Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 81 - With You


__ADS_3

Disisi lain, Freya begitu sibuk mengurus keperluan rumah tangga istana. Dia harus memastikan semua perabotan diganti dengan yang baru dan hal itu membutuhkan biaya yang besar. Belum lagi dia harus memastikan ketertiban istana mulai dari pelayan, pengawal serta anggota De Servant lainnya.


Beruntung, Loyd dan Eros membantu Freya mengurus itu semua. Loyd membantu bagian keuangan dan Eros membantu menertibkan anggota. Para pelayan yang sebelumnya sudah pro dengan Freya juga tidak susah ditertibkan. Apalagi sudah tidak ada Agatha diantara mereka, ternyata Agatha sudah di makan hewan buas saat insiden malam itu.


"Aku ingin rincian terperinci dan juga beri bonus pada para anggota sebagai apresiasi," ucap Freya pada Loyd.


"Saya akan melakukannya," sahut Loyd.


Pada saat itu mereka tengah membicarakan anggaran istana.


Setelah selesai, Freya mengecek keadaan dapur istana, dia harus memastikan stok bahan baku makanan mereka mencukupi.


"Sekarang harus ada yang menggantikan posisi Agatha sebagai kepala pelayan di istana ini, aku akan menunjuk Abby untuk itu," ucap Freya.


Yang bernama Abby merasa tidak percaya akan ditunjuk sebagai kepala pelayan.


"Dan Abby, kau harus menunjuk pelayan pribadi untuk Queen yang baru saat dia kembali nanti. Ingat kalian harus menghormatinya," sambung Freya. Dia tidak mau Ellen akan dipandang sebelah mata seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Kita juga akan mengadakan pesta pernikahan King jadi aku harap semua bekerja dengan baik, kalian bukan budak lagi, kalian akan mendapat gaji sesuai kerja keras kalian!"


Kalimat Freya itu menjadi secercah harapan bagi para pelayan. Mereka bersyukur dengan sistem yang baru dibuat oleh De Servant.


Sementara para pelayan yang mengalami trauma karena pelecehan yang mereka alami sudah Eros tangani. Mereka dibawa ke psikiater untuk masa pemulihan dan mereka diberi pilihan, sebagian memilih tetap tinggal di De Servant karena bagi mereka istana itu adalah rumah mereka dan sebagian lagi memilih mengabdi di kuil.


Karena semua urusan itu, Freya dan Eros sampai melupakan kencan mereka.


Berbeda dengan Kerel dan Rara yang justru menikmati masa-masa pengantin baru.


"Iya benar sayang," ucap Kerel seraya mendongakkan kepala ke belakang karena Rara yang sedang belajar bermain gulungan roti milik suaminya.


"Uhuk-uhuk!" Rara terbatuk-batuk karena belum terbiasa dengan benda panjang itu. "Aku lelah!"


Mendengar itu, Kerel membimbing Rara untuk naik ke atas ranjang.


"Buka bajumu sayang!" pinta Kerel.

__ADS_1


Rara menunduk malu tapi karena ingin menjadi istri yang baik dia menuruti perintah suaminya. Rara membuka baju kemudian berbaring telentang.


Melihat itu, Kerel hanya bisa terkekeh. Sekarang tekadnya sudah semakin bulat untuk meninggalkan dunia mafia, toh Kerel juga memiliki tabungan yang cukup besar. Selama ini tujuan hidupnya hanya menemani Draco tapi karena ada Rara, sekarang tujuan hidupnya bisa membahagiakan keluarga kecilnya dan menjauhkan mereka dari bahaya.


"Umm..." Rara yang belum terbiasa merasa geli saat tubuhnya disentuh oleh suaminya. Kerel sudah menindih dan menciumi tubuhnya.


"Setelah pelajaran ini kita akan pergi," bisik Kerel.


"Kita tidak akan berpamitan? Bagaimana dengan, King?" tanya Rara yang ingin tahu.


"Di dunia kami tidak ada kata perpisahan, kalau Draco mau, dia akan menemukan kita di manapun kita berada," jelas Kerel.


Lalu Kerel mencium Rara lagi dan menatap perempuan itu. "Aku hanya ingin hidup denganmu sekarang!"


_


Last part Kerel dan Rara ya gaes ya🤭 habis ini fokus ke Draco Ellen, Freya Eros.

__ADS_1


__ADS_2