Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 42 - Selangkah Lagi


__ADS_3

Ellen terengah-engah dengan tubuh yang masih memeluk Draco, sesuatu yang menggebu-gebu sebelumnya, usailah sudah.


Badan Ellen terasa lemah, dia masih berada dalam posisinya. Sementara Draco sendiri meraih rambut Ellen kemudian menciumnya.


"Apa kau menyukainya?" tanya Ellen ketika nafasnya mulai kembali normal.


"Aku suka aromanya," jawab Draco yang masih menciumi rambut pirang itu.


"Kalau begitu aku tidak akan mengganti perawatan rambutku," ucap Ellen seraya menatap Draco.


Ellen mengusap pipi lelaki itu. "Mulai sekarang alihkan rasa takutmu dengan sesuatu yang kau sukai, jangan mengalihkannya dengan rasa sakit yang membuatmu menyakiti tubuhmu sendiri!"


"Karena kau menyukai tubuhku, kau bisa menggigitku sesuka hatimu!"


Dan benar saja setelah berkata seperti itu, Draco langsung menggigit salah satu buah dada Ellen yang membuat perempuan itu memekik kesakitan.


"Auw! Setidaknya beri aba-aba dulu dan jangan kuat-kuat!" protes Ellen.


Draco melekungkan bibirnya dan hal itu membuat Ellen terpesona.


"Kau tersenyum?" Ellen meraup wajah Draco dengan kedua tangannya. "Kau membuat jantungku berdebar, King!"


"Lain kali, kau juga harus banyak bicara, aku ingin lebih tahu banyak tentangmu," sambung Ellen.


Mereka kembali berciuman sampai pintu ruangan mereka digedor dari luar.


"Apa kalian masih ingin melakukannya?" tanya Kerel di sana.

__ADS_1


Ellen segera turun dari tubuh Draco dan memakai bajunya lagi. Kemudian Ellen menarik selimut untuk menutupi tubuh Draco yang polos.


"Apa ada baju di sini?" tanya Ellen.


"Kerel pasti membawanya," sahut Draco yakin.


Saat Kerel masuk memang benar lelaki itu membawa baju untuk Draco.


"Kita harus cepat pergi sebelum Robert pulih, untuk sementara kita keluar dari istana," ucap Kerel seraya melempar baju yang dia bawa pada Draco.


Draco menangkap baju itu dan segera memakainya. Dia menatap Kerel seolah mengisyaratkan sesuatu.


"Morfin?" tanya Kerel.


Draco mengangguk karena sebenarnya sedari tadi dia menahan rasa sakitnya.


"Tes DNA, aku ingin melakukan itu pada Freya, aku ingin memastikan jika yang dikatakan Robert itu bukan tipuan," ucap Draco.


"Aku rasa lebih baik juga begitu, sepertinya kita harus menggunakan Wolf Shadow," balas Kerel.


"Wolf Shadow?" tanya Ellen yang tidak mengerti.


"Itu adalah kelompok rahasia dan tersembunyi yang kami bentuk di bawah De Servant," jelas Kerel.


Draco dan Kerel memang menyiapkan segala kemungkinan yang ada jauh-jauh hari untuk mengatasi masalah tak terduga seperti sekarang.


"Panggil Patrick untuk menyiapkan rumah sakit dan seorang dokter yang bisa melakukan tes DNA, aku ingin hasil secepatnya," ucap Draco memerintah.

__ADS_1


Draco berdiri saat morfin sudah bekerja dan melakukan fungsinya.


Sebelum dia keluar dari ruangan, Draco mengulurkan tangannya pada Ellen.


"Pakai coat untuk menutupi tubuhmu," ucap Draco.


"Kau tidak suka tubuhku dilihat laki-laki lain, 'kan?" Ellen merasa percaya diri.


"Kita akan melewati hutan yang dingin, aku tidak mau mendengar keluhan dari mulutmu nanti," balas Draco.


Meskipun jawaban itu menyebalkan, Ellen menuruti permintaan Draco. Dia mengambil coat dan memakainya kemudian Ellen menerima uluran tangan Draco.


...***...


Di sisi lain, Robert yang sudah pulih berjalan menuju aula utama. Aula di mana kursi king berada.


Robert duduk di kursi itu dan menatap lurus ke depan. Dia sudah memberitahu semua kebenaran kepada seluruh sekutu De Servant bahwa Draco pantas untuk digulingkan.


"Hubungan inses tidak dibenarkan apalagi King Draco membunuh ayahnya sendiri untuk naik tahta, apa kalian ingin dipimpin oleh King seperti itu?"


"Kita harus mencari keberadaan King Draco untuk diadili, kita harus memenggal kepalanya atas apa yang dia lakukan, kita harus mengembalikan kejayaan De Servant!"


Robert berseringai karena selangkah lagi dia bisa menguasai kerajaan mafia itu.


"Amelia, aku harap kau melihat ini," ucap Robert yang tidak bisa melupakan ibu Draco.


_

__ADS_1


Enzo itu anak angkat ya gaes, Robert itu lajang jadi dia gak nikah setelah ditinggalin Amelia, antara benci dan cinta itu beda tipis ya😅


__ADS_2