
Perang atau mati 34 (hilang)
“hilang?!”
tanya jiro yang sedang membawa obor kecil. “iya! Mereka kemana ya....?” tanya
alosie sambi mengginggiti kuku dan berkeringat dingin. “kita cari saja, mungkin
mereka tidak kenapa kenapa, tapi...” ucap angel yang ikut rombongan itu juga,
sementara yang lain hanya menunggu jawaban nya, “mungkin saja mereka mengalami
kendala...” lanjut angel yang sedang menggaruk punggung nya yang tidak gatal
itu, citizen of alosca pun langsung panik.
Keadaan
varde dan laras...
“huwaaaa! Aku ingin pulang!! Andai waktu bisa di ulang!!”
rengek laras sambil menarik narik rambut ungu cerah milik varde, sementara
varde hanya dapat diam dan menyaksikan pemandangan pasir yang ada di depan nya.
“varde! Aku ingin pulang!” tangis laras sambil menarik narik penutup mata yang
varde pakai, lagi lagi varde hanya diam tak berkutik. “aku juga ingin pulang,
laras.... tapi aku tidak tahu cara untuk kembali ke rumah....” balas varde
sambil merapikan poni nya, “benarkah begitu?” tanya laras yang tiba tiba
berhenti menangis, “ya, aku merindukan rumah ku, tapi bagaimana kita dapat
bertahan terlalu lama di luar sana? Sementara malaikat maut ada dimana mana,
jadi lakukan lah apa yang bisa kamu lakukan. Kalau kamu ragu, coba lah apa yang
baru. Tapi kalau semua nya tak dapat di
lakukan, kamu tahu bahasa inggris nya bulan dan pintu?” tanya varde sambil
__ADS_1
mengusap pelan mata kanan nya, “bahasa inggris nya bulan dan pintu kan
‘moondoor’...” jawab laras. “eh bentar, moondoor itu maksud nya mundur” tambah
laras sambil menyipitkan mata dan mengusap ngusap dagu nya, “ya, benar” jawab
varde sambil menghela nafas.
14.50 AM
“aku seharus nya tidur siang sekarang...” ucap laras sambil
mengucek ngucek mata hitam legam milik nya. “bisakah kamu tahan kantukmu itu
sebentar?” tanya lawan bicaranya yang masih sibuk mengurusi pasir dan sekopnya,
“just a moment, okay?” jawab laras sambil menguap, “hanya sebentar sampai kita
menemukan rombongan alosie...” tambah varde sambil melemparkan sedikit pasir
menggunakan sekop ke dekat selokan kecil. “hey! Jangan lempar pasir nya!” perintah
laras sambil menunjuk selokan bekas varde membuang pasir, “bagi ku itu adalah
nya,”ya, ya” ucap laras sambil cemberut dan menggembungkan pipi nya.
Keadaan citizen of alosca....
“hah?! Kalau kita mau menyelamatkan mereka kita harus putar
balik! Arrrghhh!!” kata alosie sambil mengacak ngacak rambut nya. “kita belum
berjalan terlalu jauh, kita masih bisa menyelamatkan mereka, jangan mudah menyerah,
da. Apalagi soal menyelamatkan teman” nasihat mia, “kak mia benar, kak alosie
tidak bole menyerah apapun keadaan nya, selagi teman itu setia, masih bisa kita
perjuangkan kok” tambah jiro sambil ikut ikutan menasihati alosie. “ya ya,
kalian benar. Sepertinya tidak ada kata menyerah untuk hari ini, esok, dan
selama lama nya!” semangat alosie sambil membenarkan mahkota bunga miliknya. “aku
__ADS_1
suka semangat! Ayo kita selamatkan varde dan mia!” kata angel menyemangati, dan
citizen of alosca sepakat untuk menemui kembali teman teman nya. “bagaimana kalau
selama perjalanan kita bermain tebak tebakan yang bisa mengeluarkan semangat
kita?” usul angel, “ah, aku sedang tertarik untuk bermain” jawab alosie. Jika alosie
mau, pasti yang lain juga mau. “sayur apa yang paling bersinar?” tanya jiro
memulai teka teki nya. “uummm.... tomat?” jawab mia asal asalan, “mungkin kol?”
jawab angel, “ahhh.... mungkin bayam” jawab alosie bangga. “kalian semua
jawaban nya salah” ucap jiro sambil menyilangkan tangan nya. “entahlah, memang
apa jawaban yang tepat?” tanya alosie. “jawaban nya adalah terong, karena habis
gelap terbitlah terong, bwahaahhah!!” tawa jiro sambil memegangi perut nya,
sementara yang lain hanya saling berpandangan. “sapi apa yang banyak warna nya?”
sekarang angel yang bertanya, dan yang lain hanya berpikir keras memikirkan
jawaban yang tepat. “aku tidak tahu jawaban nya apa...” bisik mia. “i surrender!”
kata jiro menyerah dengan pertanyaan yang angel berikan, serumit itu?!. “jawaban
nya adalah sapidol” kata angel sambil mengangkat ke dua tangan nya. “ooh,
sepidol....” kata alosie sambil membulatkan bibir nya. “sekarang siapa lagi
yang ingin bertanya?” tanya alosie, “entah, apa jawaban nya?” kata jiro sambil
membuat pose gaya berpikir. “aku bertanya, bukan memberikan pertanyaan...” kata
alosie sambil menepuk jidat nya”. Saat itu mereka semua berbelok dari tikungan
ke tikungan, namun berakhir dengan menyasar.... “apakah kita baru saja.... berputar?”
tanya angel dengan nada dingin. “kurasa begitu...” bisik alosie.
PERANG ATAU MATI 35 ON GOING!
__ADS_1