
dewa keluar dari ruangan. tatapan nya kosong mata merah seperti menagis keluar dengan ke adaan lemas.
" selamat kk dewa kini jadi ayah " serektak anak-anak.
yg lain mencoba mengerti dengan ke adaan dewa. dewa memeluk Husna dan menagis tersedu sedu.
" sayang apa yg terjadi " Maiza memeluk dewa yg kini tinggi nya telah mengalah kan nya.
" Husna mom Husna " jawab dewa tetap menangis.
" Husna kenapa sayang jangan nangis dong " Maiza seperti sudah agak mengerti.
" maiza meninggal dewa dan anak anak ia memilih pergi untuk selamanya di banding melihat kami bertiga mom " dewa menguatkan tangisan nya.
mereka yg ada di sana terkejut kini Husna yg selalu membuat mereka ketawa telah pergi mendahului mer eka.
" ikhlas sayang ikhlas lah " Maiza ikut menangis merasakannya apa yg di rasakan oleh dewa.
" kai dan putra akan mengurus administrasi nya kk sekarang ke ruangan bayi untuk azani anak kk " kai
" iya " dewa mencoba untuk kuat dan berjalan menuju ruangan bayi.
sampai di ruangan bayi.
dewa melihat anak anak nya kulit yg seperti Husna hidung seperti Husna bulu mata yg melentik hitam dan panjang mirib seperti Husna.
" sayang kalian yg kuat ya " dewa mengambil putra pertama nya lalu mengazani nya sambil menangis begitu juga dengan putri ke2 nya.
mereka melihat itu juga menangis. di umur 22 tahun dewa resmi menduda setelah 11 tahun menjalani rumah tangga.
jam 10 malam jenazah Husna di bawa pulang ke rumah utama didepan gerbang telah terpasang bendera putih menandakan bahwa ada yg meninggal.
jenazah Husna di bawa masuk ke dalam rumah. kini ia tak memakai cadarnya wajah putih bersih di mukanya ia tersenyum manis seperti sedang bermimpi. keluarga memakai baju putih menandakan anggota keluarga sang jenajah.
semua telah di hubungi dari sahabat di manca negara telah di beritahukan. pemakaman akan di lakukan jam 9 pagi dan si kembar akan di perbolehkan pulang juga jam 9 pagi.
1 malaman langsung dewa tidak tidur bersama ke4 adik nya mereka terus membaca Alquran suara mereka begitu merdu membuat semua orang yg ada di sana menangis mendengarkan nya.
pagi hari telah tiba tepat pukul 7 pagi jenazah Husna di mandikan. jujur dewa masih tak percaya bahwa Husna telah meninggal dunia Husna akan meninggal kan nya untuk selama lamanya.
selesai di mandikan Husna di kafan kan ia begitu cantik senyumnya tak pudar bahkan kulit nya putih nya alami begitu indah. selesai Husna langsung di bawa ke mesjid lalu di sholat kan imamnya adalah dewa. setelah selesai Husna dibawa ke tempat terakhir nya ia akan tinggal.
dewa mematung melihat istrinya kini telah di kubur kan telah bersatu dengan tanah. papan nisan telah di tancap bertuliskan nama Husna di sana. setelah selesai pemakaman mereka langsung ke rumah sakit menjemput si kembar.
sampai di rumah sakit.
dewa mendengar anak pertama menangis dengan kuat suara nya begitu kencang. dewa mengambil anak pertama lalu mengendong nya seketika dia diam ketika hendak di letak kan kembali ia menangis.
" dewa ia gak mau pisah dari ayah nya " maiza.
walhasil dewa terus mengendong anak pertama nya sampai rumah.
__ADS_1
sampai di rumah.
ternya si kembar telah tidur. dewa meletak Ken mereka di ruang keluarga di tempat tidur kecil mereka
" kk ini susu nya kalok misal nya mereka berdua diarea baru kita tukar susu nya gak harus diare sih contoh nya mereka gak mau meminum susu mereka " kaisar membantu dewa membuat kan susu.
" nanti kalok udah selesai di kasi terus udah dingin jangan di kasi lagi buat kan aja yg baru " kaisar.
" iya " dewa mencoba tersenyum.
