
"Bukankah kau tidak peduli dengan pengantinmu? Jadi, maupun Freya menipumu atau tidak, keadaan tetap sama, bukan?" cecar Kerel. Lelaki itu bersikap santai dengan memakai baju besinya.
"Dan kau sudah tahu pasti, Dante ada di belakang Freya. Semua sudah terlihat jelas, jadi apa maumu sekarang?"
Pertanyaan Kerel yang membuat Draco jadi bimbang. Dia bisa saja langsung menghukum Dante dan Freya tapi bukan itu poin pertanyaan Kerel.
"Kau mau apa, Drac? Terus sembunyi dan menjadi boneka Dante atau kau memilih mengungkap kebenaran dan mencari pengantin aslimu?" tambah Kerel.
Draco memicingkan mata pada Kerel karena menyadari sesuatu.
"Kau kelihatan tidak terkejut sama sekali, apa kau sudah tahu semuanya dari awal?" tanyanya kemudian.
"Sebenarnya aku baru saja tahu kebenerannya dan aku sedang memikirkan untuk memihak siapa," jelas Kerel.
"Jangan coba-coba membohongiku Kerel, aku sudah muak menghadapi manusia seperti Dante yang mempunyai wajah seribu," sahut Draco dengan dada naik turun.
"Kalau aku ingin mengkhianatimu, sudah dari dulu aku lakukan, aku mempunyai banyak kesempatan untuk membunuhmu, Drac," balas Kerel.
Kerel mengambil perisai dan sebuah tombak, dia juga memasang helm besi di kepalanya.
"Bertandinglah hari ini seperti lambang De Servant, serigala hitam. Serigala akan mencabik siapa saja yang merebut miliknya dan hadapi aku dipertandingan final. Saat kau menang, aku akan memberitahu semuanya," ucap Kerel sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Draco melihat punggung Kerel yang semakin menghilang. Dia dibuat bingung dengan keadaan. Di sisi lain dia sangat membenci tradisi pernikahan De Servant tapi di sisi lain, Draco juga penasaran siapa pengantin aslinya. Kenapa Dante dan Freya berusaha menyingkirkannya?
Dari sini Draco menyadari sesuatu jika dia dan cincin Yvone memang tidak bisa terpisah begitu saja.
Apa kau benar tidak merasakan sesuatu saat bersamaku? Sesuatu seperti ikatan yang tidak bisa dijelaskan
Lagi-lagi Draco mengingat pertanyaan Ellen, dia jadi memikirkan perempuan penggoda itu.
"Dia harus pergi dari istana ini," ucap Draco yang tidak mau melibatkan Ellen dengan urusan istana. Dia sudah bertekad akan memberikan bunga kemenangan pada Ellen supaya perempuan itu cepat pergi.
Selagi Draco mempersiapkan diri, pertandingan gladiator sudah dimulai. Bunyi gaduh di stadion menjadi pertanda bagaimana jalannya pertandingan yang menegangkan.
Di stadion dilengkapi kamera yang dipasang diberbagai sudut dan ada layar LED besar yang mempertontonkan jalannya pertandingan.
"King, kuda anda sudah siap," ucap salah satu pengawal.
Draco memasang helm besi di kepalanya kemudian mengambil perisai dan tombaknya. Lelaki itu berjalan menuju kudanya berada.
"Pertandingan tahun ini berbeda karena king Draco ikut serta,"
"Ya, mari kita lihat kemampuan king boneka Dante itu,"
__ADS_1
Draco mengepalkan kedua tangannya karena mendengar namanya dibuat bahan cibiran apalagi gelar king boneka yang melekat pada dirinya.
Draco naik ke atas kudanya, matanya menelisik mencari sosok Dante yang duduk di kursi kebesaran seperti seorang raja.
"Lihat aku baik-baik di sana, aku akan mengambil kursiku itu dan membawa pengantinku!" batin Draco penuh tekad.
Ya, Draco sudah memutuskan akan mencari dan menjemput pengantinnya, pengantin pemilik cincin Yvone sesungguhnya.
"Tunggulah aku darling," ucap Draco seraya menutup helm besinya.
...***...
Jangan lupa vote biar othor semangat crazy upðŸ¤
Yang punya apk Fizzzo, mampir juga di cerita othor yang lain, di sana juga gratis.
Judul : MY ENEMY MY LOVE
Napen : SHIM CHUNG
__ADS_1