
“Sialan, baru kali ini gua di tolak sama cewek, dan lebih parahnya lagi pengasuh teman gua” ucap Edo dengan menatap Aditya. Sesil dan juga Yoga.
“Buahahahahaha.... Lu sih sok kenal sok dekat sama dia”ucap Sesil dengan tertawa lepas
“Gua bilang juga apa, tuh pengasuh gua gak seperti pengasuh sebelumnya, kalian sih gak percaya sama gua.” Ucap Aditya
“Tapi gua tau kalau dia tuh pura-pura sok jual mahal biar kita ngejar dia, tambah semangat gua buat ngerjain dia”
“Buahahaha ngarang lu, mana ada dia seperti itu. Yang gua tau hanya lu yang seperti itu” ucap Sesil dengan melempar bantal dan Edo berusaha menghindarinya.
Edo berdiri dari duduknya dan berjalan menjauhi teman-temannya ia memikirkan cara mendekati Zakia dan bisa luluh dengan gombalannya. Tiba-tiba Edo tersenyum dan langsung berbalik dan mendekati teman-temannya sehingga teman-temannya kaget dengan suara keras Edo.
“Ahaaaa....gua punya ide, dan kalian pasti akan terkejut dan terkagum dengan ide gua” ucap Edo dengan penuh percaya diri dan tanpa merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan.
“Sialaaann lu Edo. Bisa gak lu gak ngagetin gua” teriak Sesil kesal karna suara Edo membuatnya kaget.
Aditya dan Yoga menatap Edo dengan tatapan penuh penasaran dengan ide yang akan ia katakan.
“Apa idenya Do?” tanya Sesil dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Edo
“Sini mendekatlah lebih dekat lagi”
Dan merekapun mendekatkan diri bahkan wajah mereka begitu dekat.
“Gua pikir-pikir ternyata pengasuh lu cantik juga Dit” ucap Edo sambil tersenyum
“Aaaaahhhhhh.. sialan lu Do” ucap mereka bersamaan dengan menjauh dari Edo
“Sini mendekatlah, gua akan mengatakan sesuatu”
Dan lagi-lagi merekapun mengikuti apa yang Edo katakan, walaupun mereka baru saja di tipu
“Sebenarnya gua gak enak ngasih tau ke kalian, tapi karna kalian pengen tau ya udah aku kasih tau, tapi jangan kaget yaa”
“Cepetan sialan” ucap Yoga gak sabaran
“janji ya jangan marah dan jangan kaget”
“ Iya dodol, cepetan ngomongnya” ucap sesil yang mulai kesal
__ADS_1
“Sebenarnya gua belum menemukan idenya sih” ucap Edo dengan tertawa lepas
“Sialan lu” ucap Yoga dengan kesal sambil mendorong kepala Edo.
“Buahahahahaha.....” Edo pun tertrawa terbahak-bahak berhasil mengerjai teman-temannya.
*********
“Hey anak miskin” panggil salah satu siswa kepada Zio
Zio berjalan dengan pelan sambil menundukan kepalanya.
“Cepetan..” ucap salah satu siswa dengan mendorong Zio
“ Bukankah aku sudah mengatakan kalau setiap jam istrahat kamu harus menungguku di depan pintu kantin sambil membawahkan minuman dan juga snak” ucap siswa dengan meneriaki tepat di wajah Zio
“Maaf Erik, hari ini aku tidak membawah uang jajan.” Jelas Zio sambil menangis
“Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu jika tidak memiliki uang jajan kamu harus? Harus apa, jawab” teriak Erik sebagai ketua geng di sekolah mereka.
“Kalau tidak memiliki uang jajan, harus mencuri makanan yang ada di supermarket di dekat sekolah” ucap Zio dengan suara bergetar dan menangis
Zio memohon maaf dengan menangis, ia memohon agar Erik dan kawan-kawannya memaafkan dirinya.
“Maafkan aku Erik, aku tidak bisa melakukannya lagi”
“Apa katamu ? kalian dengar apa yang si anak miskin ini katakan?”
“Kami tidak mendengar apa yang dia katakan” jelas teman-teman Erik
“Baiklah kalian tidak mendengarnya kan, berarti besok kamu harus memberikan jajanan seperti biasa, dan jika sampai kamu tidak melakukannya, aku pastikan kamu akan menyesalingya” ucap Erik dengan mendorong Zio sampai Zio terjatuh dan tangannya terluka.
