
Malam itu, Freya sengaja tidak mandi. Dia memakai gaun tidur tipis kemudian mengambil satu botol wine.
Freya keluar dari kamarnya dan menuju kamar Eros berada.
Ternyata lelaki itu sudah menunggu Freya datang, Eros hanya memakai handuk kimono. Dan saat pintu kamarnya diketuk, dia langsung membuka.
Walaupun tidak mandi, Freya selalu terlihat seksi di mata Eros apalagi saat ini perempuan itu memakai gaun tipis yang mana membuat es krim stik Eros menegang.
"Aku memenuhi undanganmu, Komandan," ucap Freya seraya memberikan botol wine dari tangannya.
"Aku merasa terhormat, Princess," sahut Eros sambil menerima botol wine itu.
Freya masuk ke kamar Eros dan mengamati kamar lelaki itu yang tampak kurang sentuhan karena semua beraura gelap.
"Bisa aku meminjam kamar mandimu? Kebetulan air di kamarku mati," ucap Freya yang melepas gaunnya begitu saja. Dengan tubuh polosnya, Freya masuk ke kamar mandi dan berendam di bathub.
Eros menelan ludahnya beberapa kali karena melihat Freya yang secara terang-terangan membuka baju di depan matanya.
Tanpa mau membuang waktu, Eros mengambil dua gelas kosong dan membawanya ke kamar mandi dengan sebotol wine pemberian Freya. Dia berencana akan meminum wine itu sambil berendam berdua.
Saat Eros masuk, Freya sudah berendam dengan busa sabun yang menutupi tubuhnya. Eros memberikan satu gelas kosong pada perempuan itu kemudian menuang wine ke gelas itu.
__ADS_1
Setelah itu, Eros menuang wine di gelasnya sendiri dan sebelum meminumnya, Eros membuka handuk kimono yang dia pakai.
"Wow, lumayan," komentar Freya melihat es krim stik milik Eros.
"Apa kau menyukainya?" tanya Eros seraya ikut masuk dalam bathub.
"Kita lihat saja nanti," sahut Freya sambil meminum wine dari gelasnya.
"Kita belum bersulang tapi kau sudah meminumnya," protes Eros.
"Aku membutuhkannya sekarang," jawab Freya yang sekarang memejamkan matanya. "Biarkan aku begini lima menit saja!"
"Baiklah!" Eros meminum wine nya dengan mata terus menatap Freya.
Ellen sendiri tengah meminum susu dan vitaminnya sebelum tidur. Setelah selesai, Ellen mengusap-usap perutnya yang masih rata.
"Ibu tidak sabar melihatmu lahir ke dunia," ucap Ellen kesenangan.
Tak lama Draco ikut masuk ke kamar dan Ellen langsung merasa gugup. Malam ini dia ingin tidur cepat karena besok pagi, mereka akan kembali ke istana.
"Kau pasti lelah, King. Aku akan memijat tubuhmu," ucap Ellen yang ingin Draco tidur duluan.
__ADS_1
Draco membuka bajunya menyisakan celana panjangnya saja kemudian lelaki itu tengkurap di atas ranjang dan menunggu Ellen memijatnya.
Sampai Draco merasakan tangan Ellen menyentuh punggungnya dan mulai memijit dengan perlahan.
"Rasanya kau seperti mengelus dan menggodaku," komentar Draco ketika merasakan pijitan Ellen yang tidak berasa karena kurangnya tenaga perempuan itu.
"Aku tidak berniat menggoda dan badanmu memang keras, King," protes Ellen.
Akhirnya Ellen menyerah dan menggulung tubuhnya memakai selimut.
"Sepertinya aku tidak berbakat, King. Jadi, selamat malam," ucap Ellen seraya memejamkan matanya.
Selimut yang menggulung tubuh Ellen ditarik oleh Draco dan lelaki itu langsung memeluk pengantinnya seraya bertanya. "Apa selimut itu lebih hangat dari tubuhku?"
"Bukan begitu, aku hanya ingin tidur saja malam ini tanpa berhubungan," ucap Ellen supaya Draco mengerti.
Tapi, Draco justru menciumi pundaknya sambil menurunkan pakaian dalamnya.
"Drac..." protes Ellen.
"Kita tidak akan berhubungan tapi..." Draco mengarahkan miliknya sampai perlahan masuk. "Aku hanya ingin kita menyatu! Sekarang tidurlah!"
__ADS_1
Bukannya tertidur, Ellen justru merasa gelisah karena benda panjang itu. Akhirnya Ellen pun menyerah.
"King, bergeraklah!"