
mereka menangis di pangkuan Maiza sambil memohon agar tidak bertemu orang tua mereka. tapi apalah daya Maiza tetap menyuruh mereka bertemu dengan orang tua mereka.
sampai di apartemen.
mereka langsung menuju kamar masing masing. untuk tidur karna lelahnya perjalanan yg cukup jauh.
di kamar dewa.
hanaf dan Hasna terlihat tidak nyaman karna sangat kepanasan karna ini pertama kalinya mereka ke Mesir.
" kepanasan ya padahal AC nya udah lumayan dingin " dewa mengganti baju mereka. terlihat hanaf dan Hasna belum mau tidur.
di kamar raja.
" gak enak peluk guling lah " kata raja menepis guling nya.
" masik enakan peluk istri lagi dari pada peluk guling nasip lah " kata raja mengambil guling nya lagi.
" nasep lah " kata raja.
di kamar kaisar
" aku kok kangen Ika ya tapi aku masih kepikiran sama ibu kandung ku " kata kaisar.
" semoga saja dia punya alasan tepat untuk membuang kami " kata kaisar.
di kamar putra.
" kalok nelpon Lisa pasti Lisa udah tidur di sana adeh " putra.
" nasip lah " kata putra mencoba untuk tidur.
kamar Lana.
Lana baru saja selesai mandi.
__ADS_1
" ya Allah padahal di pesawat duduk aja tapi kaki kok bisa pegal ya " kata Lana. tiba tiba hp Lana berdering menandakan bahwa ada yg menelpon.
" ibu Dewi jam segini kok nelpon ya bukannya di sana udah sangat larut " kata Lana menggangkat panggilan telepon tersebut.
" hallo assalamualaikum" Adam.
" waalaikum salam siapa ya " kata Lana kurang mengenal suara tersebut.
" saya mas Adam yg kamu tolongin pas saya nak bunuh diri itu " kata Adam
" oiya mas Adam kenapa ya " kata Lana
" orang tua mu ada gak di rumah " kata Adam
" ngak ada kami semua lagi di Mesir gak ada di Indonesia kenapa ya " Lana.
" saya mau ngelamar kamu kalok sudah di Indonesia kabarin ya assalamualaikum " kata Adam langsung mematikan telepon.
" waalaikum salam " kata Lana.
" alah paling iseng dong ini " kata Lana tak heran. sudah biasa Lana di posisi seperti ini jadi gak heran lah.
mereka sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah yg di maksud. mereka berlima sangat malas untuk kesana. "untuk apa ke rumah orangtua kandungan yg membuang anak nya sendiri." dalam hati mereka. marah benci itu yg mereka rasakan. ketika kami sudah besar baru mereka mencari kami mereka kemana saja waktu kami di lahirkan.
kami bukan hewan yg tak mau di pelihara maka di buang di jalanan. kami manusia kami punya hati nurani kami punya pikiran kami sudah besar kami tau yg mana yg benar mana yg tidak. kalian kemana saja ha kamana saja selama ini.
itulah yg dalam pikiran mereka. ketika mereka sampai di rumah yg di maksud rumah tersebut sangat besar sama besar nya dengan rumah Safwan.
" yakin ini rumah nya " kata dewa.
" yakin lah " Maiza memencet tombol bel pagar dan ada beberapa penjaga datang Rahman menjelaskan maksud kedatangan mereka dan akhirnya mereka di perbolehkan masuk.
" semoga mereka menyesal " kata raja. sifat yg paling kajam raja muncul. raja memencet tombol bel rumah dan ada beberapa pelayan menyambut mereka dan menyuruh mereka menunggu di ruang tamu.
" rumah ini besar tapi sedikit kali orang nya keamanan nya lemah " batin putra memerhatikan sekeliling ruang.
__ADS_1
" assalamualaikum selamat datang " kata seorang laki laki tua.
" waalaikumus warahmatullahi wabarokkatu " kata kami. lalu pri tua tersebut duduk di sofa bersama kami.
" jelaskan maksud kedatangan kalian " kata pria tua tersebut.
" begini pak kami berasal dari Indonesia kami mengetahui bahwa ada yg mencari bayi hilang 22 tahun lalu dan kembar lima. dari kelima bayi ini salah satunya perempuan kebetulan istri saya ini menemukan kelima bayi ini dalam keadaan kondisi lemah di dalam kamar apartemen nya dan 1 mayat perempuan yg sudah tak berbentuk lagi " kata Rahman menjelaskan dan memberi beberapa Poto dan vidioa masa kecil mereka sebagai bukti.
pria tua tersebut melihat bukti bukti tersebut dan menangis.
" sekarang di mana mereka berlima " kata pria tua tersebut.
" mereka berlima ada di samping bapak " kata Rahman. pria tersebut melihat kembar 5 terutama wajah dewa raja kaisar dan putra.
" terimakasih ya Allah telah menemukan hamba dengan cucu hamba " kata kakek tersebut memeluk dewa sambil menangis. dewa tak tau harus berbuat apa kakek tersebut hanya menangis di memeluk dewa setelah beberapa menit dia melepaskan pelukannya dan menghapus air nya.
" siapa nama kalian " kata pria tua tersebut.
" saya dewa anak pertama " kata dewa.
" saya raja anak kedua " kata raja.
" saya kai anak ketiga " kata kaisar.
" saya putra anak keempat " kata putra.
" dan saya Lana anak kelima " kata Lana.
" dan kalian berdua " kata pria tersebut.
" nama saya Muhammad mushaddiq fadhlurrahman dan ini istri saya Maulana Maiza ananda Furqon " kata Rahman.
" kakek bisa cerita apa yg terjadi kenapa kalian membuang kami " kata dewa terus terang.
" jadi begini ceritanya " kata pria tua tersebut.
__ADS_1
¥¥¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya