
perang atau mati 25 (hati)
orang itu melambaikan tangan...
"hey!kesini!" teriak orang yang ada di jalan itu, varde pun
mulai sedikit bersikap was was, siapa tahu itu penjahat yang bermodus
penculikan arwah dengan cara menumpang mobil si korban.
varde pun memberikan tumpangan kepada orang itu meski tidak memiliki niat
menolong karena seharusnya dia yang tertolong.
"wah, malam malam seperti ini lumayan dingin ya? apalagi untuk
manusia.." ucap manusia itu sampai menyerengai lebar. "ya" jawab
varde. karena percakapan mereka, mia terbangun. mia menatap orang itu dari atas
sampai bawah. "siapa kamu?" tanya mia dengan penasaran, "aku
kasih tau ya? tapi jangan kaget apalagi pingsan..." tambah orang itu,
perlahan lahan orang itu membuka tudung nya. "KAMU KAN...!"
keadaan laras dan jiro...
"huffftt, maksud ku hati itu adalah..." ucapan jiro terpotong
karena ia tidak tahu jawaban nya, "hah? mungkin hati adalah tempat kita
bersabar dengan tulus, mungkin?" kata Alosie setelah bermenit menit
menatap jiro. "tuh, dengar kan Alosie! dia saja mengerti tentang dunia
permanusiaan meski ia hanya arwah!" ceramah laras yang terdengar panas di
kuping jiro.Karena
__ADS_1
malas beradu mulut, jiro hanya diam tak berbicara alias bengong dan tidak
mengerti apapun yang dibicarakan oleh laras. “kamu paham?” tanya laras sambil
tersenyum kecut, “apa?” kata jiro dengan polos nya, sementara jiwa amarah milik
laras masih anggun berada di hati nya. Lebih aneh nya lagi, Alosie hanya
tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan secara panjang dan padat
terbalaskan oleh 1 kalimat yang menyakit kan. “oh ya, kamu mau menjadi manusia
kan?” tanya laras dengan nada lembut setelah kecapekan berbicara di depan teman
baru nya itu. “iya, aku mau” balas Alosie sambil memohon. “ekhem ekhem...jiro,
kertasnya?” bicara laras layak nya seorang bos, dan jiro memberikan sebuah kertas
yang digulungi pita berwarna biru muda, dan jiro memberikan nya sambil
membungkuk kan. “ekhem, terimakasih. Silahkan dibaca nona eh, arwah Alosie...”
melihat dengan pandangan aneh. “APA-APAAN INI?!” pekik Alosie setelah membaca
isi surat yang di berikan oleh laras kepada nya.
Keadaan varde dan
mia...
“kamu kan kim a
yeong!!” teriak mia saat melihat yeong yang tersenyum pucat. “siapa a yeong?”
tanya varde. “pokok nya ada deh..” jawab mia sambil menyipitkan mata nya, “mia,
dimana laras, jiro, kitsu, dan lina? Mereka pada kemana, mia?” tanya yeong panjang,
“uhmm...hmmm...mmm...” pikir mia sambil mengulur ngulur waktu. ‘apa yang akan
__ADS_1
ku katakan pada yeong? Jika aku beritahu dia akan tercabut nyawa nya. Tidak,
tidak, dia kan arwah. Hhahahahhah!! Kamu bodoh sekali mia!’ batin mia sampai ia
tak sadar berapa kali yeong menjitak kepala nya. “ayo cepat katakan!!” teriak yeong
sambil mengguncangkan badan mia dengan cepat. “apa? Apa yang kamu omongkan
tadi?” tanya mia dengan nada pura pura tidak tahu, “apa yang kamu bicarakan
tadi?!” sekarang mia yang mengguncangkan tubuh milik a yeong, “te bitsune...”
jawab yeong tanpa mengalihkan pandangan dari kaca mobil yang penuh dengan
darah. “tujuan kita kemana?” tanya varde, “pulang ke Alosca” jawab yeong sambil
melipat tangan dan menghadap kebelakang, diikuti oleh mia yang melakukan
gerakan yang sama, tapi mia menghadap ke depan. “aku ikut varde saja!” jawab
mia dengan dengan lantang. “mia, seperti nya kamu mendapat keuntungan....” kata
varde sambil menyiapkan anak panah milik nya, sedangkan anak kembar yang
bertengkar di belakang hanya terdiam dan berhenti melakukan gerakan nya. “keuntungan
apa?” tanya mia penasaran...
Keadaan laras dan
jiro...
“apa apaan ini?!”
pekik Alosie setelah membaca isi surat tersebut, dan yang lain hanya terkekeh. Bagaimana
tidak?! Isi surat nya.........
PERANG ATAU MATI 26
__ADS_1
ON GOING!