
Perang atau mati 36 (sial!)
“kak, suara
apa itu?” tanya jiro sambil bersembunyi di balik punggung laras, “ayo kita
berputar balik saja, mungkin zombie...” jawab laras mengiyakan, “tapi untuk keluar hanya ini
jalan nya” tambah alosie sambil menunjuk asal suara gaduh di depan mereka, “mengapa
kamu tidak menggunakan pasir mu, varde?” tanya mia sambil tetap mengibas
ngibaskan syal kuning nya ke arah bekas
luka kaki nya. “bisa. Namun pasir nya sudah ku habiskan untuk menjadi sasaran
kemarahan ku!” jawab varde sambil menunjuk ember pasir yang kosong. Suara gaduh
itu makin mendekat, namun varde memberanikan diri untuk mengintip suara gaduh
tersebut. “bo!” “gyaaaa!!” pekik varde sambil melemparkan sisa sisa pasir tersebut, “awww, mata ku!!” pekik orang di
depan varde. Saat di lihat satu persatu, ternyata mereka adalah lina, kitsu, hana, dan a yeong. Grup
bertahan hidup yang semua nya adalah arwah. “eh, aku minta maaf, lin” maaf varde
sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal tersebut. Ternyata
korban lemparan pasir varde adalah lina, mantan dokter semasa hidup nya. “ummm...
aku punya air, ambil saja untuk membersihkan mata mu” tawar varde sambil
menyerahkan botol minum yang hanya tersisa seperapat dari botol tersebut. “ughh,
aku juga bawa air minum sendiri” tolak lina sambil mengubek ngubek saku jas
nya. “aduuh, maaf ya, lin. Tadi aku habiskan untuk mencuci rambut ku” malu
hana sambil menunjukan rambut merah nyala
nya yang masih basah. “mata ku semakin perih, bisa bisa aku tidak dapat melihat
lagi” rengek lina sambil terus menggosok gosok kan telapak tangan nya ke muka nya. Karena gemas melihat tingkah
__ADS_1
laku lina, laras langsung mengambil paksa botol yang varde pegang dan menyiram
nya ke muka milik lina. “baju ku jadi basah!” marah lina sambil menyipratkan
air dengan tangan nya, laras hanya bisa menghindar dengan tertawa kecil. “yang
penting mata mu sudah tidak kelilipan, iyakan?” balas laras sambil tertawa
kecil dan mengusap muka nya dengan syal kuning milik mia. Lina hanya menahan
malu, namun itu semua di tutupi dengan wajah cemberut nya.
Tiba tiba
tercium wangi kemenyan dan iringan lagu pelan yang menenggelamkan suasana ke
suasana tegang dan canggung.
Anak kecil...
Bisik seseorang
di samping kanan laras, rasa nya
bernafas” bisik alosie. Kabut kabut tipis melewati mereka, wangi kemenyan
semakin tercium pekat, lagu kecil di iringi suara tawa melengking membuat mia
tak tahan ingin berteriak. Teror semakin di mulai. Ada tangan busuk yang di tempat
kan di bahu kanan varde, sebuah kepala buntung yang bersender di punggung jiro,
badan mayat tanpa kepala yang memeluk yeong dari belakang, 2 buah bola mata di
atas kepala alosie, mereka harus bertahan apapun keadaan nya meski rasanya
ingin berteriak.
Lambat laun
kabut mulai menghilang, iringan musik pelan itu memudar, perlahan lahan anggota
tubuh yang terpotong potong ikut menghilang, tubuh mereka yang sedari tadi
__ADS_1
tegang, mulai melemas dan mengalirkan keringat serta menghela nafas panjang. “apa
itu?” tanya mia, “neko, ia tidak dapat melihat kita jika tubuh kita tidak
bergerak, namun ia tahu keberadaan kita” jelas alosie sambil melongo menahan
ketakutan yang masih mengalir deras. “hmmm.... nako ya? Xixixixixixi....” ujar
hana terkikik pelan. “kenapa kamu tertawa, da?” tanya mia dengan terheran heran
dengan mantan tentara di depan nya. “tidak ada, hanya mengingat kejadian
kejadian lucu semasa hidup ku” jawab hana sambil menunjuk diri nya dengan rasa
bangga. “aku harap aku punya kejadian lucu juga” kata alosie sambil memajang
tampang cemberut plus iri dengan teman teman yanng ada di sekeliling nya. “meskipun
kamu tidak punya kejadian lucu semasa hidup, kami masih bisa menghibur mu lewat
lelucon jiro” jelas laras sambil mengangkat
satu tangan nya. “ha? Terimakasih, sebenarnya tebak tebakan kalian tadi lucu
kok, hanya saja aku tidak mau tertawa, hixhixhix...” jawab alosie sambil mengusap
air mata tawa nya. Keadaan makin menyenangkan sekarang, perjalanan di awali dengan
canggung dan keringat dingin, sementara berakhir dengan tawa bahagia. Tapi kiamat
zombie 2 ini masih belum selesai, masih banyak yang harus mereka hadapi. Namun,
dengan ada nya kawan, itu bisa meringankan beban kita. Begitulah fungsi teman meskipun tak semuanya
baik....
“hey lihat!”
pekik mia sambil menunjuk seseorang di depan nya. Memakai jubah hitam dan muka
tak terlihat. “kamu kan!!” tebak varde sambil menunjuk muka seseorang tersebut.
PERANG ATAU
__ADS_1
MATI 37 ON GOING!