Pengasuh Tuan Muda Arrogant

Pengasuh Tuan Muda Arrogant
Bab 11


__ADS_3

Sesil menatap Aditya seolah ia meminta pembelaan dari Aditya namun Aditya cuek saja, Sesil merasa kesal tak ada yang membelanya sampai akhirnya ia pulang tanpa pamit


“Lu mau kemana sil ? tanya Edo dengan mengejar sesil yang pergi


“Gua mau pulang” jawab Sesil dengan kesal


“Koq pulang sih, kan gua sama Lu baru aja sampai”


Langkah Sesil terhenti Ketika Edo terus berbicara


“Ngapain gua di sini kalau di perlakukan seperti itu?”


“Di perlakukan seperti apa sih gua gak ngerti maksud lu Sil”


“Udahlah gua mau pulang” ucap Sesil dengan pergi meninggalkan Edo


Edo Kembali ke dalam dan berkumpul dengan mereka, ia duduk di sofa tempat ia duduki


“Sesil ? tanya Aditya


“Dia pergi” jawab Edo


******


Sesil terlihat begitu kesal sehingga ia berniat membalas dendam ke Zakia dengan mendatangi ibunya, Sesil menatap rumah makan ibu Zakia dari dalam mobil, Sesil turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah makan sambil melepaskan kaca matanya


“Silahkan Nona” ucap ibu Zakia dengan menyodorkan sebuah daftar menu


“Langsung saja ke intinya, gua datang ke sini karna membawa berita penting tentang putri anda


“Ada apa dengan putri saya nona?” tanya ibunya Zakia dengan mulai terlihat khawatir


“Putri anda telah menjadi pelacur yang rela menjual dirinya demi ke om-om kaya raya”


Ibu Zakia terkejut tangannya mulai gemetaran Ketika mendengar putrinya seperti itu


“Anda bohong kan nona, ? putri saya tidak mungkin seperti itu” tanya ibu Zakia

__ADS_1


“Putri anda begitu murahan menghalalkan semua cara demi mendapatkan uang bahkan dirinya pun di jual” ucap Sesil dengan menekan suaranya


Ibu Zakia terduduk sambil menangis Ketika mendengar yang di ucapkan Sesil, sudah tak bisa menahan sakit dan kekecewaan ibu Zakia pingsan


Setelah melihat ibu Zakia terjatuh dan pingsan Sesil pergi begitu saja, ia meninggalkan ibu Zakia tanpa membantunya


****


“Hey Lu kemari” panggil Edi Ketika melihat Zakia melewati ruang keluarga


Zakia pun mendekati Edo


“Lu apakan Sesil haaaa?” tanya Edo menatap Zakia dengan tatapan marah


“Memangnya nona sesil kenapa tuan? Tanya Zakia dengan melebarkan pandangannya mencari Sesil di ruangan itu


“Percuma Lu mencari dia, sekarang Lu jawab pertanyaan gua”


“saya tidak melakukan apa-apa ke dia”


“Kalau Lu tidak melakukan apa-apa ke dia kenapa dia pergi begitu saja?”


Edo mulai emosi dengan Zakia sampai akhirnya ia hampir memukul Zakia namun Yoga langsung menegur Edo


“Apa yang kamu lakukan Edo?”


Dia sudah lancang gak seharusnya dia gak berada di sini”


“Tapi dia seorang Wanita Do”


“Perset*an dengan dia seorang Wanita”ucap Edo yang mencoba menampar Zakia


“Hey, ada apa dengan kamu Do?” tanya Yoga dengan menahan Edo


Edo menatap Yoga dengan kesal lalu menatap Aditya.


“Kalian berdua kenapa sih, koq pada belain dia”

__ADS_1


“Gak belain Edo. Tapi dia itu wanita”


Dengan kesal Edo melepaskan tangannya yang di tahan oleh Yoga. Edo menatap dengan tatapan ingin membunuh namun Edo menahannya karna kedua sahabatnya.


Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, sudah waktunya Zakia pulang, semua tugas-tugasnya selesai. Ketika Zakia melangkahkan kakinya keluar pintu Edo mengejarnya dengan membisikan sesuatu namun Zakia cuek saja tak meperdulikan ucapan Edo. Zakia malah menatap Edo dengan tatapan tidak suka.


