
Setelah mendengar jawaban dari Freya, Eros langsung melempar kedua pisau yang ada di tangannya pada musuh dan tepat mengenai lengan mereka.
Terdengar suara teriakan yang membuat rekan yang lainnya menyerang Eros dan Freya di gerbong utama itu.
Mereka menembak tapi Eros dengan sigap mengambil meja yang ada di dekatnya untuk dijadikan tameng.
Dor!
Dor!
Suara tembakan terus terdengar di gerbong utama yang membuat masinis ingin menghentikan kereta. Tapi, salah satu anggota De Servant justru menembak masinis tersebut.
"Buka kakimu!" teriak Freya kemudian.
Eros membuka kedua kakinya dan Freya meluncur dari sela kaki Eros yang terbuka, gadis itu menembaki target dengan dua pistol di tangannya.
"Damn! She is hot!" batin Eros yang menyukai aksi Freya.
Kemudian Eros membanting meja di tangannya dan ikut menyerang para anak buahnya.
__ADS_1
"Aku yang melatih kalian selama ini, anggap kita sedang bertarung sekarang," ucap Eros seraya melirik ke arah Freya. "Jangan bunuh mereka!"
"Ya, aku tahu," balas Freya yang sedari tadi sengaja hanya menembak lengan atau kaki targetnya.
Hanya hitungan menit Freya dan Eros bisa melumpuhkan semuanya. Kini masalah mereka hanya pada kereta yang tidak bisa berhenti karena masinis yang sudah ditembak sebelumnya.
"Biar aku yang menanganinya," ucap Ruzel yang keluar dari tempat persembunyiannya.
Ruzel berjalan ke arah ruang kontrol masinis tapi belum mengerti alat mana saja yang harus dia gunakan. Jadi, Ruzel mencoba menyambungkan alat teknisi ke laptopnya kemudian membuat kereta itu di bawah kontrolnya.
"Pertama-tama, kita pelankan laju kereta," gumam Ruzel mulai mengetes caranya itu berhasil atau tidak. Dan ternyata bekerja jadi saat melihat stasiun, Ruzel berusaha menghentikan kereta.
Terdengar suara decit benda besi pertanda bahwa kereta sudah berhenti.
Ruzel langsung berlari untuk bergabung dengan Eros dan Freya. Bocah itu duduk di tubuh anak buah Eros yang kesakitan sementara di belakangnya ada Eros dan Freya yang berdiri.
Tangan kecil Ruzel merogoh permen lollipop yang ada di sakunya dan memakannya. Dia sedang melakukan gaya untuk menyambut anak buah Eros yang menunggu rekan mereka di pemberhentian stasiun.
"I like it," gumam Ruzel seraya memutar-mutar lollipopnya.
__ADS_1
Dan benar saja mereka datang berkelompok dengan senjata di tangan mereka.
Mereka mengepung Eros, Freya dan Ruzel yang tampak santai menyambut mereka dengan penuh gaya.
"Jadi, kalian mau bernasib sama dengan rekan kalian? Mau melawan seperti apapun, kalian pasti akan kalah, kalian pasti tahu siapa lawan kalian, aku yang melatih kalian selama ini,"
"Bagaimana dengan king Draco? Apa kalian begitu mudahnya berpaling pada pimpinan yang otoriter itu?"
"Semua keputusan ada di tangan kalian, aku harap kalian memilih tuan yang tepat!"
Eros berbicara panjang lebar, dia kemudian meminta Freya dan Ruzel untuk pergi sebelum polisi datang.
"Bagaimana denganmu?" tanya Freya sebelum pergi.
"Aku akan membantu anak buahku," jawab Eros yang mencoba membantu anak buahnya berdiri.
Dan hal itu membuat para anak buahnya yang lain bersimpuh pada Eros karena telah berpaling dari king Draco mereka.
"Maafkan kami komandan," ucap salah satunya mewakili.
__ADS_1
Eros tersenyum miring, sekarang baru sebagian, dia pasti bisa mendapatkan seluruh pasukan De Servant kembali.
"Sekarang kalian harus kembali ke istana dan ajak rekan yang lainnya untuk memilih king yang tepat!" perintah Eros.