
CHAPTER 15
Harapan, putih, amarah, merah. Emosi itu bergejolak pada diri Lupan sebelum keluarganya dieksekusi oleh Ser Corvark. Sekarang, yang ada pada dirinya hanyalah kehampaan dan keputusasaan.
Dia mengangkat pedang dan berseru menyerang untuk terakhir kalinya, tak peduli nyawanya akan melayang juga. Namun, Iblis Slimonoid menghadangnya dan Daedalus berbicara padanya.
"Jangan buang nyawamu, pak!" seru Daedalus.
Lupan marah mendengarnya, bagaimana bisa Daedalus berkata tindakannya ini adalah membuang nyawa sedangkan yang dia lakukan adalah membalas dendam pada kematian keluarganya. Daedalus pasti tak mengerti dia!
Tapi Lupan segera tersadar, Daedalus hari ini baru saja kehilangan ayah dan ibunya. Dia juga baru tersadar wajah Daedalus sembab akibat menahan tangis dan kesedihan.
"Ayah!"
Lupan menengok ke arah suara, di atas kuda Hella berteriak memanggilnya. Anaknya menangis. Satu-satunya keluarganya yang tersisa menangis dan memanggilnya. Ya, dia masih punya keluarga yang tersisa.
"Kau akan membalas ini!" seru Lupan pada Ser Corvark. Dia beralih pada Gholam. "Jangan dibutakan oleh 'dia', Gholam, militer Libbam tak sebersih yang kau kira."
Lupan bersama dengan Daedalus dan Iblis Slimonoid lari meninggalkan mereka. Ser Gholam membiarkannya dan tunduk memikirkan perkataan Lupan.
"Kejar dia, Gholam!" Ser Corvark berteriak dan segera pergi mengejar.
Tapi Ser Gholam duduk dan beristirahat. Dia menyaksikan kekacauan disekitarnya dan harum kematian yang menyengatkan. Dia tak mengejar dan membiarkan Ser Corvark begitu saja. Dia hanya memikirkan, bahkan jika Lupan berhasil kabur dengan kuda, melewati seisi kota dengan Penjaga Kota serta melewati gerbang bukan hal yang mudah. Dia bisa mati.
Ser Gholam mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan hanya bisa berharap. "Demi pertemanan kita yang lama, aku mendoakanmu keberuntungan, sobat."
Setelah sampai kepada Hella, tiga kuda menanti mereka. Lupan segera naik ke atas kuda bersama Hella. Setelah dia mencium anaknya, dia segera kabur meninggalkan yang lain.
"Apa-apaan?" Tael keheranan.
Daedalus tak mempedulikan dan menyuruh Tael naik ke atas kuda bersama dengan Iblis Slimonoid, sementara dia di atas kuda bersama dengan Riel.
"Pegangan," katanya pada Riel. Riel memeluk surai kuda erat-erat dan mereka mengikuti jejak Lupan.
Kuda terus memacu meninggalkan Kediaman Lord. Dari arah yang diambil Lupan, mereka sepertinya mengarah kepada Gerbang Selatan.
"Setelah ini kita akan pergi kemana, bang?" tanya Tael.
Mereka memacu kuda mengikuti Lupan. Beberapa Penjaga Kota menyadari tindakan mereka dan mencoba memberhentikan, tapi tak ada dari mereka yang berani menghadang langkah kuda. Kawanan Daedalus melaju cepat.
"Kita harus keluar kota, selebihnya tidak penting," jawab Daedalus. Ada pilihan mereka bisa pergi ke tempat yang Toras sarankan atau mereka juga bisa pergi jauh ke Selatan. Daedalus dengar jauh di Selatan adalah tempat dimana ada kerajaan selain Hervarar. Tapi dia tak mengetahui detilnya, yang penting, mereka harus pergi dari kota ini.
Melewati pasar, daerah kumuh, perumahan dan bahkan lapangan. Kuda dipacu cepat tanpa menghiraukan Penjaga Kota yang menghalangi mereka. Tak terasa, dinding besar Gerbang Selatan telah terlihat.
__ADS_1
"Itu gerbangnya!" seru Tael.
Kawanan memacu semakin cepat dan tak berapa lama mereka telah sampai di gerbang. Gerbang terbuka begitu lebar, cahaya kebebasan seolah menyambut mereka. Namun di hadapan gerbang tersebut nampak dua kuda dengan penumpangnya yang familiar bagi mereka.
Disana Yvonne dan Yogot sedang melakukan perlawanan. Yogot yang membawa Paluperang dan Yvonne yang menyandera seorang Penjaga Kota membuat selusin Penjaga Kota mengerumuni. Disisi lain Abel menangis dan Toras masih tak sadarkan diri.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tael bertanya.
"Terobos saja!" seru Lupan.
Lupan memacu kuda-nya kencang dan Penjaga Kota menyadari kedatangannya. Tak ingin ditabrak, Penjaga Kota melompat memberi jalan dan membiarkan Lupan pergi meraih kebebasan melewati Gerbang Selatan.
Bukaan lebar terbuka, Daedalus dan Tael dapat mengikuti jejak Lupan dan meraih kebebasan. Tapi itu berarti mereka harus meninggalkan Yvonne dan yang lainnya. Belum sempat Daedalus selesai berpikir, Tael memberhentikan kudanya di hadapan seluruh Penjaga Kota.
"Ayo naik, Yvonne!" seru Tael.
"Bawa Abel! Yogot, bawa Abel!" perintah Yvonne. Yogot terperanjat mendengarnya segera menggendong Abel dan menaikkannya ke atas kuda. "Sekarang pergilah dari sini, Tael!"
