
kini jenajah raja sedang di mandikan. jenajah raja sangat bersih. setelah selesai memandikan raja di pakai kan kain kafan.
" Rahman ayo jadi imam " safwan.
" iya kk " raham mulai sholat jenajah.
di dalam kerenda
" astaghfirullah di mana ini " raja membuka matanya meski sangat lemas.
" bukanya tadi aku di dorong sama kakek Rifki ya dan aku ada di dalam lautan yg sangat hangat dan nyaman itu" batin raja.
" الله أكبر" suara yg sholat jenajah.
" suara orang sholat eh badan ku kok di lilit kain kafan dan hidung ku ada kapasnya maca mana cara buka nya ini gak nyaman " raja.
raja mendengar suara salam berarti sholat telah selesai.
" mommy tolong raja " suara raja.
" mommy ini gak nyaman sekali tolong raja " suara raja.
" astaghfirullah raja " serentak mereka membuka kerenda raja.
" kk dewa tolong raja ini gak nyaman " raja melihat dewa.
" MAYAT NYA IDUP WE MAYAT NYA IDUP HANTUUU " teriak para warga ketakutan dan berlari dari mesjid tersebut.
" terimakasih ya Allah " dewa memeluk raja menangis.
" kk nanti dulu nangis nya ini gak nyaman yg nyumbat di hidup tolong di buka " raja.
kaisar membuka penyumbat di hidung raja sambil menangis. mereka ber3 memeluk raja dengan erat.
" kenapa kalian menangis apa yg terjadi kakek dan nenek mana kalian di mana pas raja jumpa kakek dan nenek " raja.
" raja kau mati suri " Safwan.
" om ini lah aneh aneh aja mana mungkin raja mati dan kenapa raja harus pakai kain kafan di sumbat lagi ini kuping sama idung " raja
mereka bertiga melepas pelukannya. tiba tiba Maiza memeluk raja dengan keadaan yg masih memakai mukenah putih.
__ADS_1
" raja jangan tinggalkan mommy lagi raja gak boleh tinggalin mommy lagi ya mommy gak mau " Maiza menangis.
" mommy raja gak akan ninggalin mommy kok " raja.
" raja betul nya itu kau " Anna.
" ya betul lah Tante jadi siapa lagi " raja.
" sekarang Ayuk kita pulang ke rumah ya sayang " Maiza.
" mom bawa kursi roda gak kaki raja lemas kali gak ada tenanga buat berdiri " raja.
akhirnya raja di bantu berjalan oleh dewa dan kaisar.
sampai di rumah.
raja langsung masuk ke dalam kamar untuk mandi karna badannya mau kembang bunga. ija menyiapkan baju raja.
ija membantu mengeringkan badan dan rambut raja. ija memakaikan baju dan juga celana raja ia memakai nya sambil menangis. ia juga menyisir rambut raja.
" ija kenapa menangis dan makasi ya udah mau bantu " raja.
" kk raja mau ningalin ija selamanya di hari pernikahan kita ija kan sedih padahal ini impian ija buat nikah sama kk. ija tau kk gak ada perasaan sama ija ija tau tapi ija mohon jangan ningalin ija seperti itu " ija menangis sambil memakaikan kaus kaki raja.
" duduk di sini " raja menyuruh ija duduk di samping nya dan ija menurut.
" jangan nangis lagi ya maaf kan kk " raja memeluk ija untuk pertama kalinya. tangisan ija pecah sambil membalas pelukan raja.
" udah ya sekarang kita ke ruang keluarga mereka udah nunggu ya " raja menatap wajah ija yg sangat cantik.
raja ***** bibir merah alami ija. ija tidak menolaknya bahkan ija membalas nya. tangan raja masuk ke dalam jilbab ija dan menyentuh sesuatu untuk pertama kalinya.
" kk jangan sekarang banyak yg sedang menunggu kita " ija menjauhkan tangan raja.
" maaf " raja yg terbawa nafsu.
" tak papa sekarang ayo turun " ija berdiri.
" tunggu sebentar lagi sekajab saja " raja mencoba melawan nafsunya.
" baik lah ija ke kamar mandi dulu " ija pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
" aaa aku lepas kendali karna nafsu. bisa bahaya ini mana itu ciuman pertama ku lagi untung untuk istri " raja.
di ruang tamu.
mereka berkumpul bersama ini hari yg sangat gembira karna raja tak akan meninggal mereka untuk selamanya.
raja dan ija turun. mereka melihat raja yg bisa berjalan karna sudah meminum obat nya. mereka duduk di sofa.
" raja minum dulu teh nya biar tambah tenaga " Maiza.
" makasi mommy " raja meminum teh tersebut.
" raja ada pesan untuk kalian semua " raja.
" dari siapa " serentak mereka
" dari kakek Rifki kakek ruchan kk Abi nenek marry nenek Aru dan nenek Abi serta kk husna " raja.
" papa mama " serentak mereka.
" raja kau berjumpa mereka " Maiza.
" iya mom waktu itu raja duduk di satu taman yg sangat indah betul betul sangat indah mereka menghampiri raja. kami bercerita banyak di sana" raja menceritakan apa yg terjadi pada dirinya dan juga pesan pesan mereka.
" raja melihat 3 anak perempuan di belakang kk Husna mereka pesan kami sayang ayah. setelah itu raja di dorong oleh kakek Rifki jatuh lautan tersebut lautanya sangat hangat dan nyaman raja hanya bisa pasrah dan bangun bangun udah dalam kerenda " raja.
mereka terharu dan senang mendengar cerita raja.
" mama papa terimakasih atas perhatiannya " batin Safwan zafwan Raihan dan Maiza.
" Husna kau ini kok bisa tau sih mas nangis malam dan mas itu beli banyak karna takut habis dan gak ada setok sayang" batin dewa.
" wajah mereka ber3 seperti apa raja " tanya dewa.
" mereka ber3 perempuan semua wajah nya persis banget sama kk gak mirib sama sekali sama kk Husna " kata raja.
dewa tersenyum.
¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya
__ADS_1
jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya