
Perang atau mati 31 (merantau)
07.35 AM
“akhir nya kamu bangun...” bisik seseorang di depan mia. Mia
menyapu pandangan nya ke seluruh ruangan, ia mendapati teman teman nya yang
sedang membawa makanan dan segelas susu untuk nya, wajah mereka terlihat sangat
cemas. “ada apa ini?” tanya mia yang
baru bangun di tidur nya. “semalam aku
bermimpi pergi ke dalam hutan untuk mencari buah pinus...” lanjut nya lagi,
“itu bukan mimpi, kamu benar benar pergi kesana!” teriak laras yang sedang
meminum seteguk air putih yang ada di tangan nya. “laras benar. Kata varde, dia
melihat kamu sedang berjalan melewati gerbang alosca” jelas jiro. “lalu mengapa
ia tidak menegurku?” tanya mia penuh selidik. “varde bilang, ia tidak mau
mengganggu apapun urusan mu” jelas alosie panjang lebar, keheningan mulai
menyelimuti mereka. Karena penasaran, mia mau menanyakan untuk siapa makanan
tersebut dibawakan. “oh ya, makanan itu untuk siapa?” tanya mia sambil menunjuk
sepiring bubur dan segelas susu yang dibawa oleh jiro, “untuk mu! Makanlah!”
ucap jiro sambil menyerahan makanan dan minuman itu, mia pun melahap makanan
itu.
08.45 AM
Karena merasa gerah di hutan itu, mereka mandi di kamar mandi
khusus perempuan manusia. Setelah mandi, alosie pun menyuruh citizen of alosca
berkumpul dan berunding tentang apa yang
tidak manusia tahu alias menggunakan bahasa mereka sendiri.
Setelah berjam jam berunding, akhir nya alosie mengakhiri
rapat besar besaran tersebut. Ini adalah saat yang tepat untuk untuk laras
bertanya kepada alosie mengenai mitsuki chan. “hai alosie! Bagaimana kabar mu?”
__ADS_1
sapa laras sambil melambaikan tangan nya, “hai juga...” jawab alosie dingin dan
berpandangan kosong. “kamu kenapa?” tanya laras sambil melambaikan tangan nya
di depan muka milik alosie, “tidak ada apa apa, hanya kepikiran” jawab alosie sambil menyingkirkan
tangan laras dari hadapan muka nya, “ooo... yasudah, aku tidak mau mengganggu
mu, aku pergi dulu ya!” teriak laras sambil menjauh, “ya” jawab alosie sambil
menopangkan dagu di tangan nya. ‘aku tidak ingin kamu kecewa...’ batin alosie.
Keadaan laras...
“kok, orang orang disini aneh juga ya?” tanya laras kepada
diri nya sambil menghitung orang orang yang ada di alosca yang sedang berlalu
lalang di depan nya. “1.... 2.... 3....” hitung laras sambil menunjuk orang
orang disana, ini adalah hari ke-2 dimana citizen of alosca dapat hidup yang
kedua kali nya. “orang ini kenapa sih?kok sikap nya dingin semua?” tanya laras kepada diri nya sendiri.
Tak lama munculah varde dengan mia yang membawa es krim rasa
vanilla dan cokelat. “uhmm... hai mia, varde!” sapa laras kepada mia dan varde
agar terasa lebih sopan, “oh, hai laras!” sapa varde, sikap varde saat ini
tak seperti biasanya. “hai juga laras!” sapa mia balik, laras pun menghampiri
mereka berdua, “eh, mau kemana? Kita juga mau duduk disana kok” tanya varde
sambil menunjuk bangku yang laras tempati tadi.
Laras pun kembali ke bangkunya dengan raut wajah cemberut, di
ekor oleh varde dan mia. “jadi, mengapa kau cemberut?” tanya varde sambil menjilati es krim milik nya. “aku
ingin bertanya mengenai sesuatu...” jawab laras mengalihkan topik pembicaraan
dan sambil menunduk kan wajah, “bertanya tentang apa, da?” tanya mia sambil
mengikat tali sepatu nya, “apa yang kalian bicarakan sewaktu rapat tadi?” tanya
laras sambil menoleh ke arah varde, berharap ada jawaban yang pas dengan
pertanyaan nya, “mengapa kamu bertanya itu?” kata varde bertanya balik sambil
menoleh sensitive ke arah laras, laras hanya diam tak berkutik sambil mengahadapkan
__ADS_1
wajah nya ke langit langit. “ada yang salah dengan pertanyaan ku?” tanya laras
kembali, laras tidak mau membuat varde bersikap cuek seperti alosie. “kamu
kenapa, da? Rasa nya ini bukan kamu” dan yang ini mia yang bertanya, mengapa di
saat genting ini masih ada yang mau menambahkan pertanyaan? “aku mau cuci
tangan dulu, permisi” pamit varde sambil menunjukan tangan nya yang penuh
dengan tumpahan es krim yang sudah meleleh dari tadi.
Kini, di taman hanya ada mia dan laras, tak sampai satu detik
saja, mia menyuguhi puluhan sampai ratusan pertanyaan untuk laras jawab. Tak semudah itu menjawab pertanyaan
dari mia, karena selain banyak, pertanyaan nya juga susah sekali untuk dijawab
sendiri. Bukan hanya pertanyaan tentang varde, tapi mengenai sosialisasi dan
matematika. “mia, bisakah pelan pelan menanyakan itu?” mohon laras, “hmmm...
oke” kata mia sambil mengacungkan jempol nya. “kenapa langit warna nya biru?”
tanya mia sambil mengedipkan satu matanya. “matahari memancarkan cahaya putih
ke bumi. Bumi di lindungi oleh atmosfer yang tersusun dari berbagai macam gas
seperti nitrogen, oksigen, argon, dan juga uap air yang menyerap cahaya putih
tadi. Itulah mengapa warna biru menjadi dominan di langit karena warna biru
dari cahaya matahari di sebarkan ke segala arah...” jawab laras dengan santai nya, maklum laras mengambil
kuliah jurusan ipa. “udah panjang, salah pula jawaban nya” ketus mia sambil
memijat pelipis nya. “memang apa jawaban nya?” tanya laras penasaran. Mana mungkin
jawaban sekereatif itu bisa salah begitu
saja. “jawaban nya adalah: karena kalau
warna nya putih aneh,
bwahahahahahah!!!!!!!!!!” kata mia dan tertawa sekeras itu, laras hanya dapat
melongo menyaksikan apa yang di lakukan oleh teman beda usia nya itu, “bercanda
kok” kata mia sambil menyelesaikan tawa nya, “varde lama sekali kembali nya”
gumam laras, “seperti nya tak lama lagi varde akan sampai...” jawab mia sambil
__ADS_1
menyilangkan tangan nya.
PERANG ATAU MATI 32 ON GOING!