Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 99 - Kebahagiaan


__ADS_3

Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Draco bisa mewujudkan mimpi Ellen untuk menjadikan De Servant sebuah kota.


Pembangunan sepenuhnya selesai dan para anggota De Servant menempati unit mereka untuk ditinggali setelah menikah.


Mereka tidak perlu membayar sewa atau pajak, mereka cukup bekerja di istana sesuai kemampuan mereka.


Rata-rata yang tinggal di sana adalah pengawal dan pelayan yang ingin berhenti bekerja. Sementara tim inti dan pangkat penting lainnya masih tinggal di istana.


Supaya De Servant tetap mendapat keuntungan, Ellen mulai membentuk kelas dan mengajari wanita yang berpotensi bisa menjadi penjahit profesional.


Ellen mulai membuat brand De Servant sendiri yang akan dipasarkan ke berbagai belahan dunia.


"Kita harus membuat De Servant menjadi public style," ucap Ellen yang selalu berambisi seperti biasa.


Bukan hanya berambisi, Ellen juga pintar merawat tubuhnya pasca melahirkan jadi tubuhnya kembali seperti sedia kala. Ellen bahkan promosi memakai dirinya sendiri berbekal akun sosial media butiknya dulu.


"Untuk pemasaran aku bisa mengaturnya," timpal Freya yang jadi tertarik dengan bisnis Ellen.


Kedua wanita itu kemudian berjalan berdua mengamati kota yang dibangun, walaupun tidak terlalu luas tapi setidaknya mereka bisa independen.


"Bagaimana rasanya menikah? Apa kau masih tidak percaya dengan pernikahan?" tanya Ellen.


"Kami sudah memiliki Akash jadi perasaan itu hilang begitu saja," jawab Freya jujur.


"Sepertinya aku telat bertanya," ucap Ellen dengan kekehan.


"Sebaiknya pikirkan menu untuk makan malam nanti," balas Freya yang merasa hal itu jauh lebih penting.


"Ayo kita susul anak-anak dulu, sepertinya mereka latihan bersama ayah mereka." Ellen mengajak Freya ke tempat latihan.


Dan benar saja di sana Draco dan Eros memberi latihan pada Izek, Akash dan Izzy.


Ketiga anak itu tengah beradu memukul samsak, siapa yang mencapai seratus pukulan akan mendapat cokelat.


"Aku selesai," ucap Izek yang telah berhasil. Peluh membanjiri pelipis anak itu.


Akash yang melihat itu tidak mau kalah, dia mempercepat pukulannya. Dia selalu saja menjadi nomor dua.


"Hah?" desaahnya pelan setelah selesai.

__ADS_1


Dan terakhir Izzy yang berhasil melakukan pukulan seratus kalinya.


"Ayah, lain kali kami harus bertarung," ucap Akash pada Eros. Dia ingin menantang Izek.


"Bukan saatnya," sahut Eros seraya memberikan cokelat pada putranya. "Makanlah cokelat ini saja dulu!"


Izek menertawakan hal itu, dia mengambil cokelatnya dari tangan Draco. "Apa pukulanku sudah mengalami peningkatan?"


"Pukulanmu masih lemah, Izzy jauh lebih baik walaupun lambat," jawab Draco jujur.


"Cepat belum tentu kuat," ucap Izzy kemenangan. "Iya kan, Ayah?"


Izek memutar bola matanya malas. "Ayah mengatakan itu supaya kau tidak kecewa dengan kekalahanmu!"


Bersamaan dengan itu, Ellen dan Freya sampai kemudian bergabung bersama mereka semua.


...***...


Malam harinya, mereka akan makan malam bersama. Sekarang meja makan besar itu tidak kosong dan selalu terisi penuh.


Draco akan memimpin doa sebelum makan.


"Aku selesai duluan." Izzy mempercepat makannya karena dia ingin menemui Ruzel di perpustakaan.


Izzy berlari ke perpustakaan sambil memegang cokelat yang dia dapatkan dari latihan sebelumnya.


"Paman..." panggil Izzy saat sampai.


Di sana Ruzel tengah mengerjakan tugas sekolahnya. Dia menghentikan sejenak kegiatannya saat melihat Izzy.


"Aku punya cokelat untuk menemani paman belajar." Izzy memberikan cokelatnya.


Karena mendapat cokelat, Ruzel memberi buku dongeng baru untuk Izzy.


"Ini buku dongeng baru," ucapnya.


Mata Izzy berbinar, dia tidak sabar meminta Draco untuk membacakannya.


Setelah dari perpustakaan, Izzy mencari Izek dan memperlihatkan buku dongeng barunya.

__ADS_1


"Kak, aku punya buku dongeng baru, ayo kita ke kamar ayah!" ajak Izzy.


"Buku dongeng tentang apa?" tanya Izek.


"Tentang panglima perang," jelas Izzy.


Merasa bukan dongeng princess, Izek setuju untuk pergi ke kamar orang tuanya.


Padahal Draco dan Ellen tengah melakukan pemanasan karena ingin bercinta. Saat mereka berciuman, kamar mereka diketuk tanpa henti.


"Itu pasti anak-anak, Drac," ucap Ellen melepas ciumannya.


Ellen membuka pintu kamar, Izek dan Izzy langsung berlari masuk kemudian naik ke atas ranjang bersama Draco.


"Buku dongeng baru, Ayah!"


Draco mengambil buku dongeng itu, dia tersenyum miring karena akhirnya kini lelaki itu bisa membacakan dongeng untuk anak-anaknya. Trauma itu perlahan hilang yang membuat pikiran dan fisik Draco menjadi sehat sepenuhnya.


Malam itu, Draco membacakan dongeng untuk Izek dan Izzy sampai kedua anak itu tertidur.


"Good night." Ellen mencium anaknya bergantian.


Kemudian perlahan Ellen memeluk suaminya.


"Ellen?" panggil Draco.


"Hm." Ellen mengadah menatap suaminya.


"Terima kasih sudah memberiku kebahagiaan ini," ucap Draco seraya mencium bibir istrinya sejenak. "Aku akan mengatakan ini sekali seumur hidupku!"


"I love you, my Queen."


Ellen merasa terharu akhirnya dia mendapat pernyataan cinta dari Draco.


"I love you too, my King."


...***...


...TAMAT...

__ADS_1


Akhirnya khatam juga, Terima kasih buat pembaca yang setia baca.


Jangan lupa mampir ke cerita Izek dan Izzy. Info di bab selanjutnya ya..


__ADS_2