Perang Atau Mati

Perang Atau Mati
perang atau mati 30 (hutan)


__ADS_3

Perang atau mati 30


“memang kamu


mau tidur dimana?” tanya varde sambil mengerutkan dahi nya. “lebih baik di


dapur...” jawab alosie sambil terkikik, “no! I dont like it! This is not


funny!” kata mia sambil menggembungkan pipi nya. “ternyata nama asli mia adalah


fanny...” pikir alosie yang tidak terlalu mengerti bahasa manusia, beda dengan


warga nya yang mantan manusia itu, “teman teman, bagaimana kalau  nanti malam kita berada di depan api unggun


sambil bercerita klasik yang asik untuk melupakan kejadian tadi siang...”usul


jiro panjang lebar, yang lain mengangguk karena tak keberatan dengan perihal


itu.


Pukul 21.34 PM


Semua nya


berkumpul berkumpul di depan api unggun. Bagi mia, ini  adalah pertama kali nya merasakan kemah


dengan orang lain. Para manusia merasakan hawa yang benar benar dingin, mungkin


karena alosca rumah para  hantu. “hmmm...


bagaimana kalau kita mendengar cerita horor yang menyeramkan?” usul laras,  “ya, itu cukup bagus. Apalagi malam hari seperti


ini...” jawab jiro karena menyetujui apapun yang KAKAK NYA itu katakan. “apa


kami kurang seram....?” tanya alosie sambil memasang tampang mengerikan, “uhmm...


kamu memang menyeramkan, tapi kamu ada manis manis nya  gitu. Aduh, seperti apa ya? Pokok nya imut

__ADS_1


deh...” jawab mia sambil memasang muka poker face dan berkeringat dingin. “ah...


boleh juga!” kata alosie sambil memasang tampang bahagia dan mengangkat jari


telunjuk nya ke atas, “ayolah, kapan kita akan memulai cerita horor nya?” cetus


varde sambil mengetuk pelan dahi nya, “tidak lah, alosie sudah cukup seram


untuk di lihat” jawab laras sambil menggosokan kedua telapak tangan nya ke


dekat api unggun dengan tujuan menghangat kan tangan nya yang sedari tadi ia


masuk kan kedalam saku hoodie nya.


Pukul 23.55 PM


Semua kembali


ke tenda masing masing untuk tidur dan melihat hari esok yang begitu cerah,


setidak nya. Malam itu mia belum makan satu suap pun, akhir nya ia memutuskan


sangat lapar... mungkin aku akan menjelajahi hutan ini untuk mendapat beberapa


buah..” pikir mia. Mia baru melangkahkan 2 kaki dari tempat ia bermalam. “tapi


aku takut juga... siapa tahu aku akan bertemu zombie atau mungkin neko? Tapi


aku yakin teman teman ku juga akan kelaparan, atau mungkin bisa mati kelaparan?


Entahlah...” gumam mia sambil berjalan melewati beberapa pohon. Jelas jelas


keadaan itu sangat tak menyenang kan, jantung mia penuh dengan detakan, ia


sangat berharap bisa kembali ke permukiman, tapi di sisi lain mia tidak mau


teman teman nya mati kelaparan. Ego nya di kalah kan oleh sisi positif dari

__ADS_1


pikiran mia.


Mia berjalan


sambil bersenandung kecil, meski jantung nya tak karuan. Mia melewati beberapa


pohon pinus yang ukuran nya besar dan jumlah nya yang tentu tak sedikit. Lama kelamaan


sisi ego mia memberontak, mia semakin berkeringat,  nafas nya sangat sesak, mata nya tak kuat


menahan kantuk yang terus menjadi jadi. Lama kelamaan mia kelelahan karena


terus berjalan. Akhir nya mia ambruk di tempat.


08.56  AM


“hey


bangun...” ucap seseorang yang nada nya pelan, “bangun mia!” seseorang yang


berbeda membangunkan mia dengan sedikit cipratan air, “lihat! Ini sudah jam


berapa?!” lagi lagi seseorang yang berbeda menggertak mia sambil membasahi


tubuh nya dengan air, namun mia tak kunjung bangun. “mia, mia san, mia chan!”


teriak seseorang. Sebenar nya mia sudah bangun, namun ia masih sangat lemas... “hmmm...


kalau mia tidak bangun, berarti jatah makan nya kita potong?” ucap seseorang


yang mia tidak tahu siapa itu karena otak mia belum connect sama sekali. Tapi setelah


orang itu mengucapkan kata ‘makanan’, mia langsung bangun dari tidur nya. “mana


makanan?!” tanya mia.


PERANG ATAU

__ADS_1


MATI 31


__ADS_2