
" kita mulai ya " kata dokter.
" ded gak mau " kata Rasyid menangis karna saking takut nya di sunat.
" ngak bakal sakit kok " kata Safwan mencoba menenangkan Rasyid.
" aadduhh di apaan ituuu Deddy " kata Rasyid melihat.
" udah ngak usah di liat " kata Safwan. zafwan menutup mata Rasyid.
" AAAAAAA SAKIT " kata Rasyid berteriak.
" mama " kata mereka ketakutan mendengar jeritan Rasyid.
" udah mom kita pulang aja yuk ngak mau Isa isa mau pulang " kata Isa.
" iya bunda Andre mau pulang Andre mau pulang Andre ngak mau " kata Andre berlari keluar.
" ngak bisa " kata dewa menangkap Andre.
" lepaskan kk Andre ngak mau di sunat ngak mau " kata Andre sampai duduk di lantai ngak mau sunat.
sebalik nya di keadaan Rasyid.
" rasy rasy bangun nak udah siap " kata Safwan.
" loh kok ngak bangun " kata zafwan.
" pingsan ini " kata dokter.
" astaghfirullah " kata mereka semua yg ada di sana.
" gini saja bawa dia keluar dekat ibunya dulu mungkin bisa bangun " kata dokter.
Safwan mengendong Rasyid sampai kedekat Anna.
" loh bg kenapa Rasyid nya " kata anna.
" pingsan " kata Safwan meletakkan Rasyid di pangkuan Anna.
" sampai pingsan " kata mereka.
" bahkan kk Rasyid saja pingsan mungkin aku akan mati " batin mereka.
" Andra Ayuk kemari " kata Raihan.
" pa lebih baik kita pulang yuk " kata Andra membujuk Raihan
" ngak " kata Raihan menyeret Andra masuk kedalam.
Andra merebahkan dirinya.
" kita mulai ya " kata dokter.
" iya " kata Andra.
" innalilahi wa innalilahi rojiun eh salah astfiruallah astfiruallah astfiruallah jangan habis jangan habis " kata Andra.
" anak mu Rai anak mu " kata mereka
" haduh " kata Raihan.
Andra sempat mengintip dan pingsan.
" udah selesai selamat ya udah sunat " kata dokter.
" dra jawab dong " kata Raihan.
" pingsan " kata mereka.
" hadeh " kata Raihan.
Raihan mengedong Andra dan meletakkan di pangkuan Sarah.
" loh bg Andra pingsan " kata Sarah.
" pingsan dia nya ngak tau udah lama atau belum " kata Raihan.
__ADS_1
" tamat lah sudah kk Andra juga pingsan " batin mereka.
" Ali Ayuk sini " kata Rahman.
" hhaaa Ali baru ingat besok ada hapalan kita pulang aja ya " kata Ali.
" betul kata Ali kita pulang " kata mereka.
" ngak " kata Safwan zafwan Raihan dan Rahman.
" mom " Ali berharap di selamat.
" ngak pergi sana sama Abi " kata Maiza menyerahkan sarung.
" udah Ayuk " kata Rahman membawa Ali kedalam ruangan.
" kita mulai ya " kata dokter.
" astaghfirullah astaghfirullah' astaghfirullah semoga ngak pendek semoga gak pendek " kata Ali memejamkan matanya.
" pendek yg di hawatirkan " batin mereka.
ketika dokter baru saja ingin mulai Ali melihat dan sama seperti sebelumnya pingsan. setelah selesai Rahman membawa Ali ke pangkuan maiza
" pingsan juga " kata Maiza.
" bahkan Rasyid belum sadar " kata Anna.
" Taufik ayo nak " kata zafwan.
" mama doakan Taufik menang di medan pertarungan kalok seandainya Taufik mati mama harus jaga diri baik baik Taufik pergi dulu untuk berperang ya mama " kata Taufik menangis berjalan menuju zafwan.
" wah ada drama ya " kata zufla.
" belum apa apa udah nangis di Luan " kata dewa yg masih memegangi Andre.
" papa Taufik ngak mau " kata Taufik menangis memegang tangan zafwan saat di sunat.
" udah sebentar lagi siap kan dok " kata zafwan.
" iya " kata dokter.
" ya Allah nak ngak bakalan mati kok " kata zafwan.
" pa kalok Taufik mati papa jangan bikin Mama marah lagi ya pa.. Taufik titip mama " kata Taufik menangis.
" ya Allah ya ngak bakalan mati ngak bakalan mati kok tenang aja " kata zafwan yg melihat Taufik terop sesi dengan kematian.
" ngak pa Taufik bakal mati ini mungkin ini hari terakhir Taufik pa " kata Taufik Melihat dokter mau menyuntik nya malah Taufik memejam kan mata dan akhirnya pingsan.
