
Agatha meradang karena dirinya disebut wanita jelek oleh Ruzel. Wanita itu tidak peduli dengan kakinya yang sakit, dia menyeret kakinya dan mencoba memukul anak laki-laki itu.
Saat tangan Agatha melayang untuk mengenai pipi Ruzel, bocah itu menangkap tangan Agatha dan memutarnya.
Ternyata latihan dari Eros bisa dia gunakan sekarang.
Agatha kembali berteriak kesakitan. "Lepaskan aku, anak kecil sialan!"
"Rupanya kau tidak belajar dari kesalahanmu, ya," ucap Ruzel semakin memutar tangan Agatha.
"Jangan memanggilku anak kecil!" Ruzel langsung menarik tangan wanita itu dan dengan sekuat tenaga Ruzel menendang Agatha yang membuat wanita itu terjatuh.
Dan kesempatan itu digunakan Rara untuk menghampiri teman-temannya.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Rara. "Jangan terlalu banyak berpikir!"
Akhirnya semua pelayan mengikuti ajakan Rara, sebelum pergi Rara sempat melihat Agatha yang tampak tak berdaya, wanita itu terbaring di lantai dengan menahan sakit.
"Ruzel..." panggilnya.
"Bagaimana dengan wanita jelek ini?" tanya Ruzel.
__ADS_1
"Biarkan dia, dia akan menuai apa yang telah dia tabur," jawab Rara yang tidak mau membalas perlakuan Agatha dengan perlakuan yang sama karena hal itu akan membuat Rara tidak jauh beda dari perempuan itu.
Ruzel menurut pada Rara, dia meninggalkan Agatha dan menjadi petunjuk jalan rahasia untuk keluar dari istana.
Saat sampai di pintu jalan rahasia itu, Ruzel memberi Rara sebuah light stick untuk pencahayaan.
"Kau tidak ikut?" tanya Rara.
"Aku harus membantu ayahku," jawab Ruzel yang berniat mencari Loyd.
"Tapi di sana berbahaya," cegah Rara.
Ruzel naik ke kastil paling tinggi di istana untuk mengamati pertempuran yang ada di halaman istana. Karena sudah terbiasa, Ruzel dengan mudah untuk naik ke atap dan mengamati keadaan dari atas.
"Ayah!" seru Ruzel saat melihat Loyd yang babak belur tergeletak tak berdaya. Dan hal itu membuatnya geram.
Sekarang sasarannya adalah Robert yang diam-diam menyelinap pergi karena pendukungnya yang kalah jumlah. Sudah dipastikan dia akan kalah.
Robert akan mengeluarkan senjata ampuh yang telah dia siapkan yaitu hewan-hewan buas yang telah dia suntik dengan obat sebelumnya.
Hewan-hewan itu sudah meraung-raung kesetanan di dalam kandang. Robert hanya perlu meniup peluit yang akan menyakiti telinga mereka.
__ADS_1
Sementara Ellen yang sudah berada di stadion tengah mencari tombak yang dimaksud oleh Draco tapi dia tidak menemukannya sedari tadi.
"Di mana tempat kaca itu?" gumam Ellen.
Kemudian dia mencoba terhubung dengan Ruzel dan bertanya, Ellen mengaktifkan chip yang dia pakai.
"Hei Kid, di mana letak tombak yang berada di tempat kaca?" tanya Ellen.
"Tempat kaca? Tidak ada tombak yang seperti itu," jawab Ruzel.
Dari sini Ellen langsung sadar jika Draco sengaja membuatnya mencari apa yang tidak ada supaya dia tidak bisa ikut di medan pertempuran.
"Aku melihat Robert sekarang, apa kau mau ikut bergabung?" tanya Ruzel yang membuat lamunan Ellen buyar.
Ellen mengambil tombak yang ada di tempat itu secara asal dengan hati geram. Dia akan membunuh Robert memakai tangannya sendiri.
"Tunggu aku, Kid," ucap Ellen kemudian.
Ellen keluar dari stadion, perempuan itu berjalan mengikuti arahan dari Ruzel. Tapi, bukannya bergabung bersama bocah itu, Ellen mendatangi Robert seorang diri.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ruzel yang melihat Ellen memilih jalan yang berbeda.
__ADS_1