Perang Atau Mati

Perang Atau Mati
perang atau mati? 25 (Hati)


__ADS_3

perang atau mati 25 (hati)


orang itu melambaikan tangan...


"hey!kesini!" teriak orang yang ada di jalan itu, varde pun


mulai sedikit bersikap was was, siapa tahu itu penjahat yang bermodus


penculikan arwah dengan cara menumpang mobil si korban.


varde pun memberikan tumpangan kepada orang itu meski tidak memiliki niat


menolong karena seharusnya dia yang tertolong.


"wah, malam malam seperti ini lumayan dingin ya? apalagi untuk


manusia.." ucap manusia itu sampai menyerengai lebar. "ya" jawab


varde. karena percakapan mereka, mia terbangun. mia menatap orang itu dari atas


sampai bawah. "siapa kamu?" tanya mia dengan penasaran, "aku


kasih tau ya? tapi jangan kaget apalagi pingsan..." tambah orang itu,


perlahan lahan orang itu membuka tudung nya. "KAMU KAN...!"


keadaan laras dan jiro...


"huffftt, maksud ku hati itu adalah..." ucapan jiro terpotong


karena ia tidak tahu jawaban nya, "hah? mungkin hati adalah tempat kita


bersabar dengan tulus, mungkin?" kata Alosie setelah bermenit menit


menatap jiro. "tuh, dengar kan Alosie! dia saja mengerti tentang dunia


permanusiaan meski ia hanya arwah!" ceramah laras yang terdengar panas di


kuping jiro.Karena

__ADS_1


malas beradu mulut, jiro hanya diam tak berbicara alias bengong dan tidak


mengerti apapun yang dibicarakan oleh laras. “kamu paham?” tanya laras sambil


tersenyum kecut, “apa?” kata jiro dengan polos nya, sementara jiwa amarah milik


laras masih anggun berada di hati nya. Lebih aneh nya lagi, Alosie hanya


tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan secara panjang dan padat


terbalaskan oleh 1 kalimat yang menyakit kan. “oh ya, kamu mau menjadi manusia


kan?” tanya laras dengan nada lembut setelah kecapekan berbicara di depan teman


baru nya itu. “iya, aku mau” balas Alosie sambil memohon. “ekhem ekhem...jiro,


kertasnya?” bicara laras layak nya seorang bos, dan jiro memberikan sebuah kertas


yang digulungi pita berwarna biru muda, dan jiro memberikan nya sambil


membungkuk kan. “ekhem, terimakasih. Silahkan dibaca nona eh, arwah Alosie...”


melihat dengan pandangan aneh. “APA-APAAN INI?!” pekik Alosie setelah membaca


isi surat yang di berikan oleh laras kepada nya.


Keadaan varde dan


mia...


“kamu kan kim a


yeong!!” teriak mia saat melihat yeong yang tersenyum pucat. “siapa a yeong?”


tanya varde. “pokok nya ada deh..” jawab mia sambil menyipitkan mata nya, “mia,


dimana laras, jiro, kitsu, dan lina? Mereka pada kemana, mia?” tanya yeong panjang,


“uhmm...hmmm...mmm...” pikir mia sambil mengulur ngulur waktu. ‘apa yang akan

__ADS_1


ku katakan pada yeong? Jika aku beritahu dia akan tercabut nyawa nya. Tidak,


tidak, dia kan arwah. Hhahahahhah!! Kamu bodoh sekali mia!’ batin mia sampai ia


tak sadar berapa kali yeong menjitak kepala nya. “ayo cepat katakan!!” teriak yeong


sambil mengguncangkan badan mia dengan cepat. “apa? Apa yang kamu omongkan


tadi?” tanya mia dengan nada pura pura tidak tahu, “apa yang kamu bicarakan


tadi?!” sekarang mia yang mengguncangkan tubuh milik a yeong, “te bitsune...”


jawab yeong tanpa mengalihkan pandangan dari kaca mobil yang penuh dengan


darah. “tujuan kita kemana?” tanya varde, “pulang ke Alosca” jawab yeong sambil


melipat tangan dan menghadap kebelakang, diikuti oleh mia yang melakukan


gerakan yang sama, tapi mia menghadap ke depan. “aku ikut varde saja!” jawab


mia dengan dengan lantang. “mia, seperti nya kamu mendapat keuntungan....” kata


varde sambil menyiapkan anak panah milik nya, sedangkan anak kembar yang


bertengkar di belakang hanya terdiam dan berhenti melakukan gerakan nya. “keuntungan


apa?” tanya mia penasaran...


Keadaan laras dan


jiro...


“apa apaan ini?!”


pekik Alosie setelah membaca isi surat tersebut, dan yang lain hanya terkekeh. Bagaimana


tidak?! Isi surat nya.........


PERANG ATAU MATI 26

__ADS_1


ON GOING!


__ADS_2