Penulis Culun

Penulis Culun
Sahabat kembali


__ADS_3

Bukannya akan menatap pria yang ditabraknya, Rila malah berteriak dengan tasnya yang dibawa pencuri lalu menjauhkan tubuh dan berlari kembali.


Pria muda itu kaget sampai bola matanya ingin keluar saja sedari menatap gadis itu dan mendengar suaranya. Dia membalikan tubuh lalu berlari ikut mengejar preman yang dikejar Rila.


Larinya pria itu begitu cepat sampai melewati Rila yang jadi kaget baru melihatnya.


Pria begitu muda yang mengenakan jas hitam lengkap seperti seorang CEO menghentikan larinya tiba-tiba. Dia melepas sepatunya lalu melemparnya jauh tepat mengenai belakang kepala preman yang langsung tak sadarkan diri.


Orang-orang di sekitar jalan yang melihat itu jadi melototkan mata dengan wajah syok. Hingga aksi itu jadi pusat perhatian dan mengundang keramaian.


Preman yang mencuri tas milik Rila jadi pingsan, ambruk di jalan. Sedangkan pria muda itu berlari mendekati preman sambil menelpon.


Sesampainya, dia mengambil tas milik Rila di tangan preman yang pingsan itu.


Rila datang menyela kurumunan dan melihat apa yang terjadi.


"Rila?" Pria itu menatap Rila yang juga menatapnya dengan wajah terkejut.


"Kak Yadi?" Rila coba memperbaiki kacamatanya mengecek apa orang yang di depan matanya saat ini adalah sahabatnya semasa kecil.

__ADS_1


"Iya aku Yadi, Rila," balas pria itu yang bernama Yadi. Seorang sahabat semasa kecil Rila saat tinggal di pedesaan.


Senyuman seketika terukir di bibir dua orang itu yang saling memandang dari atas sampai bawah.


***


Setelah masalah preman, Yadi yang sahabat Rila mengantarkan Rila kembali ketempat tinggal dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang menggunakan kaki karena letak rumah Rila tidak jauh dari supermarket tadi.


Rila dan Yadi berjalan berdampingan sambil membicarakan banyak hal.


"Oh ya Rila, kau saat ini sekolah di mana?" tanya Yadi. Pria muda tampan yang lebih tua tiga tahun dari Rila.


Rila melirik Yadi yang membawa tas belanjaannya dengan wajah bingung. Dia ingin tidak ingin menceritakan bahwa dia tidak melanjutkan studinya.


Yadi tersenyum, "maaf aku sudah lama tinggal di kota ini, tapi aku tidak mengabari atau memberitahumu karena aku juga tidak tahu kau tinggal di mana. Rupanya di komplek sekitaran sini." Yadi tiba-tiba menghentikan langkah kakinya mendengar nada dering dari ponselnya.


Rila jadi ikut menghentikan jalannya dan menatap wajah pria yang membantunya sedang menelpon seseorang.


"Kau jauh berbeda sekarang Kak Yad," gumam Rila.

__ADS_1


Yadi memutuskan telponnya lalu menyimpan kembali ponselnya dan menatap Rila dengan wajah tak rela.


"Aku pergi dulu, ada urusan penting dengan Ayahku, sebenarnya aku tidak rela dan ingin terus menemanimu pulang Rila." Yadi menyerahkan tas belanjaan pada Rila.


Rila menyambut tas belanjanya dengan wajah melas, rasa tidak ingin berpisah padahal baru saja bertemu setelah kian lamanya enam tahun tidak bertemu saar Rila pindah kekota.


Yadi menatap manik mata Rila lalu memundurkan diri menjauh. Sambil melirik Rila, dia memberanikan diri.


"Aku merindukanmu sahabat." Setelah mengatakan kata sulit itu, Yadi akhirnya membalikan tubuh dan berlari pergi dengan senyuman penuh arti. Sepertinya sangat senang sekali.


"Terima kas ...." Rila melambaikan tangannya memandang Yadi yang sudah berlalu pergi dan menghilang dari pandangannya.


Rila pun melanjutkan jalannya kembali sambil melihat rumah-rumah yang di lewatinya, sepatu sandalnya yang terus menginjak tembok jalan.


"Aku sangat bersyukur ada sahabat yang menolongku, tapi dia sudah pergi terlalu cepat. Ck Kak Yadi sungguh pria yang sibuk." Rila memayunkan bibirnya sambil bertengkar dengan pikirannya.


Asiknya berjalan, Rila sudah berada dekat dengan rumahnya, lebih tepatnya saat ini dia melewati rumahnya Sifa yang terlihat sepi.


Sesampainya di depan rumah, Rila menapaki anak tangga yang hanya berjumlah lima buah. Pandangannya lurus menatap pintu rumah, sampai di depannya dia langsung mendorong pintu hingga terbuka.

__ADS_1


Rila masuk dalam rumahnya dan tiba-tiba menghentikan langkahnya melihat seorang gadis yang duduk di ruang tamu. Wajahnya seketika terkejut melihat gadis itu.


Bersambung ...


__ADS_2