tuan Bram. Ia bergegas pergi keluar namun sesampainya di tempat parkir mobil, ia tak di izinkan keluar rumah. Dengan marah Aditya masuk ke dalam rumah menemui ayahnya tuan Bram.
“Aditya mau keluar pa, bilang ke orang papa agar tidak menghalangi Aditya.”
“Kamu gak akan keluar kemana-mana hari ini” ucap Zakia tak jauh dari Aditya
Aditya dan tuan Bram langsung menatap ke arah Zakia.
“Memangnya kamu siapa di rumah ini ngelarang aku keluar”
“Jadi kamu lupa? Okey aku ingatkan lagi kalau aku sebagai pengasuh kamu di rumah ini dan semua aktivitas kamu harus melalui aku apapun itu” ucap Zakia
#Falshback on
Sebelum penanda tanganan kontrak.
“Saya akan melakukan semua perintah tuan, tapi satu hal yang saya minta dari tuan”
“Apa itu?” tanya tuan Bram menatap Zakia.
“Berikan saya hak sepenuhnya terhadap Tuan Aditya ”
__ADS_1
Tuan Bram mengerutkan keningnya ketika mendengar permintaan Zakia. Ia merasa kalau Zakia adalah wanita pemberani sehingga begitu lancangnya dia mengatakannya di depan tuan Bram.
“Maksud anda apa nona?” tanya Pak Didi dengan tidak mengerti maksud Zakia.
“Saya hanya meminta hak sepenuhnya terhadap Tuan Aditya. selama saya bekerja sebagai pengasuhnya”
“Permintaanmu itu tidak bisa di kabulkan”
“Baiklah kalau begitu saya pamit pergi dari sini.” Ucap Zakia dengan berjanak dari tempat duduk. Dengan berjalan ke arah pintu tiba-tiba tuan Bram menyetujuinya.
“Baiklah saya terima permintaan kamu” ucap tuan Bram.
“Tapi tuan” ucap Pak Didi
Tuan Bram menatap Pak Didi dengan mengagukan kepalanya sambil mengedipkan kedua matanya, bahwa semua akan baik-baik saja.
“Saya akan mengabulkan tapi dengan syarat Aditya akan berubah”
“Baik tuan saya akan berusaha”
#Flashback off
Dev menatap ke arah tuan Bram
“Pa, ini maksudnya apa?”
“Apa yang di katakan Zakia bener Aditya. Sekarang apapun itu kamu harus meminta izin kepadanya”
“Ini adalah rumah Adit, dan yang berhak mengatur hidup Adit hanyalah Aditya. Gak ada yang bisa ngatur hidup Aditya apalagi sampai ikut campur.
“Itu dulu, berbeda dengan sekarang” ucap Zakia dengan melipat kedua tangannya di depan dada sambil berjalan mendekati Aditya.
“Maafkan saya tuan” ucap Zakia dengan meminta maaf karna sudah lancang mengatur kehidupan Aditya.
“Gak apa-apa Zakia, saya percayakan Aditya ke kamu tapi ingat poin-poin dalam syarat kontrak kerjanya”
“Baik tuan”
Aditya merasa kesal di dalam kamar, ia menelfon Edo agar segera menjemputnya. Aditya merasa dirinya berada di penjara gara-gara pengasuhnya yang gila.
Teman-teman Aditya datang, mereka melihat wajah baru yang membukakan pintu mereka dan mempersilahkan mereka masuk.
“Aditya,..!”
“Hmmmm”
“Siapa gadis itu?” tanya Edo dengan menunjuk ke arah luar
“Dia adalah gadis gila yang membuat gua seperti di penjara” jelas Aditya dengan suara kesal
“Maksud lu apa Aditya ?” tanya Sesil
“Dia adalah pengasuh baru gua yang menggantikan pengasuh yang telah berhenti” jelas Aditya dengan kesal
" Waww asyik dong, akhirnya kita punya mainan baru" ucap Edo
"Iya Edo, akhirnya kita akan bersenang-senang lagi" ucap Sesil
__ADS_1
" Gak usah deh, kalian gak tau orangnya seperti apa jangan sampai kalian nyesal" ucap Aditya dengan memberikan peringatan
"Koq gua makin penasaran ya, seperti apa orngnya" ucap Edo dengan memegang dagunya sendiri
"Terserah kalian aja"
Dengan rasa penasaran Edo mulai memanggil Zakia dengan menggunakan nama Aditya, agar Zakia datang ke kamar Aditya.
"Eehh sialan lu Do, ngapain lu bawah nama gua"
"Biar dia datang Aditya, kalau kita yang manggil mana mau dia"
"Itu urusan kalian, seenggaknya gak usah bawah-bawah nama gua"
"Okey, okey Aditya. lu gak perlu marah gitu juga."
"Gua kesel dengan tuh gadis"
"Kalau gitu gimana kita kerjain aja Aditya, biar gua sama Teman-teman punya alasan datangin dia kemari"
"Terserah kalian aja deh"
Bi inem berjalan masuk ke dalam kamar Aditya setelah mengetuk pintu.
"Minumannya tuan"
"Makasih Bi"
Ketika Bi inem hendak pergi tiba-tiba Edo memanggilnya dengan mendekati Bi inem.
"Bi,..! Edo mau buah dong, tapi suruh gadis yang buka pintu tadi Edo datang Bi"
"Maksud tuan Edo. non Zakia ?"
"Oh jadi namanya Zakia?!" ucap Edo dengan menatap Aditya, Sesil dan juga Yoga
"Iya tuan Edo, namanya Zakia. dia adalah pengasuh tuan Aditya yang baru"
"Baiklah Bi, Edo mau buah suruh Zakia yang nganterin kesini."
"Baik tuan"
Setelah kepergian Bi inem, Zakia datang dengan membawakan buah yang Edo minta.
"Ini buah pesanan anda tuan Aditya" ucap Zakia sopan meletakan buah di atas nakas.
Aditya menatap Zakia dengan tatapan kesal. "Anda belum sarapan pagi tuan, jangan sampai anda kelaparan saya membawakan nasi goreng kepada Anda"
"Gak perlu, aku bisa sendiri" jawab judes Aditya
"Apa saya membawakannya dan menyuapi anda?"
"Tidak perlu" ucap Aditya dengan menolak
"Gua aja suapin, kalau Aditya gak mau" ucap Edo dengan membuka mulutnya
"Kenapa Anda gak makan sendiri saja, kan punya tangan dua"
__ADS_1
Sesil menahan tawanya begitupun Yoga ketika mendengar Edo di bantah oleh seorang gadis yang berstatuskan pengasuh.
"Terima kasih yaa Zakia dan mohon maaf " ucap Sesil berterimah kasih dan memohon maaf.