
Perang atau mati 33
“seperti nya kamu
tidak bisa menjawab pertanyaan ku....” tambah nya lagi sambil mengangkat
sedikit kepala nya dan menurunkan tangan nya dengan kaku. “mia habis terjatuh
tersandung batu” jawab laras, sementara mia hanya mengipaskan syal nya ke luka yang ada di kaki nya. “apakah ada
yang membawa obat antiseptik?” tanya mia sambil mendudukan kaki nya di atas batu
lagi. Yang lain hanya menggeleng. “aku punya perban, tapi tidak punya obat
antiseptik....” bisik jiro sambil menunjukan kain perban yang masih berwarna
putih bersih tersebut. “aku.... mau....” bisik mia sambil mengambil perlahan
kain yang jiro pegang, perlahan lahan mia mulai membalut luka nya itu.
10.43 AM
Citizen of alosca dan teman teman nya berjalan perlahan lahan
melewati setiap tikungan, sementara para pahlawan dari dunia manusia ada di belakang
memegang seember penuh pasir sebagai pengganti senjata. “HAHAHAHA...” kata
seseorang tertawa nyaring dan melengking. Laras yang ada di barisan paling
belakang dan yang paling banyak memegang pasir pun langsung menoleh ke arah
suara tersebut, “bak mandi tadi?” tanya laras sambil memperhatikan bak mandi
yang tadi ia bicarakan dengan mia.
Laras pun memerhatikan bak mandi tersebut, saat laras hendak melihat isi nya.... “apa yang kamu
lakukan?” tanya varde yang tiba tiba saja datang dan memegang sebuah senter
kecil dan langsung di arahkan ke muka
laras, laras hanya dapat menutup muka nya karena cahaya itu cukup silau. “tidak
ada, aku hanya memerhatikan bak itu” jawab laras sambil menunjuk bak kotor yang
penuh dengan bercak bercak darah tersebut. “apa yang kau perhatikan?” tanya
varde lagi sambil melipat tangan nya dan melirik bak kotor tersebut. “entahlah....
aku hanya mendengar suara tawa yang melengking dari dalam sana” jawab laras
__ADS_1
sambil memalingkan wajah nya ke langit langit yang bisa kita sebut RUANGAN BAWAH TANAH. “seperti nya kita tertinggal rombongan” jawab
varde sambil memajukan sedikit kepala nya. “hanya kita yang ada di sini?” tanya
laras sambil celingak celinguk menatap seluruh arah, 3 menit kemudia laras baru saja dapat menyinkronkan otak nya. “haaa?!
Kita ketinggalan?!!” kata laras sambil berlari ke segala arah, sementara varde
hanya menatap biasa laras yang sudah panik sekali. “ayo kita pergi” kata varde
sambil menarik pelan tangan milik laras, laras hanya dapat mengikuti nya dari
belakang.
Setelah mereka pergi cukup jauh, ada seseorang yang baru saja
bangun dari dalam bak tersebut layak nya mumi yang masih saja awet. “kalian
akan menyesal....” kata seseorang itu, lalu tertidur kembali ke tempat nya.
12.34 AM
Varde masih saja memegang senter dan berjalan menyusuri tikungan
yang berbelit belit itu, sementara laras hanya mengikuti dan menutup mata nya
dengan perasaan yang tidak menyenangkan, dan mungkin juga gelisah akan kematian
yang sebentar lagi menjemput ajal nya, entah di jemput zombie ataupun, nako
kita akan menemukan rombongan kita...” keluh laras yang berjalan dengan gontai.
“kamu baru berjalan 1 jam penuh, kenapa bisa kelelahan?” kata varde bertanya
balik dan menatap laras dengan tatapan beku. “kamu tidak akan merasakan
kelelahan karena kamu adalah arwah, apalagi dari 12 misteri hutan alosca...”
jawab laras sambil menjatuhkan diri nya ke lantai. “terserah kamu saja...” kata
varde sambil menjatuhkan diri nya, namun dalam posisi duduk.
12.39 AM
Sudah lima menit mereka beristirahat di pertikungan tersebut,
saat laras sudah bangun dari acara tidur
tiduran nya, ia melihat varde sedang mengumpulkan pasir dengan sekop kecil yang
ada di dekat bak. ‘tunggu, bak lagi?’ batin laras sambil melamun, lalu mengucek
__ADS_1
ngucek mata nya. ‘bak tadi sudah hilang?!’ batin laras lagi sambil membuka lebar mata nya, apakah laras baru saja
berhalusinasi? “varde, bukankah tadi ada bak di sana?” tanya laras sambil
menunjuk tempat yang waktu tadi ia lihat ada bak disana. “kamu sedang berhalusinasi
ya? Dari tadi hanya kita yang berada di sini!” bantah varde. Kata kata nya
memang benar, hanya ada laras dan varde di sana.
Laras pun langsung
bangun dan menarik baju varde. “ayo pergi! Kita di teror oleh sebuah bak!”
perintah laras sambil menarik narik baju bagian belakang varde, sementara varde hanya menggelengkan kepala nya tanda
tidak menyetujui perintah yang barusan laras ucapkan.. “aneh sekali, bagaimana
sebuah bak kotor nan menjijikan itu meneror kita?” tanya varde sambil terus
mengumpulkan pasir pasir yang masih berceceran. “iya juga ya?” jawab laras
sendiri sambil mengusap ngusap dagu nya. “aku masih harus mengumpulkan senjata...” tambah varde lagi. “itu kan pasir, varde...”
bingung laras sambil mengaruk garuk kepala nya yang sama sekali tidak gatal
itu. “memang, tapi aku melihat mu melawan zombie itu dengan pasir dan itu
sangat sangat berhasil...” jawab varde sambil sibuk melempar sekop ke dalam bak
tersebut. “LIHAT! ADA BAK!” lalu laras langsung menutup mata menggunakan tangan
yang sudah berlumuran darah, “mana? Tidak ada bak disini” jawab varde sambil
mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan yang ia tempati. “aku tidak
bohong! Benar benar ada bak disana!” kata laras dengan tangan yang menunjuk
nunjuk ke arah sekop tadi terlempar. “seperti nya kamu banyak berkhayal karena
kelelahan...” ucap varde sambil membetulkan penutup mata milik nya, “kamu punya
fobia apa?” tambah nya lagi. “seperti nya fobia melihat bak...” lagi lagi varde
menambahkan kalimat kalimat nya, laras hanya bisa mengomel ngomel dalam hati.
Keadaan mia dan citizen of alosca....
“varde! Lihat!” kata mia yang sedang menunjuk nunjuk sesuatu.
“varde tidak ada” kata alosie yang ikut dengan rombongan itu juga. “tunggu,
__ADS_1
varde tidak ada?!” kata alosie setelah mengucapkan itu.
PERANG ATAU MATI 34 ON GOING!