Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 70 - Wanita Jelek


__ADS_3

Robert tertawa terbahak-bahak karena Draco yang bertindak seperti seorang pemimpin, dia masih menganggap jika Draco adalah boneka dari Dante.


Jadi, Robert mencoba mempengaruhi pikiran Draco seperti apa yang Dante dulu lakukan pada lelaki itu.


"Amelia pasti bangga melihatmu sekarang, apa kau ingin tahu kisahku dengan ibumu? Bagaimana ibumu tidak bahagia menikah dengan ayahmu?"


"Bagaimana Amelia bisa mengandung anak dari laki-laki yang tidak dicintainya?"


"Apa kau ingin tahu itu?"


Draco mulai berkeringat dingin, bayangan Amelia yang gantung diri kembali terputar di kepalanya. Draco mencoba sekuat tenaga mengusir bayangan itu.


"Kak, apa kau mendengarku?" Freya mencoba membantu menyadarkan Draco. "Jangan dengarkan mulut sampah Robert!"


"Sekarang coba pikirkan masa depanmu bersama Ellen, kalian akan memiliki bayi!"


Mendengar itu, Draco langsung membayangkan dirinya yang menggendong bayi. Bayi terus menangis di gendongannya yang kaku dan canggung. Kemudian datang Ellen yang merebut bayi itu dari gendongannya, Ellen menyusuinya yang membuat bayi itu berhenti menangis dan Draco dengan setia duduk di samping Ellen.


Rasanya begitu hangat dan menyenangkan.


"Kita tidak boleh seperti orang tua kita, Kak! Kita lahir bukan dari kesalahan!" tambah Freya.

__ADS_1


Awalnya Draco yang memejamkan mata kini langsung membuka matanya kembali. Orang yang pertama kali dilihatnya adalah Freya, Draco tersenyum tipis seraya mengusap rambut adik perempuannya itu.


"Terima kasih," ucap Draco lirih.


Freya tak kuasa memeluk Draco saat itu juga. "Kau satu-satunya keluargaku, orang yang memiliki darah yang sama denganku!"


Melihat adegan kakak beradik itu membuat Robert menjadi geram, bukan hal seperti itu yang dia harapkan selama ini.


"Freya... Freya... kau sudah melupakan ayahmu, Nak!" Robert mencoba berbicara pada gadis yang selama ini telah dibesarkannya. "Aku bahkan yang memberimu nama!"


Freya seketika langsung memicingkan matanya menatap Robert.


"Cuih!" Freya berludah ke arah depan yang ditujukan pada Robert. "Kau bahkan tidak pantas disebut manusia!"


"Tentu saja aku tahu, aku akan balas budi dengan mengambil jantungmu dalam keadaan hidup-hidup," sahut Freya penuh dendam.


Robert semakin tertawa kesetanan karena semakin menyukai permainan ini. Dengan sisa anggota yang berpihak dan berdiri di belakangnya, Robert memerintahkan untuk menyerang tim Draco.


"Ulur waktu sampai Patrick datang!" Eros maju ke depan dan memimpin serangan yang akan datang pada mereka. "Berpencar dan hindari tembakan!"


Semua menurut perintah Eros dan pasukan Robert mulai menembakkan senjata mereka.

__ADS_1


"Sudah dimulai," gumam Ruzel yang mendengar suara tembakan. Dia terus menyusup bersama Rara untuk menyelamatkan para pelayan yang pada saat itu di bawah perintah Agatha.


"Ayo cepat Rara!"


Rara mengangguk dan terus mengikuti Ruzel, mereka menuju ke kastil para pelayan. Saat sampai mereka melihat para pelayan yang ditahan oleh Agatha, mereka tidak boleh keluar dari istana De Servant atas perintah Robert.


"Kalian harus tetap di sini, saat king Robert menang nanti kalian harus bersiap-siap melayani anak buahnya," ucap Agatha menjerumuskan.


Rara yang mendengar itu semua jadi geram, walaupun rekan-rekannya dulu memusuhinya, dia tidak akan tinggal diam jika mereka dijadikan budak seksss.


"Itu tidak akan pernah terjadi Agatha!" Rara keluar dari persembunyiannya dan dengan berani menantang Agatha. Dia bukan gadis lemah yang mudah ditindas lagi seperti dulu.


"Wah, ada yang sudah kembali setelah merebut seseorang dan menjual tubuhnya untuk orang itu," cibir Agatha.


Rara hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar tuduhan itu. "Aku memang budak tapi aku tidak akan merendahan harga diriku seperti apa yang kau lakukan!"


"Kau semakin berani, ya?" Agatha mendekat dan ingin menyiksa Rara seperti sebelumnya tapi tiba-tiba ada sebuah pisau melesat mengenai kakinya.


"Arghhhh..." Agatha berteriak kesakitan.


Dan Ruzel sang pelaku langsung keluar dari tempat persembunyiannya. "Jangan ganggu Rara! Karena kau akan berhadapan denganku!"

__ADS_1


"Dasar anak kecil sialan!" umpat Agatha.


Ruzel terkekeh kemudian memicingkan matanya. "Satu hal yang harus kau tahu, wanita jelek! Jangan pernah memanggilku anak kecil!"


__ADS_2