Percaya Atau Tidak

Percaya Atau Tidak
Naomi ketakutan


__ADS_3

Pa harto dan Bu Ratna sedang berbicara di kamar tamu.


"pak apa ga sebaiknya kita undang pak kiyai ke sini"


"iya bu nanti besok kita bicara sama nak David, papa takut nak David tidak percaya karena dia orang Amerika mungkin hal seperti ini aneh menurutnya"ucap pak Harto


"iya pa" jawab bu Ratna


***


dug...


dug...


dug...


Naomi mengerjapkan matanya suara itu semakin keras, sepertinya kaca jendela ada yang mengetuknya.


"mas.. "


"hmmmmmm" David menjawab Naomi masih memejamkan matanya.


dug... dug... dug..


semakin kencang ketukannya.


"astaga bagaimana ini, siapa malem-malem ada dibalcon sih" ujar Naomi.


Aku beranikan untuk melihatnya, aku berjalan menuju pintu kaca dan aku buka gorden nya


"aaaaaastaga makhluk apa itu...."


aku berteriak tapi... tak bisa aku mencoba sekeras-kerasnya tapi tetap saja suaraku tidak bisa keluar. makhluk itu menggedor kaca dan melihat ke arahku astaga menyeramkan....tubuhnya berbulu, kuku-kukunya panjang dan bertaring kakiku mulai lemas mataku mulai gelap lalu terjatuh.


David membuka matanya,


"astaga dimana dia? " David langsung bergegas bangun.


David melihat Naomi tertidur dilantai, ia mendekati Naomi lalu dipeluknya.


"sayang bangun.... sayang... " David mencoba membangunkan Naomi menepuk-nepuk pipinya namun tetap tidak bisa.


David langsung menggendong Naomi lalu membaringkan ditempat tidur.


"pah... mama... " David berteriak memanggil pak Harto dan bu Ratna.


"sayang bangun'lah" David mengambil tangan Naomi mencium tangannya.


"sayang... "


Pak harto, bu Ratna, dan clarissa masuk kamar Naomi dan David, mendekati mereka.


"nak bangun nak... " bu Ratna.


"kenapa nak" tanya pak harto


"pah... mah... Waktu aku bangun Naomi sudah pingsan dilantai dekat jendela"


"ya ampun ndo bangun... bangun ndo.. " Bu Ratna panik melihat anaknya yang tak kunjung sadar.


"aku telpon dulu Dr Bima" ucap clarissa.


"suruh dia datang cepat" teriak David, clarissa mengangguk.


Naomi mulai membuka matanya


"aaaaaaa... pergi" teriak Naomi


"jangan ganggu aku... hiks hiks" Naomi menepis semua orang.


"Nak ini mama nak" ucap bu Ratna.


"mas tolong... mas... hiks hiks hiks" Naomi menutup wajah dengan kedua telapak tangannya sambil menangis.


"pergi jangan dekati aku hiks hiks"

__ADS_1


David mendekati Naomi lalu memeluk mengelus rambut Naomi.


"aku disini sayang"


Naomi melirik David dan mengeratkan pelukannya pada David.


"hiks... hiks... aku takut"


Dr Bima baru datang,


"pergi....


pergi....


jangan ganggu aku.. hiks hiks"


"David aku bilang juga apa lu harus cari orang pinter"


Naomi histeris melihat kedatangan Dr. Bima.


"cepat ... " David membentak Dr. Bima agar memberikan obat penenang.


Dr. Bima mengambil jarum suntik didalam tas kerjanya lalu menyuntiakan obat penenang pada Naomi.


"aaaaaaa.... " Naomi mulai lemas dan pingsan dipelukan David.


perlahan-lahan David menidurkan Naomi pelan lalu ia beranjak meninggalkan tempat tidur.


"mah aku titip Naomi dulu aku akan berbicara dulu pada Dr. Bima"


"iya nak'


Bima dan David mereka berjalan menuju ruang kerja David, Clarissa mengikuti mereka dari belakang.


"gue udah bilang lu gak ngerti juga" tegas Bima.


