
Perang atau mati 35 (save him!)
“aku harap
mereka tidak lama mununggu kita” ucap jiro sambil menatap langit langit, tangan
nya gatal sekali ingin memukul satu persatu orang bodoh yang ada di sekitar
nya. “apakah kamu mau memukul kami? Rasa nya akan lebih sopan kalau kamu mau
berbicara dengan kami agar lebih punya
etika sopan santun yang benar” nasihat angel sambil menunjuk jiro dan menunjuk
kepala milik nya. “bertengkar hanyalah memancing segala keributan. Kau tahu,
berapa banyak nyawa disini yang akan melayang begitu saja ketika kalian
bertengkar, da?” kata mia memulai perdebatan, akhirnya adu mulut kecil terjadi
ketika mereka debat.
Keadaan
varde dan laras....
“seperti nya
aku mendengar suara suara orang berbicara....” kata varde sambil mengangkat
pasir yang sedari tadi tidak ia lepaskan dari tangan nya, “dimana? Semoga saja
itu bantuan untuk kita” jawab lawan bicara nya sambil menghela nafas panjang.
“di belokan sana!” tambah varde sambil menunjuk sebuah tikungan yang penuh
dengan bau amis dan darah yang masih segar dan sangat tercium pekat. “tapi,
apakah kamu tidak takut kalau belokan itu ada zombie? Bukti nya ada darah yang
masih segar...” ucap laras sambil menepuk pelan debu ada di bahu baju nya. “kau
benar, tapi aku mendengar suara mereka mengobrol layak nya seorang manusia
__ADS_1
hidup tanpa terluka sedikit pun. Dan aku
mendengar perdebatan itu saling memanggil nama satu sama lain” jelas varde sambil membukan penutup mata nya. “ya,
aku juga mendengar nama jiro dan mia terpanggilkan...” balas laras sambil
menguncir rambut nya dengan gelang karet
yang ia temukan tadi saat di perjalanan. “apa jangan jangan...” gumam varde
sambil menatap pelan laras, “itu rombongan kita?” balas laras sambil menatap
balik varde. “ayo!” kata varde sambil menarik tangan laras.
Saat mereka berbelok ke tikungan itu, laras dan
jiro bertabrakan sehingga ke dua nya terpental di belokan itu juga. “awww!!”
“duuh!!” pekik mereka. “jiro?” tanya laras sambil menatap jiro dari atas sampai bawah, penampilan jiro tak jauh
berbeda dari sebelum nya. Begitu pun penampilan laras. “eh, aku menemukan varde
dan laras!!” ucap jiro sambil berdiri, “haa? Dimana?!” panggil mia bagaikan
yang bernama ‘mia’ itu memanggil nama nya dan memeluk mereka berdua.
16.32 AM
Kini semua
telah kembali, mereka berjalan dengan gontai dan lesu, belum makan sama sekali
dan bahasa yang singkat adalah KELAPARAN. “apakah tidak ada air untuk
membershikan luka ku ini? Rasa nya sakit, mungkin sebentar lagi luka ini terinfeksi...” keluh mia sambil
mengibas ngibaskan syal kuning milik nya ke luka baret tersebut. “syukuri
perubahan yang ada di hidup mu. Hidup kadang ada di atas dan di bawah” nasihat
varde, memang, kadang kadang nasihat varde sangat ampuh. “tapi ini sedikit
perih dan menyakitkan, bagaimana aku bisa menahan nya?” rintih mia. “di saku ku
__ADS_1
ada sebotol air, kamu mau? Tapi air sumur” tawar varde sambil mengubek ngubek
saku nya. “benarkah? Aku mau” jawab mia dengan mata berbinar binar. Akhirnya
mia menerima air tersebut untuk membersihkan sedikit luka nya.
17.36 AM
Lesu, merasa lapar, capek, itulah yang rombongan ini rasakan.
Sesekali mengajak bercanda bukanlah hal yang bagus untuk sekarang. Hal yang
bagus untuk keadaan ini adalah makan, minum, dan beristirahat di kasur yang
empuk dan memakai pendingin ruangan yang dapat menghilangkan hawa panas dari
tubuh mereka. Tapi untuk sesi bertahan hidup sekarang atau yang disebut dengan
survival mode, mana ada saat saat indah
dan menyenangkan seperti dulu. Tak akan bisa dan tak akan pernah bisa
menghangatkan dunia kecuali berusaha mendekati target yaitu BAHAGIA. “kalian
lelah ya?” tanya alosie sambil mengelap
keringat yang terus bercucuran melewati pelipis nya. “iya. Bisa dibilang sangat
sangat lelah.” Jawab mia sambil melepas syal kuning milik nya, “oh ayolah,
nikmati saja hidup. Lelah dan senang adalah beban, kalau tidak mau lelah ya
jangan hidup” ucap jiro sambil terkikik agar dapat mencairkan suasana. “kamu
pikir semua yang ada di sini hidup?” tanya varde sambil memanas manaskan
suasana. Lebih parah nya lagi, tak ada satupun yang menjawab pertanyaan nya.
“hidup dan mati juga mendapat beban kan?” tanya alosie balik, suasana lebih canggung dari pada sebelum nya. “lupakan dan
tinggalkan” kata angel. Beberapa menit kemuudian terdengar suara gaduh di depan
mereka.
__ADS_1
PERANG ATAU MATI 36 ON GOING!