Perang Atau Mati

Perang Atau Mati
perang atau mati 26 (isi surat)


__ADS_3

Perang atau mati 26 (isi surat)


Isi surat:


-bebaskan


arwah yang kami setujui


-buka lebar


gerbang pintu Alosca


-kembali kan


golongan darah kami yang asli (harus)


Mata Alosie


memang melotot sampai terlihat mata nya berbentuk bulat terang, laras dan jiro


tidak takut karena mereka berdua melihat ke arah jendela kamar tersebut. “jadi,


kamu setuju kan?” tanya laras dengan nada menggoda, “uhmm... boleh juga


perjanjian ini..” jawab Alosie sambil mengelus ngelus dagu milik nya.


Jiro dan


laras bersorak gembira setelah mendengar kabar baik tersebut, mereka melompat


lompat seperti anak kecil yang baru saja dibelikan balon.


Keadaan mia,


varde, dan yeong...


“banyak fans


mu yang datang kemari...” jawab varde dengan senang, “oh ya? Siapa?” mia


bertanya kembali sambil merapikan bando yang dari kemarin ia pakai.


“zombie....” jawab varde lirih. sekarang mia merasa sangat panik! Mengingat


golongan darah yang dipakai nya itu golongan darah manusia.


Oh tidak!

__ADS_1


Zombie itu makin mendekat! Varde berusaha meluncur kan anak panah nya,


ketimbang senapan, lagipula peluru senapan nya sudah habis. “tak ada waktu! Labrak


saja zombie itu!” teriak mia dari dalam mobil, dengan sigap varde masuk ke dalam


mobil dan menabrak gerombolan zombie itu.


“tujuan kita


kemana lagi setelah ini?” tanya varde setelah menghela nafas berkali kali. “pulang...”


jawab yeong sambil menopang dagu dengan tangan nya, “aku sih, ikut varde saja” ucap


mia sambil menggembungkan pipi nya, akhir nya mereka sepakat kembali ke Alosca.


Keadaan jiro


dan laras...


“tapi..”lanjut


Alosie lagi.


Laras dan


sama lain saling menatap. “agar permainan lebih seru lagi, aku hanya mengabulkan


nomor 1 dan 2 saja” jawab Alosie dengan nada rendah sampai tidak tedengar oleh


telinga jiro dan laras. “coba kamu ucap kan sekali lagi...” pinta jiro memelas,


“agar permain-....” jelas saja, suara Alosie yang sedang menjelaskan


tergantikan oleh suara deru mobil yang datang. Seperti nya asal suara itu dari


gerbang utama Alosca...


“kami pulang!!”


teriak varde dan yeong secara bersamaan, setelah turun dari mobil. Sementara,


mia masih diam karena merasa bahwa insting nya berkata lain ketika berada di


tempat tersebut.


Saat itu

__ADS_1


laras benar benar tak mendengar apa yang Alosie ucapkan, dari pada berdebat


dengan orang yang lebih muda. Laras pun memegang knock pintu dan berkata “aku


mau ke kamar mandi” , tentu saja tak  ada


yang mnjawab karena Alosie dan jiro masih setia berdebat.


Suara deru


mobil terdengar jelas di telinga laras saat ia hendak pergi ke kamar mandi,


laras pun mengurungkan niat nya. “siapa tahu itu orang yang menyelamat kan diri


ku dari tempat iblis ini” gumam laras sambil berjalan menuju gerbang utama


Alosca, tapi laras tidak melanjut kan niat nya, ia sudah di kalahkan rasa


kebelet karena keinginan untuk buang air kecil.


Saat laras berbalik


badan, tiba tiba ada yang memegang pundak nya dari belakang.


“kyaaa!”


teriak laras karena kaget dengan tangan itu, tapi seperti nya tangan itu


sedikit familiar..


“laras, ini


aku, hana...” kata hana sambil membuka tangan yang membuat laras menutup muka laras.


“oh, kamu...” jawab laras sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.


“senang


bertemu dengan mu lagi 😊” tambah hana, tiba tiba ada suara


yang terdengar familiar memanggil nama nya...


“laras!!!”


panggil orang itu


PERANG ATAU

__ADS_1


MATI 27 ON GOING!


__ADS_2