Perang Atau Mati

Perang Atau Mati
Perang atau mati 38 (when laras and lina...)


__ADS_3

Perang atau mati 38 (when laras and lina...)


"Yaa, setidaknya kamu tidak sendiri" ucap varde sambil terus mengumpulkan kayu bakar yang ada di got sungai dekat situ. Mia hanya mengangguk pelan. "Memang" balas mia.


Keadaan lina dan laras...

__ADS_1


"Ya, sangat sangat sangat berbeda" balas laras sambil berusaha berdiri. "Tapi mengapa kita tidak bersama yang lain? Dimana jiro?" tambah nya lagi. "Kupikir semua akan jauh lebih baik jika berpencar dan berusaha menemukan antivirus kedua itu" pikir lina dan terus bergumam sambil terbang terbang melayang di udara dan melipat tangan nya. "Sepertinya, tapi aku tidak banyak tahu tentang keadaan mereka, lagipula aku bukan mamanya. Tapi mengapa aku terus mengkhawatirkan keselamatan nya?" cuek laras, namun dengan nada sayang. Akhirnya lina memilih untuk diam dan memerhatikan kenalan di depannya itu. "Hey, kamu punya sedikit makanan? Aku sedikit lapar" keluh laras sambil terus memegangi perut nya yang keronconngan akibat tidak makan, lina pun menggeleng cepat. "Tidak, yang kulihat hanyalah sungai. Sungai yang berwarna keemasan di depan kita yang terus mengalir tiada henti. Tapi aku juga tidak tahu, apakah itu layak di minum atau tidak" tolak lina secara halus. "Terpaksa atau tidak, bisa bisa aku mati kelaparan" gerutu Laras sambil menendang kerikil ke dalam sungai di sebelahnya.


Negeri yang mereka tempati memang sama dengan teman mereka yang terdampar secara terpisah, hanya saja beda daerah dan kualitas penduduk. Daerah yang laras dan lina tempati berpenduduk busuk, yakni mayat hidup. Mayat hidup atau zombie biasa berkeliaran malam dan siang hari. Banyak orang percaya, bahwa daerah itu peninggalan para voodo.


"Gyaaaaaa!!" teriak laras. Bagaimana tidak? Ratusan bahkan milyaran zombie berlari menuju mereka secara cepat. "Zombie itu begitu buas dan menggeliat! Ayo lari!" ketus lina sambil berlari, tak lupa menarik tangan laras yang bergetar hebat disertai keringaf dingin. Lina terus berlari, namun melihat kebelakang sampai ia tidak sadar bahwa ia sudah ada di bibir jurang. "Oh tidak! Di depan kita ada jurang! Sepertinya itu dalam!" kata lina menyemangati acara kematian kenalannya. "Bawa aku terbang!" perintah laras dengan nada dingin. "Kau sangat berat, laras!" lina pun menolak.

__ADS_1


Zombie itu semakin mendekat, makin menggeliat dan menggeliat. Daging busuk keluar dari badan nya dalam keadaan menjijikan. Laras sudah kehabisan ide dalam bertahan hidup kali ini, kecuali masuk ke dalam jurang. Kalau pun mati, dia ada di dalam alosca yang mungkin sudah hancur berkeping keping, tapi ia harus tetap mempertahankan nyawa nya yang begitu berharga, lebih dari apapun di dunia ini. "Aku tidak tahu harus apa!" bentak laras sambil mengikat cepat rambut hitam legam milik nya yang sejak dari tadi terurai. "Lompat!" perintah lina sambil berusaha menarik tangan sahabatnya itu. Otak laras venar benar down untuk sekarang. Tidak tahu harus berada di bawah pihak mana, antara zombie dan lina.


Zombie itu masih setia mengejar mangsa nya yang sudah berada di ambang kematian. Perlahan, laras sudah merasa dirinya melayang layang, menggambarkan diri nya sudah ada di dalam hutan alosca yang tidak seindah dulu lagi. Tanpa sadar, laras mulai terisak dalam mimpi nya. "Hiks... Hisk..." isak laras dalam mimpi buruk nya. "Bangun oy!" panggil lina sambil menyipratkan air sungai ke muka laras yang masih belum sadar dari pingsan nya itu. "Apa aku sudah mati?" gumam laras, dengan suara terdengar. Ia sudah sadar, namun tidak mau membuka mata nya. "Ya" jawab lina dingin agar tidak ketahuan bahwa ia sedang bercanda dengan orang yang sedang sekarat di samping nya. "Benarkah?" tanya nya lagi. Lina hanya dapat mengangguk. "Dapatkah Aku merasakan hidup Yang kedua kali nya? Aku masih sayang nyawa..." mohon laras dengan suara memelas, tapi tidak mau membuka mata nya. "Kau memang hidup, bodoh!" bentak lina kesal dengan perilaku bodoh temannya. "J-jangan jangan ini adalah.... Nako?" gumam laras ketakutan, tapi tetap tidak mau membuka mata nya sedikit pun. "Hei! Kamu masih hidup dan ini aku, lina!" karena gemas, sebuah jitakan mulus mendarat di dahi laras. "Huh?" kata laras langsung bangun dari tempatnya karena tidak percaya dengan kenyataan.


PERANG ATAU MATI 39 ON GOING!

__ADS_1


__ADS_2