Zio menangis dengan apa yang terjadi padanya, ia begitu membenci kehidupannya, kemiskinan. Dirinya yang terlahir dari kemiskinan. Zio berjalan dengan pelan namun ia tidak langsung pulang, ia berjalan kaki menuju pantai sambil melihat ombak-ombak.
Zio berteriak sekuat-kuatnya ia melampiaskan semua apa yang ia rasakan saat ini.
“Aku benci hidup ini, aku benci kalian semua, aku benci kemiskinan dan kamu manusia jahat dasar Erik jahat” teriak Zio dengan meluapkan kemarahannya ke ombak yang ada di pantai itu.
Malam telah tiba, sudah saatnya Zakia pamit untuk pulang sesuai kontrak kerja yang ia tanda tangani tepat pukul sembilan malam ia harus kembali kerumah. Namun sebelum kembali ia memastikan semua tugasnya sebagai pengasuh telah selesai.
__ADS_1
“Baiklah tuan Aditya. Saya pamit pulang dulu” ucap Zakia berpamitan setelah tuannya tertidur.
Zakia pamit ke bi inem dan juga tuan Bram. Zakia meminta kepada tuan Bram agar dirinya akan pulang ke rumahnya dan tidak menginap walaupun tuan Bram berharap kalau Zakia menginap namun Zakia menolaknya demi ibu dan juga adiknya di rumah yang hanya berdua saja.
“Saya pamit dulu tuan”
“Pak Didi tolong antar Zakia pulang” perintah tuan Bram
“Baik tuan”
Zakia di antar pulang pak Didi sampai ke rumah, dalam perjalan Zakia tertidur dengan pulas. Ia terlihat begitu kecapean di hari pertama ia bekerja sebagai pengasuh.
Pak Didi terus menatapnya sambil menggelengkan kepalanya melihat Zakia yang terlihat begitu mudah namun ia harus menggantikan peran ayahnya sebagai tulang punggung keluarga.
Sesampainya di rumah Zakia pun terbangun dari tidurnya.
“Udah sampai ya pak Didi? Maaf pak Didi saya ketiduran” Ucap Zakia meminta maaf mersa tidak enak
Pak Didi tidak menjawab permintaan maaf Zakia namun pak Didi mengingatkan kalau Zakia harus kuat dan menjaga kesehatannya.
“Beristrahatlah dengan baik, kumpulkan tenaga anda nona untuk besok”
“Baik pak Didi” jawab Zakia dengan menundukan kepalanya. Lalu Zakia berjalan dengan pelan menuju ke dalam rumahnya yang saat ini rumahnya sudah terlihat sepi dan lampu pun sudah padam tandanya ibunya dan adiknya sudah tiidur.
Zakia berjalan dengan pelan namun langkahnya terhenti ketika mendengar seseorang sedang menangis dari arah kamar adiknya, ia memutuskan untuk melihatnya dan ia pun melihat saat ini adiknya sedang menangis di bawah selimut. Zakia mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar diknya.
“Kamu kenapa Zio?” tanya Zakia sambil berjalan mendekatinya
“Gak ada apa-apa kak Kia. Zio hanya teringat ayah, Zio sangat merindukan ayah. Zio gak tahan harus menangis” jawab Zio di bawah selimut dengan berbohong ke Zakia.Zio tidak ingin menambah beban kakaknya yang sudah melalui begitu banyak demi dirinya, demi masa depannya
“Baiklah, tapi kamu harus cepat tidur, besok kamu harus berangkat sekolah Zio” ucap Zakia yang tanpa merasa curiga sedikitpun.
“Baiklah kak Kia. Sedikit lagi Zio istrahat dan tidur.” Ucap Zio
“Baiklah kalau begitu kak Kia mau ke kamar untuk istrahat juga, kamu harus cepat tidur biar besok gak telat ke sekolah”
“Baik kak”
“Selamat malam Zio. adik kak Kia satu-satunya paling tampan dan lucu”
__ADS_1
“Malam juga kak Kia” jawab Zio. Lalu Zakia keluar sambil menutup kembali pintu kamar adiknya, Zio.