
Sesuai kesepakatan antara tuan Bram dan Zakia. Ia akan mulai bekerja besok. Tepat pukul enam pagi Zakia sudah berada di rumah tuan Bram dengan menyiapkan semua keperluan Aditya. membangunkan Aditya setiap pagi. Dan Zakia harus mempersiapkan mentalnya.
Tujuan tuan Bram memperkerjakan pengasuh yaitu agar Aditya di ajarkan kedisplinan yaitu bangun pagi, sarapan pagi dan juga berangkat kuliah tepat waktu. Selama ini Aditya menggunakan nama belakang tuan Bram sehingga ia tidak pernah mendapatkan masalah di kampus dan tempat lainnya. Bahkan Aditya membuat salah satu dosennya mengajukan dirinya agar di pindahkan karna ulah Aditya. Dan tak hanya dosen ada beberapa mahasiswa lainnya menjadi bahan mainan dirinya dan juga teman-temannya. Sehingga tuan Bram mendapatkan ide menmperkerjakan pengasuh untuk Aditya yaitu dari pak Didi.
Tuan Bram yang mulai menyerah dengan menjanjikan kalau Zakia adalah orang terakhir yang di harapkan tuan Bram. Walaupun tuan Bram masih ragu dengan kemampuan Zakia yang bisa bertahan sebagai pengasuh putranya.
“Bagaimana menurut pak Didi, apakah Zakia adalah orang yang tepat bisa merubah sikap Aditya ?” tanya tuan Bram kepada pak Didi
“Saya belum bisa memastikan tuan, tapi saya bisa melihat semangat nona Zakia seperti apa. Dan saya yakin kalau nona Zakia bukanlah orang yang cepat menyerah dengan keadaan tuan”
“Baguslah kalau seperti itu. Kamu sudah mengirimkan semua syarat-syarat yang harus Zakia hindari selama bekerja sebagai pengasuh Aditya?”
“Sudah tuan”
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, Zakia sedang duduk santai bersama dengan ibunya sambil di temani cemilan kecil dan kopi.
“Bu...! Zakia mau mengatakan sesuatu ke ibu”
“Katakan saja nak”
“Sebenarnya Zakia sudah lama tidak mengikuti kelas untuk masuk perguruan tinggi bu” ucap Zakia dengan rasa menyesal
“Zakia minta maaf ke ibu” ucap Zakia lagi dengan meminta maaf sambil menangis.
“Ibu minta maaf, selama ini ibu tidak bisa memenuhi semua keinginan kalian. Ibu bukanlah ibu yang baik buat kamu dan Zio”
“Ibu jangan bicara seperti itu, bagaimanapun ibu tetap ibu terbaik bagi Zakia karna sudah membesarkan Zakia dan juga Zio.” Ucap Zakia dengan memeluk ibunya
“Seharusnya kamu sudah mendaftarkan diri keperguruan tinggi seperti teman-temanmu”
“Gak apa-apa bu, Kia bisa mendaftar kembali tahun depan, mulai sekarang ibu tidak perlu bekerja keras lagi biarkan Kia yang bekerja. Ibu tidak perlu membuka jasa mencuci dan menyetrika. Ibu cukup mengembangkan rumah makan yang ayah tinggalkan” ucap Kia
“Tapi nak”
“Bu, Kia mohon. Biarkan Kita yang bekerja demi kesehatan ibu. Kalau ibu tetap melakukannya Kia akan menutup rumah makan milik ayah” ucap Kia sedikit mengancam ibunya
“Baiklah”
Kia masuk kedalam kamar ia mendapatkan pesan dari pak Didi. Kalau pak Didi sudah mengirimkan ke emailnya semua syarat-syarat yang harus Kia lakukan dan gak bisa Kia lakukan selama bekerja sebagai pengasuh Aditya
“Okey Kia mari kita lihat apa saja isi syarat-syaratnya” Zakia mulai mengklik email yang masuk, dan setelah terbuka Zakia mulai membacanya. Tiba-tiba Zakia tertawa
__ADS_1
“Buahahahaha, apa ? gak boleh jatuh cinta ke tuan Aditya. Siapa juga yang akan jatuh cinta ke tuan arrogant yang gak ada sopan santunnya seperti itu, ia sih aku akui kalau dia tampan tapi kembali lagi ya ke sikap kasarnya” ucap Zakia tertawa
“Pak Didi aneh deh, gak mungkinlah Aku suka sama tuan Aditya, ngebayangin aja aku merinding”
*******
Keesokan paginya Zakia berangkat kerja pagi-pagi sekali, sesuai syarat-syarat yang tuan Bram katakan saat ini Zakia berada di rumah tuan Bram dengan mendapatkan beberapa arahan dari pak didi. Zakia berdiri tepat berada di depan pintu kamar Aditya. Zakia mengatur nafasnya sebelum mengetuk pintu Tuannya dan masuk ke dalam.
“Okey Kia saatnya kita harus bekerja demi ibu dan juga Zio dan juga demi tuan Bram. Fighting Kia” ucap Zakia menyemangati dirinya sendiri
Zakia mengetuk pintu kamar milik Aditya, lalu ia membuka pintu dengan memasukan kepalanya lebih dulu untuk mengintip. Zakia membuka pintu dengan pelan-pelan lalu masuk sambil menuju kearah ranjang. Zakia tertekun ketika melihat dada bidang milik Aditya yang tak mengenakan kaos.
“ingat Kia kamu bekerja di sini demi ibu dan juga adikmu, jadi jangan aneh-aneh dan kamu juga sudah membaca semua isi syarat-syaratnya jangan sampai kamu di pecat” Zakia menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Selamat pagi tuan Aditya” ucap Zakia dengan membangunkan Aditya namun Aditya tak bergerak sedikitpun sedangkan waktu berjalan terus. Sebelum sarapan pagi di mulai Aditya sudah harus berada di meja makan. Jika Zakia menyelesaikan tugasnya dengan baik maka Zakia akan mendapatkan bonus setiap yang ia lakukan tepat waktu yang di tentukan.
“Tuan Aditya bangun” panggil Zakia dengan mununjuk-nunjuk lengan Aditya
“Hmmmm” lalu berbalik dan tidur kembali
Demi mendapatkan bonus Zakia tidak mau menyia-nyiakan waktu berharganya, dengan berani Zakia memukul Aditya dengan bantal sambil berteriak.
“Banguuuuuunnnnn” teriak Zakia sambil memukul Aditya dengan bantal. Zakia mendapatkan keberanian itu dari waktu yang saat ini sudah menunjukan pukul 7. Dan tepat jam 8 harus sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi.
“ Siapa kamu?” tanya Aditya dengan langsung menutup dadanya dengan bantal
“Maaf tuan, saya adalah pengasuh tuan yang baru” jelas Zakia dengan suara pelan, dan lembut sambil tersenyum manis
“Apa? Pengasuh?” tanya Aditya dengan wajah terkejut
“Iya tuan” jawab Zakia dengan lembut
“Sedang apa kamu di sini ? dan kenapa kamu memukulku dengan bantal?” tanya Aditya membentak Zakia
Zakia menghela nafasnya sambil meniup voni rambutnya.
“Karna saya sudah membangunkan tuan tapi tuan gak bangun-bangun”
“Terus urusannya dengan kamu apa? Aku bangun dan gak bangun?”
Zakia mulai menahan emosinya karna sikap Aditya yang meneriakinya dan juga membentaknya.
__ADS_1
“Maaf tuan, silahkan tuan pergi mandi sebentar lagi akan sarapan pagi” ucap Zakia dengan lembut walaupun sebenarnya ia merasa sikap Aditya sudah keterlaluan.
“Gak” ucap Aditya dengan teriak lalu melanjutkan tidurnya
Zakia yang merasa kesal ia pun memukul Aditya dengan bantal kembali.
“Bangun tidak?” ucap Zakia sambil memukul
“Hey hentikan, apa-apaan kamu”
“Sebelum kamu bangun dan mandi aku gak akan berhenti memukulmu”
“Dasar gadis gila” ucap Aditya dengan melemparkan bantal ke wajah Zakia.
“Sabar Zakia walaupun dia menyebutmu gila tapi usaha kamu gak sia-sia membangunkannhya
Zakia membereskan tempat tidur Aditya. Sambil menunggu Aditya selesai mandi, setelah semua selesai Aditya tak keluar-keluar juga dari kamar mandi.
“Kenapa dia belum juga keluar sih” ucap Zakia dengan mengetuk pintu kamar mandi
“Sebentar” teriak Zakia dari dalam kamar mandi
“Jika kamu gak keluar dari kamar mandi lima menit lagi, aku gak akan berhenti mengetuk pintu kamar mandinya.”
Aditya mondar mandir di dalam kamar mandi mencari ide untuk mengerjai Zakia. Dan tiba-tiba Aditya tersenyum sambil mengusap kedua tangannya.
Sudah tepat lima menit namun Aditya tak keluar juga. Zakia terus mengetuk pintu sampai akhirnya Zakia memutuskan untuk masuk ke dalam, dan benar saja kaki Zakia di senggol oleh Aditya. Dan Zakia terjatuh di lantai dengan posisi tengkurap dan tiba-tiba air jatuh membasahi tubuhnya dan ember menutup kepala Zakia.
Aditya tertawa terbahak-bahak melihat Zakia yang terjatuh basah kuyup di tambah ember menutupi kepala Zakia.
“Buahahahahaha.. kamu sedang apa? Buahahahaha”
Zakia berteriak sekuat-kuatnya karna kesal dengan Aditya.
“Tunggu pembalasanku tuan Aditya. Aku akan membalasmu lebih dari ini” ucap Zakia dengan menatap dirinya di cermin yang ada di kamar mandi.
“Aaaaaaaaaaaaaaa,....Aditya Sialaaaannnnnn” teriak Zakia
Namun tiba-tiba Zakia tersadarkan diri.
"Bentar ..! apakah aku baru saja memakinya, astagaa semoga gak di dengar sama tuan Bram. kalau di dengar entar aku di pecat karna sudah memaki putranya." Ucap Zakia dengan mengintip apakah Aditya ada di sana namun ia tidak menemukan Aditya.
__ADS_1
"Syukurlah Tuan Aditya gak ada" ucap Zakia dengan lega