
Berhari-hari aku mencoba menghubungi Naomi tetep saja Handphonenya selalu tidak bisa dihubungi. Aku mencari ke rumah orang tua Naomi, Teman-teman, bahkan sahabat nya tidak tahu keberadaannya. Aku kembali lagi ke Jakarta menunggu di apartemen siapa tau dia akan balik lagi kesini.
Aku mencoba lagi menelpon Naomi, tetap saja dia masih mematikan ponselnya.
"ahhhhhh ... **** bodoh!!! aku harus cari kemana aku bisa gila bila kamu beginikan aku terus" melempar benda-benda yang ada di sekitar.
aku duduk meminum vodka supaya diriku tenang entah berapa botol yang telah aku habiskan sampai aku mabuk tak sadarkan diri.
ting nong... ting nong...
suara bel berbunyi menandakan ada tamu diluar sana. Aku mengerjapkan mata karena tidurku terganggu dengan suara bel apartemen yang berbunyi terus-terusan, aku pun bangun membukakan pintu melihat siapa yang ada telah menggangu tidurku.
cekrek ... orang itu pun masuk
"maaf tuan saya menggangu istirahat anda, saya telah beberapa kali menghubungi anda tapi tidak dijawab"
"ya ada apa cepat katakan"
"Nona Naomi sedang ada dikantor tuan"
"apa... kenapa kau tidak memberitahu dari tadi romi... " David segera membersihkan diri.
"astaga aku sudah menelponnya berpuluh-puluh kali... aku kan udah datang memberitahunya tuan-tuan" ucap Romi.
Setelah 15 menit aku pun sudah siap dan berangkat menuju kantor bersama romi yang mengemudikan mobilku.
Dreet
Dreet
Drett
Suara handphone bergetar aku mengambil handphone ku disaku jas, Tertera "Honey... " aku pun langsung mengangkatnya
"sayang kau kah itu ... dimana kamu ??? berhari-hari aku mencarimu ..."
__ADS_1
diam
diam
diam
" sayang ayo'lah bicara aku bisa gila bila kau terus diam begini".
"aku tunggu kamu sayang direstoran xyz jam 2 siang"
Naomi mematikan sambungan telepon genggamnya.
"Rom ... kita langsung ke restoran xyz"
"baik tuan"
Setelah 30 menit aku sudah tiba direstoran xyz dan memesan tempat VVIP karena aku tidak ingin menjadi tontonan orang-orang yang ada direstoran.
Aku memesan makanan kesukaannya, sambil menunggu dia datang aku membuka email dari handphone ku. Romi masuk dan berkata,
"What... "
"baiklah kau boleh pergi keluar" aku menyuruh romi keluar.
aku memijit keningku yang terasa pusing, entah apa yang akan terjadi pada hubungan kita berdua sedangkan hari pernikahanan tinggal beberapa hari lagi.
*kenapa Helena datang lagi dikehidupan ku yang sekarang!!!
ketika dia datang aku tidak bisa berkata-kata
disisi lain aku merindukan pelukannya
disisi lain aku juga menginginkan Naomi
aku tidak mau kehilangannya
__ADS_1
ya Tuhan perasaan apa ini*
setelah 1 jam Naomi pun datang dia duduk didepanku terdiam tanpa berkata-kata. Aku memegang tangannya, mencium tangannya ...
aku sangat merindukannya.
Dia hanya terdiam
"sayang pleaseee ... dengarkan dulu penjelasan ku dulu, aku akan menceritakan semuanya tapi kamu janji tidak akan marah lagi"
" ya aku janji mas"
"setelah kamu keluar dia datang menemuiku, tadinya aku akan mengusirnya tapi aku tidak tega karena aku lihat wajahnya lebam dia bercerita selama menikah dia sering dipukul Oleh suaminya dan tiba-tiba dia memelukku ketika kamu masuk, bila kamu tidak percaya aku akan menelponnya dan akan memintanya datang kemari" aku meyakinkannya.
"terus klo aku dimutasi ke sini apa ini ulahmu juga dan siapa wanita itu apa hubungannya denganmu mas" tanya Naomi.
"ya aku meminta pak Susilo agar dirimu dipindahkan ke kantorku, agar aku.... bisa dekat denganmu sayang ... "
"lalu siapa wanita itu"
"hmmm ... wanita itu adalah Helena mantan pacarku dulu ... sayang aku benar-benar udah move on dari dia dihatiku cuma ada kamu, please ... sayang percayalah aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Helena"
" Berapa lama kalian pacaran dan kenapa kalian putus? "
"kami cukup lama menjalin hubungan sekitar 3 tahun, kami hampir menikah tapi Helena berselingkuh dengan Mike sahabatku, aku memergoki mereka sedang olahraga diranjang.... "
"stop ... mas, aku percaya mas dan bila kamu berbohong aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi" David memelukku aku pun membalas pelukannya.
"ya aku janji sayang" aku mendekat dan mencium bibirnya aku ******* dengan rakusnya setelah kehabisan nafas aku menghentikan.
"mas aku laper bolehkah aku makan siang dulu" pintaku
"oh ya sayang maafkan aku ayo kita makan dulu"
Kita memakan hidangan yang telah dipesan ku tadi. akhirnya Naomi memberikan kesempatan dia tidak mendiamkan ku lagi. Aku berjanji tidak akan berbohong dan menyakiti hatinya.
__ADS_1