
sampai di kantor.
setelah sampai di kantor dewa menurun kan hanaf dan Hasna dari mobil lalu mendorong nya masuk kedalam kantor.
" selamat pagi " kata mereka menyambut dewa.
" pagi " kata dewa dengan datar.
" bobo kepalanya kok di perban " kata beberapa karyawan.
" bobo sakit ya sakit apa " kata beberapa karyawan lagi.
" kerumah sakit yu bobo nanti kalok bobo sakit kami sedih " kata mereka lagi.
" muak kali aku di panggil bobo " batin dewa.
" lebih baik kalian kerjakan tugas kalian atau nanti saya terpaksa mencari karyawan baru " kata dewa.
mendengar kata dewa mereka langsung duduk di tempat mereka masing masing dan langsung mengerjakan tugas mereka. dewa memasuki lift menuju ruangan nya setelah sampai dewa meletakkan hanaf dan Hasna di tempat bermain nya.
di ruangan dewa memiliki satu buah kamar untuk istirahat dewa sedikit mendekorasi ulang kamar tersebut supaya hanaf dan Hasna tidak rewel.
" hanaf Hasna di sini dulu ayah mau kerja jangan rewel ya " kata dewa meletak hanaf dan Hasna di dalam tempat tidur.
" aaaa~~~~ " kata Hasna.
dewa meletak beberapa mainan hanaf dan Hasna yg sudah selesai di bersihkan kan. setelah itu dewa mengerjakan berkas berkas di mejanya.
di rumah sakit.
lain halnya dengan yg sedang di rumah sakit.
" bg ayuk makan dong jadi dingin ini " kata Sarah.
" ngak mau maunya makan nasi Padang " kata Raihan.
" ayolah bg makan. bg doyannya kok yg pedes pedes sih " kata Sarah.
" biarin " kata Raihan.
" bg ayo makan lah sikit saja " kata sarah.
" hambar gak mau makan " kata Raihan merajuk seperti anak kecil
" itu bukan kk ku " kata Maiza.
" assalamualaikum " kata kawan kawan Raihan.
" waalaikum salam " kata kami.
" mbak Sarah Raihan nya ngak mau makan ya " kata Saripudin wakil ketua Angota kepolisian bawahan nya Raihan.
" iya pak bg ngak mau makan " kata Sarah.
" ngapain kau datang " kata Raihan.
" terserah kami lah " kata mereka berjumlah 5 orang.
__ADS_1
" Hem " kata Raihan yg masih merajuk ngak mau makan.
" mbak sini piring nya biar kami yg di kasi makan " kata Sandy temannya Raihan.
" tapi... " kata Sarah.
" udah mbak gak papa aman ini " kata Rudi .
" anak anak pegang dia " kata Saripudin.
" baik " kata mereka memengang kaki dan tangan Raihan.
" puden apa apaan ini " kata Raihan.
" kami mau kasi makan kau lah " kata Saripudin.
" ngak mau " kata Raihan menutup mulut nya
" Zaki " kata Saripudin.
" siap " kata Zaki mengelitik Raihan hingga tertawa.
" udah udah hahaha udah " kata Raihan.
" aaaa " kata Saripudin memasuk kan satu buah suapan yg besar.
" PUDEN " kata Raihan terpaksa memakan nya karna sudah masuk ke mulut.
" jadi anak baik " kata Saripudin.
Raihan mencoba sekuat tenaga untuk meronta e agar tidak mau makan tapi karna tulang rusuk nya patah menghambat gerakan nya.
" jauh kan dari ku PUDEN ku pijak kau nanti " kata Raihan.
" Zaki " kata Saripudin Zaki langsung mengelitik Raihan lagi.
" hahaha udah udah mmm " kata Raihan yg disumpal makanan di mulut nya.
" hhmmm hhmmm hhmmm hhmm mmhhhmmm " kata Raihan karna saking banyak nya makanan yg di masukkan kemulutnya.
" apa itu ngak papa " kata Sarah melihat Raihan.
" ngak papa kok mbak paling dia mati nanti mbak kawin sama saya saja kalok dia udah mati " kata Saripudin memanasi Raihan.
" ngak Ikhlas aku puden kau kawin sama istri ku mmmm " kata Raihan yg kembali di suapkan dengan suapan yg sangat besar.
" tapi tapi bg Raihan kasian " kata Sarah.
" udah kk ngak papa itu tenang saja nanti kalok mati kita campak aja kesungai " kata Maiza.
" HHMMM HHMMM " kata Raihan ngak terima
" kasian loh dek liat kk Raihan di gituin " kata Rahman.
" udah ngak papa kok mas. kk puden lanjut kan niat mulia mu itu " kata Maiza mengacukan jempol nya
" siap " kataa sari puden
" PUDEN jauh kan sendok mu itu " kata Raihan yg sudah menghabiskan makanannya.
__ADS_1
" 1 suap lagi aaaa " kata sari pudin memasukkan suapan terakhir.
" ngak ma mmm " kata Raihan yg belum selesai bicara langsung di sodok dengan sebuah bubur.
" kan dah habis anak pintar anak anak lepaskan " kata sari pudin dan mereka menurutinya.
" kan gini enak loh kau cepat baik banyak kasus itu di kantor polisi "ata Zaki.
" betul itu " kata Rudi
" dasar setan kalian kau lagi puden " kata Raihan.
" bg minum dulu " kata Sarah memberikan air pada Raihan.
" terimakasih " kata Raihan.
" ginikan enak loh selesai makan tenang jadinya " kata Saripudin.
" enak pantat mu hampir mati aku ya " kata Raihan.
" mommy " suara lemas dari putra.
" putra " kata Maiza melihat putra.
dalam 1 ruangan ini berisi 3 orang yaitu putra Raihan dan Rahman.
" mom haus " kata putra dengan lemas
" ini minum pelan pelan " kata Maiza membantu putra minum.
" panggil dokter lah kalian kok diam sih " kata Raihan.
" ah iya iya " kata Sarah menekan bel untuk memanggil dokter.
" ada yg sakit " kata Maiza.
" kepalanya pusing mom " kata putra. " tapi kita di mana ya mom " sambung putra.
" kita di rumah sakit sayang kalian kecelakaan mobil ketika membawa keluarga nya Aska ke kantor polisi " kata Maiza.
" siapa Aska dan ia besok putra harus balik ke Amerika untuk lanjut kuliah mom dan jam berapa ini putra mau jemput sahabat putra " kata putra.
tak lama kemudian Jamil datang dan memeriksa putra.
" ada yg sakit " kata Jamil
" kepala pusing itu aja " kata putra.
" terakhir ingat nya di mana lagi apa " kata Jamil.
" saya sedang mau tidur bangun bangun udah di sini dan rasanya tukang rusuk saya seperti patah " kata putra.
" hhmmm anda baik baik aja kok. bisa kita bicara di ruangan saya ibu Maiza " kata Jamil.
" bisa kok. mas maiza ikut Jamil dulu ya " kata Maiza.
" baik lah " kata Rahman.
¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya