
5 hari kemudian.
delapan anak laki laki ini yg akan menempuh waktu selama 2 hari lagi untuk sunat.
" bagimana kalok sunat nya besok saja selesai ambil rapot " kata Maiza.
" bagus juga sih lusa kita buat syukuran nya kan " kata Anna.
" alah mak harinya di percepat " batin mereka ber8.
" assalamualaikum " kata dewa masuk kedalam rumah.
" waalaikum salam " kata mereka.
" baru datang 5 lari yg lalu kemana istri baru nya di bawa ngak " kata Anna.
" bawa kok Aska ayo kesini " kata dewa kepada aska yg masih di pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.
" ayo masuk ngapain malu " kata Anna.
" assalamualaikum hallo " kata aska.
" waalaikum salam " kata mereka memperhatikan Aska dari bawah hingga atas.
" ayo duduk Aska ngapin berdiri. ini lagi dewa suruh Aska duduk kok diemin " kata zufla.
" iya Tante Aska Ayuk duduk " kata dewa.
" baik lah " kata Aska duduk di samping dewa.
" cucu jida apa kabar kangen nya ayah kalian itu ngak mau bawa kalian kemari mentang mentang baru nikah " kata Anna menggendong hanaf.
"La abuela te extraño" kata zufla
" bahasa apa itu " batin Aska kebingungan.
" mama mungkin kk Aska bingung sama yg mama katakan " Kat tulif.
" maaf mama kelepasan hehe " kata zufla.
" gila mereka orang bule semua ya mukanya ngak ada yg indo apa " batin Aska.
" kai sama Ika kemana " kata dewa.
" mereka masih di rumah sakit. dan Alhamdulillah nya raja udah bisa bernafas dengan tidak mengunakan semua alat yg di pasang di tubuhnya " kata Maiza kesenangan melihat kondisi raja yg setiap hari kunjung membaik.
" Alhamdulillah bagus lah. " kata dewa.
" Andre kok keringatan kali ruangan nya dingin kok " kata putra yg memerhatikan Andre.
__ADS_1
" ngak papa kok om " kata Andre.
" sunat nya om Abi hari ini saja biar acara nya lusa mereka udah bisa sedikit berjalan " kata dewa.
" betul juga itu lagian masih pagi juga " kata Safwan.
" boleh juga " kata mereka.
" TIDAK " kata mereka ber8.
" loh kok tidak cepat sana bersiap siap " kata Safwan.
" baik lah " kata mereka berjalan lemas menuju kamar.
" hehehe " kata dewa.
" kenapa kk " kata putra merasa aneh.
" kk sengaja biar mereka sunat hari ini lebih bagus " kata dewa.
" sudah ketebak " kata mereka semua.
" keluarga suami ku aneh ya " batin Aska.
mereka bersiap siap menuju rumah sunatan.
di rumah sunatan.
" jadi kalok pakai yg ini kayak di tembak nanti baru di kasi bius 4 kali bekas jahitan nya ngak boleh kena air " kata dokter memperaktekkannya di sebuah kayu yg telah di ukir.
" hhmmm " kata mereka.
" jadi mau pakai yg cara pertama kedua apa yg terakhir " kata dokter.
" lebih baik yg ini aja dok gak pendarahan kan" kata anak anak ketakutan.
" tidak pakai yg cara terakhir saja " kata Safwan zafwan Raihan dan Rahman.
" bunda Andre ngak mau di suntik sampai 4 kali " kata Andre memeluk Sarah.
" dek ini ngak pakai jarum ini hanya di tembak saja liat ngak ada jarumnya " kata dokter.
" mama ngak mau " kata Rasyid dan Rayi memeluk Anna.
" kami juga ngak mau ma " kata Taufik dan Syakir.
" apa lagi kami mom " kata Ali dan Isa
mereka masing masing memeluk ibu mereka saking ngak mau di sunat.
__ADS_1
" nanti kalok udah besar dara mau jadi om dokter biar bisa nyunat orang " kata dara menunjuk om dokter tersebut.
" emang mau " kata dokter.
" ya mau lah " kata dara percaya diri.
" udah udah dokter kami pilih yg terakhir yg pakai tembak saya untuk 8 orang ya dok " kata Safwan
" baik lah nanti masuk aja siapa yg mau di Luan di ruang sana " kata dokter menunjukkan satu ruangan.
" baik lah " kata mereka.
" jadi siapa yg mau di Luan " kata Rahman.
" KK RASYID " kata mereka menunjukkan Rasyid.
" loh kok kk sih rayi saja dulu " kata Rasyid.
" lebih baik Taufik saja " kata Rasyid.
" Syakir aja " Taufik.
" Andra lebih baik " kata Syakir.
" Andre saja dia sangat pemberani " kata Andra.
" Ali saja " kata Andre
" lebih baik Isa saja lah " kata Ali.
" bagaimana kalok km Rasyid saya dia kan di Luan lahir " kata Isa.
" yg mana di Luan ini " kata zafwan heran melihat mereka ber8.
" gini aja kk punya cara kita kocok nama saya yg yg pertama keluar dia harus diluan" kata dewa.
" setuju " kata mereka.
dewa mengambil mengocok nama mereka dan urutan nya ialah Rasyid Andra Ali Taufik Isa syakir Rayi dan terakhir terakhir Andre.
" Rasyid ayo masuk " kata Safwan.
" nasip banget bisa nya sama aku yg keluar " batin Rasyid pasrah mengikuti Safwan masuk kedalam ruangan.
Rasyid baring di tempat tidur. di ruangan hanya ada Safwan zafwan Raihan dan Rahman serta dewa yg siap memvidiokan.
" kita mulai ya " kata dokter.
" astaghfirullah astaghfirullah' astaghfirullah astaghfirullah' jangan sampai putus " kata Rasyid
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya