Perang Atau Mati

Perang Atau Mati
Perang atau mati 40 (kode)


__ADS_3

Perang atau mati 40 (kode)


Keadaan


makin canggung, masing masing berdiri dan mengekor dari belakang tanpa ada


suara, meskipun hanya sedikit. Langkah kaki akan penyesalan menghantui. Hawa


memanas bagaikan neraka. Suasana sepi, tak ada yang angkat bicara. Kabut putih


berterbangan, menggambarkan arwah di sekeliling mereka. Yang terlihat menonjol


hanyalah syal kuning milik  mia yang


melambai lambai terbawa angin. Gua yang mereka lewati bagaikan arus sungai yang


tidak ada akhirnya, panjang. “mengapa diam saja?”. Akhirnya! Ada seseorang yang


akan memulai canda tawa! “aku sudah mencium hawa mayat hidup disini” kata orang


itu, kitsune. “banyak pasir dimana mana. Kita dapat melawannya  dengan itu” ucap lina santai. “menurutku ada


yang kurang....” keluh mia, ada yang kurang... “aku tidak melihat jiro, dimana


dia?” tanya varde yang tidak menyadari keberadaan jiro. “instingku berkata


lain, jiro dan alosie hilang. Tapi berdoalah supaya mereka bertemu dengan


kita”. Lina menymengati mereka agar terus berjuang, karena tidak ada kata


MENYERAH.

__ADS_1


Satu jam,


mereka bercanda. Dua jam, tak ada yang angkat bicara. Tiga jam, suasana


canggung. Sebenarnya apa yang terjadi dengan orang orang ini? “hei” panggil


laras, ia menyenggol sedikit sikut orang yang ada di sebelahnya. “apa?” tanya


orang itu, siapalagi kalau bukan  lina?


Laras memakai kode gerakan tangan, ia menirukan gaya varde ketika marah.


“maksudmu kaleng? Kau haus?” ah! Akhirnya  lina peka! Dengan cepat laras mengangguk. “sayangnya, tidak ada satupun


yang membawa air minum” ah, sayang. Tidak ada yang membawa minum. Mungkin


varde, tapi dia sedang dalam keadaan kecewa. Gambaran wajah nya terlihat


segera menjatuhkan badan seolah olah ia sedang duduk. “ayo jalan, sedikit lagi


saja” rayu varde sambil menarik narik tangan mia. Tetap saja, mia tidak mau


berdiri. Matanya terlalu sembab untuk menoleh. “ughh... nikmati dulu saja


hidupmu” tanpa sadar, mia mengucapkan kata kata YANG tak pernah ia ucapkan.


“kau pikir,  siapa  saja yang hidup?” hana mulai emosi, ia


mengatakan itu sambil menunjuk nunjuk kepala milik nya. “eh, tadi aku bilang


apa?” tiba tiba mia malah bertanya. Garis sembab mata nya menghilang, mata nya

__ADS_1


terbuka lebar, sama hal nya seperti dirasuki. “hei, kenapa kau memegang tanganku,


varde?” dia sudah lupa? “aku melakukan ini agar kau cepat bangun, pemalas” ejek


varde. Semua saling menatap kebingungan, sepertinya mia baru saja dirasuki.


“ada arwah selain kita”. Baru saja ada fakta keluar dari bibir  manis nya yeong. Memang benar, gua itu memang


menyimpan banyak, dari misteri hingga horor. “lihat, ada angka 117 disini”.


Tiba tiba kitsu  menunjuk nunjuk batu


yang berbentuk nisan, ada angka 117 disana. “mungkin umur batu ini 117” tebak


laras asal asalan. “tapi aku tidak pernah mendengar mitos batu dapat menghitung


umurnya sendiri” tukas hana, ia manggut manggut. Tiba tiba angka di batu itu


bertambah menjadi 124. “angka di batu itu berubah, pakai bercak  darah pula.” Gerutu varde yang tidak ada takut


nya. “maksudmu angka itu adalah jumlah pengunjung yang mengunjungi gua ini,


lalu ditambah 7 sesuai dengan jumlah kita. Lalu bercak darah itu maksudnya yang


mati. Tunggu, bagaimana aku bisa tahu?” tumben, kali ini kitsu lumayan pintar.


“berarti kita berakhir disini juga?” pertanyaan itu ditujukan untuk siapa?.


PERANG ATAU


MATI 41 ON GOING!

__ADS_1


__ADS_2