Tael tersentak, mulia baginya untuk menyelamatkan seorang anak kecil, tapi dia berhenti demi menyelamatkan Yvonne dan membawanya pergi. Bukan adik dari Yvonne.
Melihat keraguan Tael, Yvonne berteriak. "Tunggu apa? Pergi dari sini!"
Akibat terlalu lama berpikir, seorang Penjaga Kota menusuk kaki kuda Tael dan membuat mereka terjatuh. Iblis Slimonoid segera melompat turun dan menghalau para Penjaga Kota dengan satu tangannya yang tersisa.
"Aku hanya Penjaga Kota biasa, tak berpangkat," jawab Penjaga Kota itu. "aku tak punya wewenang."
"Sialan!"
Dari belakang, Ser Corvark melaju cepat dengan kudanya. "Tutup gerbangnya! Jangan beri mereka jalan kabur!"
Penjaga Kota yang lain segera melakukan apa yang diperintahkan, Gerbang Selatan perlahan menutup.
Daedalus memberhentikan kudanya dan berhenti bersama yang lain. "Naik ke atas kuda, kita akan menerobos," kata Daedalus pada Yvonne.
"Jika aku melepas orang ini, Penjaga Kota akan segera menerobos dan membunuh kita," jawab Yvonne.
"Mereka tak akan berani dengan Iblis Slimonoid menghalangi." Daedalus menyuruh Abel naik ke kudanya. Abel naik di bantu oleh Tael. "Yang lain segera naik ke kuda. Kita tak punya banyak waktu."
Yogot memberikan Paluperang pada Iblis Slimonoid. "Lindungi kami, kumohon!" serunya. Iblis Slimonoid menerima Paluperang dan menghalau siapapun yang berani mendekat. Ser Corvark dari belakang semakin memperpendek jarak mereka.
Yogot naik ke kuda, dia melempar Toras ke kuda seperti melempar karung beras—Toras terdengar terbatuk. Yvonne mendorong pergi Penjaga Kota dan segera naik ke kuda miliknya, Tael naik bersamanya.
Setelah Penjaga Kota itu dilepas, Penjaga Kota yang lain segera menyerang. Tapi satu tebasan besar Paluperang dari Iblis Slimonoid mengurungkan niat Penjaga Kota untuk menyerang maju.
__ADS_1
"Buka jalan!" perintah Daedalus pada Iblis Slimonoid.
Iblis Slimonoid bak orang gila mengusir siapapun yang menghalangi jalan Daedalus dan lainnya. Para Penjaga Kota mundur, beberapa berani maju dan menyerang Iblis Slimonoid. Tapi Iblis Slimonoid memukul kepala Penjaga itu sampai hancur dan membuat yang lain tak berani maju.
Kawanan Daedalus melaju meninggalkan Iblis Slimonoid dan berhasil melewati gerbang. Gerbang nyaris tertutup. Cahaya dunia luar membasahi Daedalus, harum rerumputan dan hutan dari pepohonan yang rimbun terlihat. Lupan yang berkuda tampak mengarah ke sana. Mereka mengikuti.
Daedalus memberhentikan memanggil Iblis Slimonoidnya, darah di tangannya berhenti mengalir. Tapi tak disangka, gerbang yang tadi nyaris tertutup kembali naik—terbuka.
"Mereka akan mengejar kita," ujar Yvonne.
"Kita hanya harus lari, 'kan?" tanya Tael.
"Sampai kapan? Kita tak bisa terus berlari, kuda akan kelelahan dan kita akan tertangkap."
Disaat itulah Toras tersadar dari pingsannya. "Berbalik," kata Toras pelan.
Yogot terus memacu kuda tak begitu mendengar.
"Kubilang berbalik!" seru Toras.
Yogot terperanjat dan kebingungan. Yogot mendekatkan kepalanya dan mendengarkan apa yang dikatakan Toras, kemudian dia berbalik.
"Apa yang dilakukannya?" tanya Yvonne.
"Yogot, kita harus pergi!"
Yogot tak mempedulikan dan segera membawa kuda mendekati gerbang. Toras yang terbaring di atas kuda mencoba turun dan terpelanting jatuh. Beberapa Penjaga Kota tampak berlari keluar menghampiri Yogot dan Toras.
Tapi semuanya terdiam. Langit hening, burung berhenti bersuara, tanah diam sebelum bergetar hebat.
Toras dengan sisa kekuatan terakhirnya mengambil sebuah Permata Delima dan berseru sekencang-kencangnya.
"Kupersembahkan sebagian jiwaku, kuminta kau bertarung disisiku! Penuhi sumpahmu kepadaku, pinjamkan aku Gelapnya kekuatanmu, ledakkan Gerbang Selatan itu, Iblis Manusia Malam!"
Setelah Toras berteriak dalam bahasa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Daedalus, dari kedua tangan Toras mewujud bola hitam. Yang awalnya kecil, perlahan membentuk menjadi sebesar gerbang itu sendiri. Lalu setelahnya, Bola Hitam Besar tersebut terpelanting ke atap Gerbang Selatan.
Penjaga Kota yang keluar terpontang-panting kabur. Gerbang Selatan yang megah berubah jadi puing-puing. Puing-puingnya jatuh dan ambruk menutup akses Gerbang Selatan.
"Ya!" Yogot berseru senang. Dia bahkan tak perlu menghadapi Penjaga Kota yang tadi mencoba mengejar, karena mereka terpaku ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi.
Toras tersenyum pelan sebelum jatuh pingsan. Yogot menggendongnya dan menaikkannya ke atas kuda, kali ini dia melakukannya dengan pelan. Setelah itu mereka bergabung dengan kawanan dan pergi dari Kota Libbam.
Mereka telah berhasil mencapai kebebasan.
__ADS_1