
Perang atau mati 40 (kode)
Keadaan
makin canggung, masing masing berdiri dan mengekor dari belakang tanpa ada
suara, meskipun hanya sedikit. Langkah kaki akan penyesalan menghantui. Hawa
memanas bagaikan neraka. Suasana sepi, tak ada yang angkat bicara. Kabut putih
berterbangan, menggambarkan arwah di sekeliling mereka. Yang terlihat menonjol
hanyalah syal kuning milik mia yang
melambai lambai terbawa angin. Gua yang mereka lewati bagaikan arus sungai yang
tidak ada akhirnya, panjang. “mengapa diam saja?”. Akhirnya! Ada seseorang yang
akan memulai canda tawa! “aku sudah mencium hawa mayat hidup disini” kata orang
itu, kitsune. “banyak pasir dimana mana. Kita dapat melawannya dengan itu” ucap lina santai. “menurutku ada
yang kurang....” keluh mia, ada yang kurang... “aku tidak melihat jiro, dimana
dia?” tanya varde yang tidak menyadari keberadaan jiro. “instingku berkata
lain, jiro dan alosie hilang. Tapi berdoalah supaya mereka bertemu dengan
kita”. Lina menymengati mereka agar terus berjuang, karena tidak ada kata
MENYERAH.
__ADS_1
Satu jam,
mereka bercanda. Dua jam, tak ada yang angkat bicara. Tiga jam, suasana
canggung. Sebenarnya apa yang terjadi dengan orang orang ini? “hei” panggil
laras, ia menyenggol sedikit sikut orang yang ada di sebelahnya. “apa?” tanya
orang itu, siapalagi kalau bukan lina?
Laras memakai kode gerakan tangan, ia menirukan gaya varde ketika marah.
“maksudmu kaleng? Kau haus?” ah! Akhirnya lina peka! Dengan cepat laras mengangguk. “sayangnya, tidak ada satupun
yang membawa air minum” ah, sayang. Tidak ada yang membawa minum. Mungkin
varde, tapi dia sedang dalam keadaan kecewa. Gambaran wajah nya terlihat
segera menjatuhkan badan seolah olah ia sedang duduk. “ayo jalan, sedikit lagi
saja” rayu varde sambil menarik narik tangan mia. Tetap saja, mia tidak mau
berdiri. Matanya terlalu sembab untuk menoleh. “ughh... nikmati dulu saja
hidupmu” tanpa sadar, mia mengucapkan kata kata YANG tak pernah ia ucapkan.
“kau pikir, siapa saja yang hidup?” hana mulai emosi, ia
mengatakan itu sambil menunjuk nunjuk kepala milik nya. “eh, tadi aku bilang
apa?” tiba tiba mia malah bertanya. Garis sembab mata nya menghilang, mata nya
__ADS_1
terbuka lebar, sama hal nya seperti dirasuki. “hei, kenapa kau memegang tanganku,
varde?” dia sudah lupa? “aku melakukan ini agar kau cepat bangun, pemalas” ejek
varde. Semua saling menatap kebingungan, sepertinya mia baru saja dirasuki.
“ada arwah selain kita”. Baru saja ada fakta keluar dari bibir manis nya yeong. Memang benar, gua itu memang
menyimpan banyak, dari misteri hingga horor. “lihat, ada angka 117 disini”.
Tiba tiba kitsu menunjuk nunjuk batu
yang berbentuk nisan, ada angka 117 disana. “mungkin umur batu ini 117” tebak
laras asal asalan. “tapi aku tidak pernah mendengar mitos batu dapat menghitung
umurnya sendiri” tukas hana, ia manggut manggut. Tiba tiba angka di batu itu
bertambah menjadi 124. “angka di batu itu berubah, pakai bercak darah pula.” Gerutu varde yang tidak ada takut
nya. “maksudmu angka itu adalah jumlah pengunjung yang mengunjungi gua ini,
lalu ditambah 7 sesuai dengan jumlah kita. Lalu bercak darah itu maksudnya yang
mati. Tunggu, bagaimana aku bisa tahu?” tumben, kali ini kitsu lumayan pintar.
“berarti kita berakhir disini juga?” pertanyaan itu ditujukan untuk siapa?.
PERANG ATAU
MATI 41 ON GOING!
__ADS_1