
Angin sejuk malam berhembus menggerakkan dedaunan pohon, menggoyangkan ranting dan menerpa rambut seorang gadis yang duduk di meja belajar sedang asiknya memandang pemandangan luar dari jendela dua pintu di hadapannya.
Dengan menopang dagu sambil menghirup angin sejuk yang menusuk hidungnya, ingatan sesuatu terlintas di benaknya. Mengingat itu dia jadi mengambil ponsel di atas meja tepat di mukanya.
"Apa ada sesuatu yang bisa aku kerjakan dan membuat senang?" gumamnya. Ia menatap layar ponsel yang menampilkan sebuah tulisan rapi.
Gadis itu tiada lain Rila. Dia menggeser terus kebawah pada layar ponselnya dan tiba-tiba berhenti saat melihat bacaan sesuatu dalam aplikasi.
"Cobalah untuk berkarya, menulis dan kembangkan idemu, jadilah seorang penulis dan dapatkan uang dengan mengkontrak novel yang Anda buat," baca Rila.
Rila kembali menggeser kesamping dan melihat rak bukunya tidak ada notifikasi dari novel online yang di tunggunya. Membuat gadis itu mendengus kesal sambil memperbaiki kacamata tebal yang dipakainya.
"Ck, sudah beberapa bulan tidak ada satupun update" kesalnya.
Rila menyandarkan kepalanya di atas meja sambil memandang layar ponselnya. Rila memang suka membaca novel dan sudah menunggu lama sebuah novel fantasi yang sangat dia sukai. Bahkan dia sudah mencari novel yang sama tapi tidak kunjung menemukannya.
Tiba-tiba terlintas di pikiran Rila suatu ide cemerlang. Entah dari mana munculnya. Dia langsung mengangkat kepalanya dan duduk tegak sambil menekan-nekan layar ponsel genggamnya.
__ADS_1
Jari tangannya yang bergerak tiba-tiba berhenti membaca tulisan rapi di layar ponsel. Tulisannya berupa 'Ayo tunjukan ide ceritamu dan mulailah menulis, cukup dengan tekan profil dan picik bagian naskah, kamu bisa mulai menulis dan dapatkan kebahagiaanmu dengan mengembangkan imajinasi mu'
Rila mengikuti petunjuk di aplikasi itu, entah mengapa hatinya tergerak untuk membuat cerita yang tiba-tiba muncul dibenaknya.
"Bagaimana jika aku mencoba membuat ceritaku sendiri? wah ini pasti seru, aku akan mencobanya." Senyum manis terukir di bibir Rila membayangkan imajinasi yang berkeliaran dalam otaknya. Entah mengapa rasanya sangat senang dia membayangkannya.
Rila meletakan ponselnya. Kemudian menunduk membuka laci meja dan mengambil buku tebal dengan sampul depan bewarna pink muda. Dia meletakannya di samping ponsel lalu mengambil pena yang sudah ada di dalam buku.
"Semoga banyak yang membaca ceritaku, dari pada merasa bosan dan menunggu lama aku akan mencoba untuk membuat cerita." Rila tersenyum memandang kearah langit malam yang begitu indah.
Rila pun mencoba untuk menulis sebuah cerita bertema fantasi kerajaan yang sering dia baca. Namun dengan versi berbeda di mana ide cerita menarik terlintas di pikirannya.
Gadis itu meluangkan waktunya sebentar membuat cerita. Membuat beban pikirannya seolah lebih ringan dan memperoleh sedikit demi sedikit kesenangan.
Seminggu kemudian ..
Di sebuah Minimarket. Terjadi keributan di halaman parkir depan bangunan itu.
__ADS_1
Seorang gadis dengan pakaian biasa, baju kaus kuning longgar lengan panjang dan celana panjang rumahan biasa. Dia berlari mengejar seorang lria berjaket serba hitam yang mengambil tas bahunya yang menyimpan barang penting. Sepertinya pria itu adalah seorang preman.
"Tolong!" Gadis itu berteriak nyaring sampai orang-orang di sekitarnya jadi kaget dan ikut panik melihatnya.
Dia tiada lain adalah Rila. Rila yang selesai membeli minyak goreng di Minimarket itu malah di curi tasnya saat baru melangkah keluar. Minyak goreng yang dibelinya tersimpan di dalam tas belanja tetap dibawanya sambil berlari mengejar preman.
"Hei berhenti!" teriak Rila yang sudah berlari di jalan tembok keluar dari halaman Minimarket itu.
Rila terus mengejar orang yang membawa tasnya. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya, di mana dia juga membawa minyak goreng botol yang berada dalam tas belanja yang di peluknya sambil berlari.
Saat ingin melewati sebuah toko yang menjual alat lukis dan sebuah mobil terparkir di depan toko itu. Bertepatan Rila lewat, seorang pria muda membuka pintu mobil tiba-tiba lalu keluar dan menutupnya dengan cepat.
Saking pokus dengan preman yang Rila kejar, sampai tidak sadar menabrak tubuh pria muda yang keluar dari mobilnya itu. Alhasil tubuh Rila jadi oleng dan terhuyung ingin jatuh kebelakang, tetapi pria itu langsung menarik sebelah tangan Rila hingga tidak jadi terjatuh.
Bukannya akan menatap pria yang ditabraknya, Rila malah berteriak dengan tasnya yang dibawa pencuri lalu menjauhkan tubuh dan berlari kembali.
Pria muda itu kaget sampai bola matanya ingin keluar saja sedari menatap gadis itu dan mendengar suaranya. Dia membalikan tubuh lalu berlari ikut mengejar preman yang dikejar Rila.
__ADS_1
Bersambung ...
Hayuu, itu siapa Rila yah?