
Di sisi lain, Eros berdecak saat membaca pesan dari Kerel. Sempat-sempatnya Kerel menikah disaat keadaan sedang tidak kondusif.
"Ada apa?" tegur Freya yang melihat perubahan wajah Eros menjadi begitu masam.
"Kerel menikah dengan Rara saat perjalanan kemari dan sepertinya kita tidak bisa menunggu mereka," jelas Eros.
"Wow, sungguh menakjubkan! Jadi, mereka menikah begitu saja?" tanya Freya memastikan.
"Orang-orang yang tidak punya keluarga seperti kita bisa bertindak sesuka hati," balas Eros. Sedetik kemudian dia menyadari sesuatu. "Ah, aku melupakan kau yang masih mempunyai king Draco, pasti akan sulit yang menjadi suamimu nanti!"
Freya terkekeh, dia ingin bergantian menggoda lelaki itu. Freya mendekat dan mengukung tubuh Eros sampai mereka tanpa jarak.
"Bukankah orang itu adalah kau, kau sebelumnya telah mencuri ciuman dariku, bukankah itu artinya kau tertarik padaku," ucap Freya yang bibirnya begitu dekat dengan bibir Eros.
Eros ingin menyambar bibir itu tapi Freya segera menjauhkan dirinya.
"Kita harus menemui Ruzel, kita harus melakukan misi saat hujan begini karena musuh pasti sedang lengah," ucap Freya seraya berjalan menjauhi Eros.
"Sial!" Eros berdecak karena Freya yang semakin menarik di matanya. Tapi, mengingat tatapan dingin Draco, dia jadi merinding sendiri.
"Sepertinya tidak akan semulus jalan Kerel," batinnya.
__ADS_1
Eros kemudian mengikuti Freya yang mendatangi Ruzel. Dia sudah mendapat semua data yang dikirimkan oleh Loyd. Jadi, mereka harus memeriksanya terlebih dahulu.
"Sepertinya ayahmu sudah ada di pihak kita," komentar Eros saat melihat semua data yang dikirimkan Loyd.
Ruzel tersenyum haru tapi bocah itu kemudian tertunduk mengingat hubungannya dengan Loyd yang buruk.
"Ayahmu melakukannya pasti untukmu," bujuk Freya seraya mengusap kepala Ruzel.
Ruzel mengangguk. "Ya, kau benar!"
"Baiklah, sekarang kita harus bergerak!" Eros memberi perintah. Mereka akan berusaha melumpuhkan anggota De Servant yang tengah menjalankan misi.
"Sebagian dari mereka adalah anak didik ku jadi aku tahu pergerakan mereka," tambah Eros.
Saat selesai mereka bergegas menuju lokasi anggota De Servant yang tengah melakukan misi penyelundupan barang.
"Kita akan melumpuhkan anggota yang ada di dalam gerbong utama," ucap Eros ketika sampai.
Mereka berada di stasiun kereta bawah tanah dan mencoba membaur bersama orang-orang sipil.
"Saat hujan deras tingkat keamanan pasti menurun," tambah Freya yang mengamati keadaan dan minimnya penjagaan.
__ADS_1
"Jangan sia-siakan kesempatan kita," balas Eros.
Mereka kemudian masuk ke dalam kereta yang menjadi target.
Ruzel berusaha melacak keberadaan target mereka yang sesuai dugaan Eros memang berada di gerbong utama.
"Kita harus ke sana!" perintah Eros.
Freya dan Ruzel mengikuti Eros yang berusaha membuka gerbong demi gerbong untuk mencapai gerbong utama kereta itu.
"Penumpang tampak sepi," komentar Freya ketika melewati setiap gerbong kemudian dia menembaki semua cctv yang ada.
"Mereka pasti sudah menyambut kedatangan kita!" Eros merenggangkan otot lehernya saat akan membuka gerbong utama.
Dengan kedua tangan besarnya, Eros membuka pintu gerbong utama dan langsung melakukan tendangan dengan kedua kakinya pada anggota De Servant yang berdiri menghadang.
"Sial! Keberadaan kita telah bocor!" seru salah satunya saat melihat Eros benar-benar datang.
Mereka mengepung Eros dan Freya yang sekarang saling memunggungi satu sama lain.
"Kalau aku berhasil menghabisi mereka, apa kau mau berkencan denganku?" tanya Eros seraya memainkan dua pisau di tangannya.
__ADS_1
Freya terkekeh karena sempat-sempatnya Eros bertanya seperti itu dalam keadaan genting. "Kita lihat saja nanti!"