" lah anak mu betulan mati ngak ini " kata Safwan melihat drama ayah dan anak tadi.
" pingsan ini untuk saja sudah selesai " kata dokter yg mendapat pasien sangat aneh.
zafwan membawa Taufik ke pangkuan zufla.
" sudah ku duga pasti pingsan " kata zufla.
" masih sempat main drama lagi dia di dalam sana dek " kata zafwan.
" wah ngak ada drama Sinta dan Romeo kan " kata Anna. Rasyid yg baru saja sadar dari pingsan mendadak badanya menjadi lemas.
giliran Syakir Rayi dan Isa telah selesai mereka menangis ketika keluar dari ruangan membuat Andre semakin tertekan.
" aduh aduh perut Andre sakit Bun " kata Andre bersandiwara.
" kok bisa sakit sih makan apa tadi " kata Sarah ngawatir.
" lebih baik sunat Andre di batalin aja lah bunda ngak usah dan ngak perlu kayak nya Bun " kata Andre.
" alasan mu ayok kita masuk keruangan " kata dewa udah tau kalok itu hanya sandiwara.
" aaaa kk rusuh lah Andre ngak mau sunat " kata Andre duduk di lantai tapi dewa menyeret nya.
" kalok gitu kita sunat di rumah pakai gunting kuku bagaiman " kata dewa.
" ngak mau " kata Andre
__ADS_1
" ngak sakit kok dre " kata kaisar yg sudah datang dari tadi semenjak dewa memengagi Andre suapaya tak lari. kaisar lah yg memvidiokan mereka.
" ngk mau pokonya ngak mau "kata Andre.
Andre di seret sampai masuk kedalam ruangan
" astaghfirullah Andre " kata mereka.
" papa kk kai sama kk dewa jahat pa masak Andre di paksa buat sunat sih " kata Andre yg sudah di naik ke atas tempat tidur dan di pengangin
" kita mulai ya " kata dokter.
" ngak mau ngak mau " kata Andre meronta ronta membuat dia harus di pengangin.
" Andre tenang ngak sakit kok " kata dokter.
" apanya ngak sakit kk aja sampai pingsan dan yg lain nangis ngak sakit dari mana coba " kata Andre meronta ronta.
" kita mulai ya " kata dokter lagi.
" BUNDA ANDRE NGAK MAU DI SUNAT. Andre ngak mau punya Andre pendek ngak mau ngak mau " kata Andre meronta sekuat tenaga.
" kuat sekali tenaganya " batin mereka kewalahan.
" ngak bakal pendek orang yg di potong kan sikit saja " kata dokter.
" sama saja kurang juga dari ukuran biasanya kan " kata Andre.
" astaghfirullah Andre nanti tumbuh lagi loh sesuai perkembangan tubuh " kata kaisar.
" TUNGGU " kata Andre.
" apa " kata mereka.
" Andre mau minum dulu baru lanjut sunat nya boleh kan " kata Andre memohon.
" alah lah kau ini lah kai ambil dia minum " kata zafwan
" baik lah " kata kaisar mengambil minum dari Sarah untuk Andre.
" nah minum dulu biar tenang " kata kaisar
" terima kk " kata Andre meminum minumannya sampai habis.
" kalok gitu kita lanjutkan ya baring betul betul ya " kata dokter.
" papa " kata Andre nangis.
" astaghfirullah kenapa anak ku yg satu ini lain kali sifatnya " batin Raihan.
{ eh Raihan itu sifat mu waktu kecil kan ya.. nurun lah sama anak mu " kata autor }
" papa Andre ngak mau di potong bagaimana kalok pendek bagaiman kalok salah potong bisa bisa Andre ngak pakai peci lagi tapi pakai jelbab " kata Andre meronta ronta.
" dok punya obat penenang gak biar dia tenang " kata kaisar.
" punya kok dok " kata dokter tersebut yg telah tau edintitas kaisar. dokter itu memberikan obat penenang berupa suntikan.
" terimakasih " kata kaisar.
" dre kau ngak mau sunat kan " kata kaisar.
" iya Andre ngak mau sunat " kata Andre menangis.
" ok tapi harus terima suntikan dari kk dulu ngak sakit kok " kata kaisar langsung menyuntik di lengannya Andre.
" aduh sakit kk " kata Andre meringis.
tiba tiba Andre yg menangis mulai berhenti tubuhnya melemas dan tidak ada pemberontak lagi. yg Andre rasanya hanya damai dan sedikit ngantuk.
" suntik apa itu kai kok bisa tenang " kata Raihan.
" suntik penenang dan juga sedikit obat tidur " kata kaisar.
akhirnya sunat Andre telah selesai. tapi Andre malah tertidur.
¥¥¥¥¥¥
__ADS_1
nantikan kelanjutan ceritanya ya Allah. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya teman teman