"maksud lu"


"anjir... klo masalah medis bisa pakai obat"


" lu suruh psikiater ke sini, gue gak ngerti!"


"apa lu ga kasian ama bini lu dari hari pernikahan kalian, Naomi berturut-turut seperti ini...apa kagak ganjil, lu panggil psikiater lu anggap bini lu gila" Bima mencoba menjelaskan.


"diam brengsek" David mencengkram kerah baju Dr Bima.


"klo orang sakit diobati dokter, Naomi bukan sakit ... David pikirkan banyak orang yang benci sama lu pesaing bisnis lu banyak... Bahkan wanita banyak ditolak ama lu"


David terdiam dia termenung atas perkataan Bima.


" tunggu lu disini dulu'


Ia mengambil HPnya menuju kamar.


"bagaimana nak, Naomi sakit apa.


"Hmmmm... tunggu sebentar ya mah aku masih bicara dengan Dr.Bima" ucap David santai.


"owh iya nak" jawab Bu Ratna.


David mengambil handphonenya lalu ia kembali lagi ke ruang kerjanya. Dia duduk kursi kerjanya lalu menelpon asistennya Romi.


📱tuttt... tuttt... tuttt...


" Halo tuan"


"tolong carikan kiyai, bawa ke rumah"


"tapi tuan... "


"cepat saya ga mau tau" David memberi tekanan pada Romi.


David langsung mematikan tlp nya. Clarissa dan Dr. Bima saling pandang, akhirnya David mengerti juga.


"aku pamit dulu aku ada praktek dirumah sakit"

__ADS_1


"ya, terimakasih Bima"


"Sama-sama" Bima sambil tersenyum.


"aku sudah mentransfer ke rekening milikmu" ucap David.


Bima menganggukan kepalanya.


"ayo kak biar aku antar sampai ke luar" Clarissa dan Bima berjalan keluar.


"ya terimakasih Clarissa" ucap Bima.


setelah diluar mereka berbicara berdua


" hati- hati kak"


"ya... "


"kak tunggu dulu... Boleh aku tanya sesuatu ya tentu saja"


Bima menoleh saat membuka pintu lalu menutup kembali pintu mobilnya.


"ya ada apa"


"menurut kakak kak Naomi itu kenapa??? "


"apa dikena santet" ucap Clarissa.


"apa... " ucap bima


"ya... please kak jangan pura-pura ga tau"


"bukan dia diganggu makhluk halus" jawab Dr. Bima.


"setan maksudnya kak" ucap Clarissa.


"ya semacam itu, makanya aku suruh kakak mu mencari orang pintar ya sudah aku berangkat dulu" Bima masuk ke dalam mobilnya ia mengklakson pertanda ia akan berangkat, setelah mobil Dr. Bima keluar gerbang Clarissa masuk ke dalam rumah.


Di meja makan sudah tersaji makanan beserta lauk-pauk nya bi nah sedang beberes peralatan dapur, Clarissa lalu duduk di meja makan.


Drettt... drettt... handphone Clarissa berdering


"Halo.... "


"aku sudah didepan rumahmu"


"langsung masuk aja aku lagi sarapan"


"okey"


Clarissa menaruh kembali handphone nya diatas meja.


tak lama kemudian orang yang menelpon tadi datang menghampiri Clarissa.


"selamat pagi nona cantik"


"eh terimakasih temanku" mereka berpelukan.


"cla siapa yang sakit? "


"kakak ipar aku udah berapa hari kebelakang selalu histeris entahlah seperti ada yang menggangu dirinya" ucap clarissa.


"makan dulu deh kakak iparku masih istirahat"


mereka berdua menikmati sarapan mereka sambil berbincang-bincang. David turun dari tangga melihat ada dia orang yang sedang sarapan lalu ia hampiri.


"oh ya kak ini temanku anggi dia seorang psikiater" ucap clarissa


"saya anggi"


David mengangguk


"tunggu sebentar lagi istriku masih tidur"


"iya kak"

__ADS_1


"aku tinggal dulu ya" ia kembali lagi naik ke atas menuju kamarnya.


Bersambung....


__ADS_2