Seperti biasa Zakia pulang dengan mengendarai sepeda motor yang ayahnya hadiahi kepadanya semasa ayahnya masih hidup, sebelum pulang ke rumah Zakia selalu mampir di taman dengan duduk diatas ayunan sejam atau 2 jam. Setelah itu Zakia akan kembali namun kali ini ia tak langsung, Zakia mampir di rumah makan kecil untuk membeli mie bakso kesukaan ibunya yang selama ini ibunya inginkan. Zakia membelinya dengan menyuruh pemilik rumah makan membungkusnya.


Dalam perjalanan Zakia mengendarai sepeda motornya dengan pelan sambil mendengarkan musik di handphonenya dengan menggunakan headset di tempelkan ke telingannya. Sesampainya di rumah Zakia melihat rumahnya gelap tak ada lampu satupun yang menyalah.


“Kenapa rumahnya gelap, ibu dan Zio kemana ya? Apa mereka lupa menghidupkan lampu atau lampunya hangus? Tapi gak mungkin kalau hangus aku kan baru mengganti lampunya 2 hari lalu” ucap Zakia sambil bertanya-tanya dan di jawab oleh dirinya sendiri.


Ingin mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya, Zakia masuk ke dalam rumahnya dengan menghidupkan lampu, setelah terang Zakia tambah bingung dengan Rumah makan milik ibu nya begitu berantakan.


“Ini ada apa kenapa berantakan sekali?” ucap Zakia keheranan sambil merapikan rumah makan milik ibunya. Setelah membersihkan rumah makan dan mengaturnya Zakia mencari ibunya dan adiknya di belakang. Rumah Zakia bergandengan dengan rumah makan. Seperti biasa Zakia tak menemukan ibunya dan adiknya.


“Kemana mereka pergi?” ucap Zakia berfikir lalu memanggil ibunya dan adiknya kembali.


“Ibu,..!!! Zio,..!!!” namun tak ada jawaban.


Zakia merasa khawatir ia langsung menelfon Zio namun handphone adiknya tidak aktif dan tidak bisa di hubungi.


“Pada kemana sih jam segini gak ada di rumah” ucap Zakia dengan mencoba menelfon adiknya kembali namun tak ada jawaban. Dengan rasa kekhawatiran Zakia pergi keluar rumah dengan memanggil ibunya dan adiknya. Lalu tiba-tiba seseorang lewat di rumah Zakia dengan memberitahukan kalau ibunya jatuh pingsan dan di larikan ke rumah sakit terdekat.


Mendengar kabar itu Zakia langsung pergi ke rumah sakit mencari ibunya. Dalam perjalanan tubuh Zakia gemetaran ketika mendengar kabar ibunya jatuh pingsan dan di rawat di rumah sakit. Zakia berlari dari tempat motornya di parkir sampai ke dalam sambil memperhatikan ruangan-ruangan ibunya. Setelah menemukannya ia melihat dari luar adiknya sedang duduk sambil memegang tangan ibunya dan ibunya sedang terbaring dengan menggunakan beberapa alat.


Zakia masuk ke dalam ruangan dengan pelan menjaga agar tak menimbulkan suara yang membuat ibunya terbangun, ia mendekati tempat tidur ibunya namun sebelum itu ia menyentuh pundak adiknya.


Zio menatap Zakia dengan mata sembab dan sesegukan, Zio menangis selama ibunya jatuh pingsan sampai di bawah ke rumah sakit. Zio langsung memeluk Zakia.


“Kak Kia,...!!” panggil Zio sambil memeluk Zakia


“Kamu tenang, jangan sampai ibu terbangun dan terganggu dengan tangisanmu” ucap Zakia mencoba kuat sambil mengelus punggung adiknya.


Malam ini Zakia dan Zio menginap di rumah sakit menjaga ibu mereka, Zakia menyuruh Zio beristrahat lebih dulu karna Zio harus pergi ke sekolah besok.


“Istrahatlah Zio. atau kamu kembali saja biar kak Kia yang jagain dan nemenin ibu di sini.” Ucap Zakia dengan menatap Zio

__ADS_1


“Zio mau nemenin ibu di sini, menjaga ibu sama-sama dengan kak Kia” ucap Zio dengan tangisan kecil yang mulai terdengar.


“Ya udah kita jagain ibu sama-sama” ucap Zakia dengan memeluk Zio sambil menyembunyikan air matanya yang jatuh.


__ADS_2