" 2 Minggu lagi mereka akan imunisasi lebih baik ajak mommy atau Lana kalok kau gak bisa kai akan pergi ke 1 desa di sana gak ada sinyal mungkin akan terputus kontak " kaisar.
" ngapain " raja tiba tiba datang.
" di sana ada masyarakat yg membutuh kan perawatan rumah sakit bahkan puskesmas di sana aja udah gak di pakai selama 2 tahun terakhir." kaisar.
setelah membuat susu dewa langsung kasi ke anak nya. dan mereka menerima nya dengan baik bahkan sampai habis.
" hhhmmm anak ayah pintar kali sekarang kita kekamar ya bau ganti bedung nya udah masah ini " dewa berbicara pada anak nya lalu mengendong mereka masuk kedalam troli mereka.
dewa menaiki lift menuju kamar nya.
sampai di kamar.
" kalian ini mirib banget sih kayak ayah masak mirip mama kalian hanya kulit mata bulu mata dan hidung sih ayah jadi kalah ganteng dan cantik nya ini " dewa mencoba untuk tegar.
dewa memutar kan rekaman suara Husna yg sedang membaca Al-Qur'an. dewa memiliki rekaman suara Husna dari jus pertama hingga akhir. si kembar mendengar itu tidur mereka lebih lelap.
" Husna lihat lah setelah mendengar suara mu mereka lebih lelap tidur nya " dewa yg ikut tertidur di samping mereka berdua.
di ruang keluarga.
" raya idul adha 10 hari lagi " Maiza.
" iya " serektak mereka.
" kk dewa akan ambil cuti mungkin 2 bukan sampai anak nya ngerti bahwa raja pigi berkerja" Raihan
" gak masalah itu tenang aja yg kita pikir kan sekarang adalah malam ke7 almarhum Husna besok pagi nya kita akan melaksanakan pemberian nama dan akikahan " Safwan
" gak masalah itu kk. kalok soal makanan nya kita buat 2 kali aja untuk tahlilan kita buat siang untuk acara kasi nama dan akikahan Kita buat pagi aja tapi bahan bahan nya malam udah selesai" Rahman.
" setuju " serentak mereka.
" padahal semalam hari ulang tahun Husna dan hari ini adalah hari kelahiran anak nya serta hari ia meninggal " Anna.
" itulah takdir tak bisa di ubah suatu saat juga kita akan berpisah." maiza.
__ADS_1
" mommy " kaisar.
" iya " Maiza.
" kai akan pergi ke 1 desa selama 1 Minggu mungkin kai akan pulang pas malam 7 hari " kaisar.
" yaudah lah gak papa kok kapan pergi" Rahman
" 30 menit lagi " kaisar melihat jam tangan nya.
" loh kok dadakan sih " Sarah.
" iya Tante kai juga baru di kasi tau pas tadi pagi " kai.
" barang barang nya udah selesai " Maiza.
" udah mom " kaisar.
" berapa jam perjalanan " Raihan
" 4 jam dan itu harus menyebrangi sungai lagi kali ini betul betul ke pelosok kali " kaisar.
" kalok gitu bawa bekal lah " Maiza berdiri.
" udah kai siap kan kok mom tinggal ambil koper aja ini " kaisar berlari ke kamar nya langsung mengambil 3 koper.
" assalamualaikum " kawan kawan kaisar yg akan pergi.
" waalaikum salam" serektak mereka.
" dokter kai nya ada om " mereka bertanya.
" ada kok lagi di atas ambil keperluan nya " rahman.
akhirnya mereka menunggu selama 15 menit dan kaisar keluar membawa 3 koper besar.
" wah kai banyak kali kau bawa koper kita mau dinas bukan pindahan " Jamil dokter umum.
" kau ini ja. di dalam koper ini semua ada obat obatan bajuku di dalam tas ini " kaisar.
" nah bekalnya " Maiza.
" lah perasaan cuman 2 kok sekarang ada 10 " kai.
" kawan kawan mu itu gak makan emang nya " Maiza.
" duit orang ini banyak mom pelit mereka " kaisar.
" udah sekarang kalian jangan berantam lebih baik coba cek barang ada yg ketinggalan gak " Maiza.
" gak ada kok mom kai pergi dulu ya " kai mengalami Maiza sarta yg lain baru kaisar mencium kening Maiza dan pamit pergi.
¥¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya
jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya