
Perang atau mati 28
Reesan menggeleng pelan, “tak tahu...” jawab reesan.
”oh ya, tadi kamu bicara apa dengan lina?” tanya mia dengan nada polos agar tidak
salah tingkah yang membuat reesan curiga. “te bitsune...” jawab reesan sambil
menundukan kepala nya, “apa nya yang tidak ada apa apa?! Kamu sudah membuat lina
marah pada ku! Lebih baik aku pergi saja!” bentak mia kepada reesan, lalu mia
berlari meninggalkan reesan, “gomenasai!!” teriak reesan sambil meminta maaf
pada mia, tapi mia sudah berlari menjauh.
“percuma
saja aku bertanya kepada reesan!! Dia hanya berkata tidak apa apa! Apa nya yang tidak ada apa
apa?!” omel mia sambil menendang sebuah batu hingga masuk ke kali. Saat ia
melihat ke kali, ada bayangan lina, ternyata mia ada di seberang kali. “niat
reesan memang bagus, tapi mengapa aku merasa tidak enak sama mia?” tanya lina
kepada diri nya. Sebenar nya lina sudah tau bahwa disana akan ada mia.
Selesai mengatakan
itu, lina berjalan hingga tak lagi di depan mia, “hmm... lina mau kemana ya?”
__ADS_1
gumam mia. Mia melihat palang bertuliskan ‘ZOMBIE DANGEROUS’ berarti bahaya
zombie. Berarti di hutan tempat lina berjalan adalah kawasan zombie! Diam diam
mia mengikuti lina sampai ke perbatasan pemisah antara arwahmanusia dan zombie.
Lina sudah melewati garis pemisah itu, “lina!!!” panggil mia. Lina hanya berdiam,
berbalik badan, dan tersenyum, “arigatou gozaimasu, mia chan...” salam lina sambil melambaikan pelan tangan nya. Karena
takut lina kenapa kenapa, mia menerobos pagar pembatasan. Saat sudah masuk,
terkejut nya mia karena di belakang lina ada zombie yang sudah siap memangsa nya,
“lina, apa yang kamu lakukan?!” teriak
mia memanggil lina, tapi sebenarnya mia yakin bahwa lina sudah banyak berubah,
marun, pakaian jas dokter nya tergantikan celana selutut dan hoodie hitam, rambut gerai nya tergantikan kunciran ponytail. Dari situlah
mia yakin bahwa itu bukan lina yang ia kenal. “lina! Dengarkan aku dan jawab pertanyaan
ku! Aku...” mia tidak melanjutkan kata kata nya karena ucapan itu keluar begitu
saja dari mulut nya tanpa ia pikir matang matang. “apa? Kau bodoh!...” bentak
lina kepada mia. Mia sangat kaget dengan perkataan lina, karena lina yang dulu
terkenal perkataan nya yang halus dan suka bercanda, beda dengan yang mia lihat
di depan nya. Perlahan lahan, lina sudah lenyap di hadapan nya dan zombie itu
__ADS_1
berjalan mendekati mia, oh tidak! Pagar pembatasan itu telah berubah menjadi
cahaya pengantar dimensi lain, mia lebih memilih mati di gigit zombie dan hidup
di Alosca selama lama nya daripada mati kelaparan di dimensi lain.
Jarak 3
meter memisahkan mia dan zombie itu. Mia sangat takut, berangkali ia masih
menyayangi nyawa nya. Tiba tiba ada sebuah tangan dari dalam cahaya yang menarik
bahu mia hingga ia terjatuh ke dalam nya.
“kyaaaaaaaa!!” teriak mia. Mia sangat yakin bahwa tangan itu adalah tangan milik alien, tapi
mengapa alien itu memakai sarung tangan?
“shtt... ini
aku mia!” bisik orag itu, “kamu siapa ya?” tanya mia terheran heran. Saat mia
menyapu pandangan nya, terlihat lah laras, jiro, yeong, dan citizen of alosca
yang mengkhawatirkan nya. “aku adalah...” kata orang itu yang menyelamat
kan mia.
PERANG ATAU MATI
29 ON GOING!
__ADS_1